Begini Cara Menyelamatkan Diri Saat Terjadi Ledakan Bom Ilustrasi bom. Foto: Pixabay/Lucma

MerahPutih.com - Ledakan bom yang terjadi di wilayah Surabaya, Jawa Timur, sejak Minggu (13/5) sampai Senin (14/5), sempat membuat suasana di kota Pahlawan mencekam.

Serangan bom bunuh diri itu dilakukan ketika jemaat baru masuk di halaman gereja. Sontak, peristiwa ini banyak memakan korban jiwa termasuk anak-anak.

Yang dilakukan teroris dalam melakukan aksi bom bunuh diri tergolong cepat dan kerap tak terduga. Hal itu membuat banyak orang bingung akan melakukan apa karena terjebak dalam situasi mencekam.

Seperti diungkapkan Banser DKI, ada beberapa cara untuk penyelamatan diri ketika menghadapi serangan teror seperti yang terjadi di Surabaya.

AKBP Rony menyelamatkan anak terduga pelaku bom di Polrestabes Surabaya. Foto: Youtube

Perlu diketahui bahwa karakteristik ledakan secara umum berupa pecahan kaca, paku, dan lain-lain. Dengan banyaknya pecahan yang terdapat di dalam bom, maka jarak 0-50 meter bisa menyebabkan kematian bagi yang terkena ledakan bom.

Kedua, jarak 50-100 meter ledakan bom bisa melukai korban baik ringan ataupun berat. Kemudian yang ketiga, kecepatam pecahan ledakan kurang lebih 850 km/jam dan sudut pecahan berada dari titik ledak yang mengarah ke atas kurang lebih membentuk sudut pecahan 90 derajat.

Sementara itu, tekanan ledakan 90 persen mengarah ke atas dengan membentuk penyebaran sudut elevasi 90 derajat, sedangkan 10 persen tekanan ledakan ke bawah.

Dari uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa apabila mendengar suara ledakan keras mustahil kita menghindar dengan cara berlari karena kecepatan ledakan sangat tinggi.

lustrasi Bom Rakitan (foto: Shutterstock)

Kesimpulan kedua, mempertimbangkan sudut ledakan berkisar 90 derajat. Salah satu cara yang terbaik saat mendengar suara ledakan adalah dengan cata refleks dan segera secepatnya ambil sikap tiarap.

Mengapa hal itu harus dilakukan, karena ketika ledakan bom terjadi, kita sulit menghindar dan ini merupakan ilmu prosedur standard yang senantiasa diajarkqn oleh TNI dalam melaksanakan latihan.

Setelah kita tiarap segera Perkiraan Keadaan Taktik (PKT) atau Perkiraan Keadaan Medan (PKM) untuk mengambil langkah berikutnya. (*)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH