Begini Cara Kerja Wifi di Penerbangan, Kamu Enggak Nyangka Banget Begini cara kerja Wi-Fi Di Penerbangan (Foto: pixabay/stocksnap)

PERNAHKAH kamu berpikir bagai mana wifi bekerja pada penerbangan? Mungkin kebanyakan orang beranggapan cara kerja wifi pada penerbangan sama dengan wifi di darat, seperti di kantor, rumah ataupun restoran. Ternyata sangat berbeda lo.

Teknologi wifi di penerbangan rupanya dikirim dari luar angkasa. Bisakah kamu bayangkan seperti apa cara kerjanya? Biar enggak penasaran, berikut penjelasannya, seperti dilansir laman Miui.

Metode ATG

Metoge ATG, menggunakan dua antena untuk penerimaan dan transmisi sinyal (Foto: miui)

Wifi dalam penerbangan bisa diberdayakan dengan dua cara. Pertama yaitu dengan metode ATG (air-to-ground) dimana sinyal dikirim dari menara tanah ke pesawat. Sedangkan yang kedua ialah IFC berbasis satelit, yaitu jaringan didapat dengan bantuan satelit.

Untuk mekanisme ATG, sebagian besar digunakan dalam penerbangan domestik. ATG menggunakan dua antena yang berada pada bagian bawah pesawat untuk penerimaan dan transmisi sinyal. dua antena tersebut terhubung dengan menara komunikasi yang ada di darat/tanah.

Adapun keterbatasan pada ATG, yaitu ketika pesawat melaju pada sekitar 900kmph atau 560 mil per jam, pesawat perlu sering berpindah diantara menara stasioner di darat untuk menjaga konektivitas. Hal itu terkadang menyebabkan gangguan jaring. Juga kecepatan yang ditawarkan oleh ATG rendah, meski ada perbaikan besar.

Mekanisme Satelit IFC

Satelit IFC berguna saat melewait perairan luas atau daerah terpencil (Foto: miui)

Mengapa IFC Satelit diperlukan? Hal itu untuk ketika pesawat melewati perairan besar atau daerah terpencil dimana menara sinyal tidak ada, dan tidak ada konektivitas. Apalagi ATG Biasanya mendukung hingga ketinggian hanya 3.300 kaki. Maka dari itu diperlukan satelit IFC untuk penyelamatan.

Cara kerja satelit IFC ialah data ditransmisikan melalui antena di pesawat dan terhubung ke sinyal satelit terdekat. Informasi tersebut. Informasi dihubungkan antara darat dan peawat lewat satelit. Penumpang menerima sinyal wi-fi melalui router on-board.

Penggunaan satelit IFC juga telah banyak berkembang dalam beberapa waktu terakhir dengan semakin banyak maskapai yang memilihnya. Ada tiga jenis komunikasi IFC satelit yang digunakan secara luas dalam industri penerbangan. Yaitu satelit L Band, Ku Band dan Satelit Ka Band.

Jenis-Jenis Satelit IFC

Satelit IFC terdiri dari beberapa jenis (Foto: miui)

Satelit L band mengacu pada sinyal satelit dalam rentang 1-2Ghz. terdapat parabola kecil dan radome di pesawat untuk konsumsi bahan bakar yang lebih rendah. Jenis Konektivitas ini merupakan yang paling lambat karena meawarkan kecepatan hanya sekitar 432 kbit/s.

Untuk satelit Ku band terletak pada kisaran 12-18 Ghz. Ku Band menawarkan kecepatan hingga 50Mbps dan cukup baik untuk penggunaan ringan.

Sementara itu untuk Satelit Ka Band menawarkan konektivitas yang paling canggih dalam penerbangan. Ka Band menggunakan segmen 26.5-40GHz dari spektrum elektromagnetik. Jadi penumpang dapat menikmati kecepatan 12Mbps secara individual saat menggunakan konektivitas satelit Ka band.(ryn)

Baca juga yuk artikel menarik yang lainnya Pusaran Es di Tengah Sungai Gemparkan Dunia, Ini Penampakannya

Kredit : raden_yusuf


Raden Yusuf Nayamenggala