Beberapa Mitos Tentang Penyakit Jantung Ada banyak mitos tentang penyakit jantung (Foto: Pixabay/Pexels)

PENYAKIT jantung adalah salah satu penyakit yang ditakuti oleh banyak orang. Berdasarkan catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tahun 2015 lebih dari 17 juta orang meninggal dunia akibat penyakit jantung. Oleh karena itu sangat bijak kalau kamu menjaga kesehatan agar organ penting ini tetap bekerja dengan baik.

Sayangnya, dilansir dari Boldsky, ada banyak mitos yang beredar tentang penyakit jantung. Mitos-mitos ini akhirnya membuat banyak orang salah dalam menerapkan pola hidup sehat untuk melindungi kesehatan jantung. Apa sih mitos-mitos mengenai penyakit jantung.

Baca juga:

Sederet Manfaat Kesehatan dari Minyak Esensial Kopi

Ada mitos kalau perempuan tak punya risiko penyakit jantung (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)
Ada mitos kalau perempuan tak punya risiko penyakit jantung (Foto: Pixabay/Engin_Akyurt)

Mitos: Perempuan muda tidak memiliki risiko penyakit jantung.

Fakta: Menurut American Heart Association, penyakit jantung mempengaruhi perempuan dari semua kelompok umur dan terutama perempuan muda yang menggunakan pil KB dan merokok. Peningkatan risikonya cukup besar yakni 20%. Selain itu, jika kamu menjalani gaya hidup yang tidak aktif, itu dapat menyebabkan penumpukan plak dan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di kemudian hari.

Mitos kalau penyakit jantung lebih banyak menyerang pria (Foto: Pixabay/geralt)
Mitos kalau penyakit jantung lebih banyak menyerang pria (Foto: Pixabay/geralt)

Mitos: Penyakit jantung lebih sering diderita pria daripada perempuan.

Fakta: Menurut American Heart Association, perempuan lebih mungkin terkena penyakit jantung daripada pria. Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada perempuan di atas 65 tahun. National Institute on Aging mengatakan bahwa orang yang berusia di atas 65 dan lebih tua berada pada peningkatan risiko serangan jantung, stroke, atau penyakit jantung.

Baca juga:

Bukan Sekadar Bumbu Masak, Bawang Putih Juga Punya Manfaat Kesehatan

Mitos kalau diabetes tak akan mempengaruhi penyakit jantung (Foto: Pixabay/stevepb
Mitos kalau diabetes tak akan mempengaruhi penyakit jantung (Foto: Pixabay/stevepb

Mitos: Diabetes tidak akan menyebabkan penyakit jantung jika kamu sedang menjalani pengobatan diabetes

Fakta: Memiliki obat diabetes mengurangi kadar gula darah dan mencegah komplikasi seperti kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, penyakit ginjal, dan lain-lain. Namun, penurunan kadar gula darah kurang berpengaruh pada radang di pembuluh darah besar, yang pada akhirnya meningkatkan risiko penyakit jantung.

Merokok benar-benar bisa menyehatkan jantung (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)
Merokok benar-benar bisa menyehatkan jantung (Foto: Pixabay/Myriams-Fotos)

Mitos: Jika kamu berhenti merokok itu tidak akan menurunkan risiko penyakit jantung.

Fakta: Saat kamu berhenti merokok, tubuh kamu mulai berfungsi dengan baik. Menurut Harvard Health, hanya 1 tahun setelah berhenti merokok, risiko serangan jantung akan turun hingga 50 persen.

Vitamin dan suplemen bis amengurangi risiko serangan jantung adalah mitos (Foto: Pixabay/Bru-nO)
Vitamin dan suplemen bis amengurangi risiko serangan jantung adalah mitos (Foto: Pixabay/Bru-nO)

Mitos: Penyakit jantung bisa dikurangi dengan asupan vitamin dan suplemen.

Fakta: Tidak jelas apakah mengonsumsi vitamin dan suplemen mengurangi risiko penyakit jantung. Tetapi diketahui fakta bahwa penyakit jantung hanya dapat dicegah jika kamu beralih ke gaya hidup sehat seperti tidak merokok, diet sehat, dan tetap aktif secara fisik.

Baca juga:

Tidur Mendengkur? Waspada Risiko Kesehatan yang Mengintaimu


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH