Beda Rupa Kostum Gundala, Gimana Ceritanya? Gundala sedang memperlihatkan kemampuannya. (Foto: Bumilangit)

SUARA deras hujan terdengar di luar bangunan pabrik koran nan nampak kurang terawat. Suara petir menggelegar, kilatannya tiba kemudian, menyambar-nyambar, membuat ngeri penghuni di dalamnya. Pemuda berbadan tegap tersebut sejak kecil takut benar petir, namun khusus di malam itu, justru memberanikan diri keluar bangunan sengaja menantang.

“Tunggu di sini,” ucapnya kepada Wulan (Tara Basro) dalam adegan di film Gundala (2019) garapan Joko Anwar.

Baca juga:

Tersihir Gundala Putra Petir

Sancaka (Abimana Prasetya), nama pemuda berprofesi sebagai keamanan di pabrik tersebut, baru melangkah keluar bangunan langsung disambar petir. Ia roboh, mengelepar-gelepar, lalu merangkak tapi justru mendekat pada besi penghantar aliran pada pinranti penangkal petir.

Petir, melalui besi tersebut, mengantarkan arus listrik tepat di kupingnya, berkali-kali. Ia seperti beroleh bisikan lalu bergegas masuk gedung mengumpulkan beberapa barang, di antaranya potongan logam dari logo tempat pabriknya bekerja, potongan belt rubber, goggle glass, dan bahan kulit dari tas Wulan.

"Lagi ngapain?" tanya Pak Agung (Pritt Timothy), kepala security, pada Sancaka. “Saya harus bikin sesuatu, supaya bapak, Tedy, dan Wulan enggak kesetrum kalau sentuh saya”.

gundala
Gundala mengenakan kostum dari bahan-bahan di sekitarnya. (Foto: Bumilangit)

Begitu menyaksikan adegan tersebut, Onta sapaan pemilik akun Jagoan Kancil, awalnya merasa terkaget lantaran ada beda versi dengan kostum Gundala di Komik karya Hasmi. "Tapi saya bisa mengerti karena kostum ceritanya agar bisa melindungi orang terdekat," kata generasi muda penoton film Gundala dengan bekal referensi di komik klasik, film garapan Lilik Sudjio di tahun 1981 tersebut.

Kostum Gundala (2019) diperankan Abimana Prasetya sebagai Sancaka berasal dari bahan-bahan di sekitar pabrik tempatnya bekerja. Ia mengkerasikan kostum menggunakan isolator berupa belt rubber dipasangkan di pundak, lengan, dan pahanya, serta antena, guna menarik petir sebagai sumber kekuatan, lalu goggle glass dan buff.

Baca juga:

Proses Kreatif Dolanan Keren Membuat Collectible Action Figure Gundala

Penyesuaian kostum Gundala dari versi komiknya tentu memiliki tujuan lain. “Gundala ini berbeda, ia adalah salah satu dari kita, siapa pun dari kita bisa menjadi Gundala. Gundala merupakan simbolis integral dari anggota masyarakat, tentunya sangat erat dengan kita,” ungkap Imansyah Lubis, Manajer Produksi BumiLangit, pada Merahputih.com.

Kostum di film Gundala, lanjut Imansyah, disesuaikan dengan keadaan zaman karena Sancaka ditampilkan sebagai working class agar tidak ada gap terlalu jauh dengan masyarakat. Meski dari segi bahan baku, dan proses perubahannya jauh berbeda dengan kostum Gundala di komik klasik, perpaduan warna merah dan hitam tetap dipertahankan sebagai identitas.

gundala
Gundala saat bercakap dengan Kuda Sembrani. (Foto: Bumilangit)

Pada film Gundala Putra Petir (1981) Sancaka mendapatkan kostum ketika dirinya tengah berjalan keluar dari Laboratorium di malam hari. Seketika ia ditarik Kaisar Crons ke atas langit, sebuah planet bernama Crons.

“Sancaka, kau kuangkat sebagai putraku, putra Dewa Petir penghukum setiap kejahatan di muka bumi. Namamu Gundala,” ucap Kaisar Kronz kepada Sancaka ketika mengangkatnya sebagai putranya.

Dalam film Gundala Putra Petir (1981), Sancaka menggunakan kostum berwarna biru gelap ketika berubah menjadi Gundala. Lengkap dengan sarung tangan merah dan celana dalam tapi dipakai di luar. Sementara, di bagian kepala terdapat dua buah sayap berwarna putih sebagai pelengkap.

Semua kostum tersebut muncul seketika saat Sancaka memakai kalung pemberian Kaisar Crons. Kalung tersebut menjadi pusat kekuatan, berubah identitas dari Sancaka menjadi Gundala. “Kalung ini akan mengubah bentuk jasadmu, Gundala putraku, selamat,” pungkas Kaisar Crons.

gundala
Tampilan kostum Gundala di komik karya Hasmi. (Foto: Bumilangit)

Kostum Gundala di komik maupun film tahun 1981 akan bisa digunakan ketika Sancaka memegang kalung, dan dari situ pula kekuatan mengeluarkan petir dari tangan serta lari secepat kilat bisa terlaksana.

“Memang akan selalu menjadi perdebatan. Namun dari awal mindset kami ingin membuat karya bagus sesuai zamannya,” ucap Imansyah Lubis memaparkan alasan kostum Gundala di adegan pertama sangat erat dengan kelogisan cerita lantaran Sancaka bertugas sebagai keamanan di pabrik.

Baca juga:

Tira, Serial Superhero Garapan Joko Anwar

Selain kostum kreasi Sancaka, pada post-credit film Gundala (2019), penonton juga diperlihatkan kostum terbaru sekiranya akan tampil di sekuel filmnya Gundala.

Setelah berhasil mengalahkan para anak asuh Pengkor, Sancaka juga berhasil mencegat penyebaran serum amoral palsu. Ia kemudian menemui anggota Legislatif Ridwan Bahri (Lukman Sardi), berbicara empat mata.

gundala
Aksi Gundala di film garapan Joko Anwar. (Foto: Bumilangit)

Sancaka terlihat berdiri di atas gedung pencakar langit, dari belakangnya terdengar suara seseorang. “Saya dengar kau ingin pergi,” seru Ridwan Bahri (Lukman Sardi).

“Saya akan tetap di sini, karena hal yang tidak akan bertahan lama adalah kedamaian.”

“Jadi untuk kamu, buat apa kita perjuangkan? Toh akan berakhir juga,” balas Bahri cepat.

“Karena setiap detiknya layak untuk dipertahankan,” jawab Gundala sembari memperlihatkan kostum dengan tampilan berbeda nan diberi nama Armor Suit.

Kostum dilengkapi dengan head armor, body armor, shoulder armor, belt, wrist armor, gloves, knee armor, dan boot, seakan menyempurnakan penampilan Gundala siap menghadapi musuh dengan kekuatan paling kuat pun.

“Terima kasih untuk kostumnya,” ucap Sancaka.

Ridwan Bahri langsung membalas ucapan Sancaka, “Itu bukan dari saya, dari rakyat.” Kalimat itu lalu menjadi pentutup sempurna untuk film Gundala (2019), sekaligus menjadi petunjuk untuk penggemar bahwa akan ada kelanjutan cerita dari Sancaka Cs. (Adp)

Baca juga:

Proses Kreatif Dolanan Keren Membuat Collectible Action Figure Gundala

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ingatan Pertama Kali Bus Tingkat Pariwisata Mengaspal Jalanan Ibu Kota
Travel
Ingatan Pertama Kali Bus Tingkat Pariwisata Mengaspal Jalanan Ibu Kota

Bis tingkat pariwisata yang digunakan untuk keliling kota.

Belasan Kegiatan Seni dan Budaya Siap digelar di Kabupaten Sleman DIY
Travel
Belasan Kegiatan Seni dan Budaya Siap digelar di Kabupaten Sleman DIY

Banyak kegiatan seni dan budaya yang digelar setelah status PPKM diturunkan.

Harga Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Melonjak Seiring Tradisi Sadranan
Tradisi
Harga Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Melonjak Seiring Tradisi Sadranan

Tradisi Sadranan membuat harga bunga tabur melonjak.

Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara
Kuliner
Kopi Sontoloyo di Batu, Nasi Lodehnya Juara

Kopi Sontoloyo menghadirkan nuansa masa lampau.

Jamu, Minuman Tradisional Negeri Aing Penuh Khasiat
Hiburan & Gaya Hidup
Jamu, Minuman Tradisional Negeri Aing Penuh Khasiat

Jamu sejak dulu sudah dipercaya dapat menyehatkan tubuh.

Work from Toba, ini Destinasi yang Bisa Kamu Kunjungi
Travel
Work from Toba, ini Destinasi yang Bisa Kamu Kunjungi

Keindahan kawasan Danau Toba memang juara.

Wisata Sejarah Kota Tua Cirebon di Sekitar Gedung BAT
Travel
Wisata Sejarah Kota Tua Cirebon di Sekitar Gedung BAT

Pengunjung dijamin bakal betah di lokasi “kota tua” Cirebon ini.

Restoran Dragon Hot Pot dari Melbourne Hadir di Gading Serpong
Kuliner
Restoran Dragon Hot Pot dari Melbourne Hadir di Gading Serpong

Dragon Hot Pot merupakan salah satu restoran hotpot ternama di Melbourne, Australia, yang saat ini sudah hadir di Gading Serpong.

Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta
Indonesiaku
Jejak Cobra Bang Pi`ie Mencatuk Pusat Jakarta

Pi`ie kondang sebagai pucuk pimpinan Corps Bambu Runcing (Cobra)

Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya
Kuliner
Ketupat dan Opor Ayam Selalu Ada saat Lebaran, ini Maknanya

Ketupat biasanya disajikan dengan opor ayam, gulai daging, atau gulai telur.