Beberapa Kementerian Dianggap Belum Konsisten Tanggulangi COVID-19 Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens. (ANTARA/Foto: Feru Lantara/dok)

MerahPutih.com - Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, BIN, TNI, dan Polri menjadi ujung tombak dari penanganan virus corona atau COVID-19.

Menurut Boni, hal tersebut berbeda dengan sejumlah kementerian yang tidak terlihat kerjanya dalam penanganan wabah COVID-19 ini.

Baca Juga:

KPK Dorong Instansi dan Lembaga Transparan Kelola Dana Bantuan COVID-19

Hal itu terjadi karena kerumitan birokrasi dalam menjalankan kebijakan dari pusat. Bisa juga karena ketidakcakapan menteri dalam menjalankan tugasnya.

"Saya tidak ingin melihat secara ad hominem, biarkan masyarakat sendiri yang menilai. Yang jelas bahwa TNI selalu terdepan bersama BIN dan Polri,” ujar Boni dalam keteranganya di Jakarta, Rabu (15/4).

Boni mengaku banyak menteri yang bekerja tanpa ukuran efektivitas dan efisiensi yang jelas dalam penanganan COVID-19.

"Bahkan hanya TNI, BIN, dan Polri yang kerjanya lebih kelihatan dan konsisten," jelas dia.

Boni berharap ke depan tidak ada lagi kebijakan kontroversial yang membuat masyarakat menjadi bingung dalam melaksanakan upaya pencegahan penularan COVID-19.

Ilustrasi - Corona virus (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi - Corona virus (ANTARA/Shutterstock)

Dia mencontohkan kebijakan Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Panjaitan yang membolehkan ojol angkut penumpang selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), berbeda dengan kebijakan Menteri Kesehatan yang melarangnya.

"Jangan sampai ada kebijakan kontroversial yang membingungkan seperti ada menteri melarang ojek online membawa penumpang, tapi menteri lain membolehkan. Ini kan kontraproduktif dan merusak citra pemerintah. Ada kesan pemerintah tidak solid,” jelas Boni.

Meskipun demikian, Boni tidak menampik ada kementerian yang memang serius, efektif, dan efisien ikut terlibat.

"Misalnya Kementerian Dalam Negeri yang begitu proaktif melakukan koordinasi dengan para kepala daerah," ungkap doktor filsafat lulusan summa cum laude dari Universitas Walden, Amerika Serikat itu.

Baca Juga:

Usai Dilantik, Besok Riza Patria Menghadap Anies di Balai Kota

Boni mengatakan, berdasarkan data Badan Intelijen Negara yang sudah beredar, penyebaran virus masih mengalami tren peningkatan yang signifikan satu atau dua bulan ke depan.

Karena itu, perlu skenario yang akurat dan matang.

"Pemerintah dan kementerian dan lembaga negara yang terkait harus bersinergi dalam merumuskan kebijakan, dan mesti ada koordinasi antaragensi dalam implementasi dari kebijakan-kebijakan tersebut," imbau Boni. (Knu)

Baca Juga:

TNI-Polri Bagikan Makanan Langsung ke Rumah Warga Terdampak COVID-19 di Jakarta


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH