Begini Alasan Ananda Sukarlan 'Walk Out' Saat Anies Baswedan Pidato Ananda Sukarlan. (Facebook/Ananda Sukarlan)

MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diundang dalam acara peringatan '90 Tahun Kolese Kanisius' pada Sabtu (11/11). Namun, saat sang Gubernur DKI Jakarta berpidato, tiba-tiba pianis dan komponis Ananda Sukarlan yang merupakan alumnus Kanisius angkatan '86 berdiri dan meninggalkan ruangan.

Aksi walk out Ananda itu diikuti oleh para undangan dan alumni Kanisius lainnya. Peristiwa ini menjadi viral di media sosial.

Dalam siaran pers, dikemukakan Ananda melakukan aksi walk out saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato sebagai bentuk protes. Orang Indonesia pertama dan satu-satunya yang namanya tercantum di 2000 Outstanding Musicians of the 20th century itu merasa kecewa karena panitia mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan Kanisius.

"Anda telah mengundang seseorang dengan nilai-nilai serta integritas yang bertentangan dengan apa yang telah diajarkan kepada kami. Walaupun anda mungkin harus mengundangnya karena jabatannya, tapi next time kita harus melihat juga orangnya. Ia mendapatkan jabatannya dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Kanisius. Ini saya tidak ngomong politik, ini soal hati nurani dan nilai kemanusiaan," katanya.

Berikut ini cuplikan video pidato Ananda Sukarlan yang diunggah akun Andre Magis ke Youtube:

Aksi walk out biasanya dilakukan sebagai bentuk protes dan ketidaksetujuan atas sesuatu hal di dalam sebuah forum resmi. Beberapa waktu lalu, fraksi-fraksi di DPR yang menolak pengesahan RUU Ormas juga melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes, yakni Fraksi Partai Gerindra, PKS, dan PAN.

Acara peringatan '90 Tahun Kolese Kanisius' diadakan di Menteng, Jakarta Pusat pada Sabtu akhir pekan lalu. Untuk pertama kalinya, Kanisius memberikan penghargaan kepada lima alumninya, yaitu Ananda Sukarlan (komponis & pianis), Derianto Kusuma (pendiri Traveloka), Romo Magnis Suseno (tokoh Jesuit), Irwan Ismaun Soenggono (tokoh pembina Pramuka) dan Dr. Boenjamin Setiawan (pendiri Kalbe Farma). (*)

Baca juga berita terkait lainnya di: Singgung soal Pribumi, Anies Langgar Aturan Inpres No 26 Tahun 1998?


Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH