Beberapa Fakta Menarik Tentang Tugu Khatulistiwa Tugu Khatulistiwa (Instagram/hajid_arif)

BUKAN ke Kalimantan Barat namanya kalau tidak mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Terletak di Ibu Kota Provinsi Kalimantar Barat, Pontianak, tugu yang dibangun tahun 1928 itu menjadi salah satu kebanggaan Indonesia.

Bagaimana tidak dari semua negara yang ada di dunia hanya 12 yang dilintasi garis khatulistiwa. Dari 12 negara, hanya ada satu kota yang persis memisahkan belahan bumi selatan dan utara. Kota tersebut adalah Pontianak.

Tugu ini pertama kali dibangun saat masa pemerintahan Belanda. Saat itu Tugu Khatulistiwa sangat sederhana. Kemudian dilakukan beberapa pemugaran hingga terlihat seperti sekarang.

1. Tak bisa menemukan bayangan saat berada di sekitar tugu

Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu bangunan membanggakan (Instagram/elfrass)
Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu bangunan membanggakan (Instagram/elfrass)

Ada satu hal yang unik di Tugu Khatulistiwa. Sekitar pukul 11.30 hingga 12.30 waktu setempat kita tidak akan menemukan bayangan. Fenomena bernama kulminasi itu juga menghasilkan gaya grafitasi kuat sehingga mampu membuat telur ayam berdiri tegak.

Fenomena itu terjadi karena matahari berada tepat di atas kepala. Kulminasi terjadi dua kali dalam satu tahun. Siklus pertama pada tanggal 21 hingga 23 Maret yang menjadi tanda awal musim semi di belahan dunia lain. Siklus kedua terjadi tanggal 21 hingga 23 September yang menjadi tanda awal musim gugur.

2. Tidak benar-benar tepat di titik nol

Tugu Khatulistiwa tidak benar-benar berada di titik nol (Instagram/mayaqurota)
Tugu Khatulistiwa tidak benar-benar berada di titik nol (Instagram/mayaqurota)

Ada fakta yang mungkin kalian baru tahu. Ternyata Tugu Khatulistiwa tidak benar-benar berdiri di titik nol. Pasalnya bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi lokasi titik nol setelah melakukan penelitian.

BPPT mengatakan titik nol derajat berada pada 117 meter dari Tugu Khatulistiwa ke arah Sungai Kapuas. Kini titik nol derajat yang benar telah dijadikan sebuah taman dan menjadi tempat penyelenggaraan festival kulminasi atau acara lain.

3. Dapat sertifikat resmi dari pengelola

Tugu Khatulistiwa punya nama lain yakni Equator Monument (Instagram/hafidhyusril)
Tugu Khatulistiwa punya nama lain yakni Equator Monument (Instagram/hafidhyusril)

Mungkin ini yang menjadi salah satu daya tarik para wisatawan untuk datang ke Tugu Khatulistiwa. Pasalnya kamu bisa mendapatkan sertifikat lengkap dengan nama dan tanggal kamu berada di sana dengan judul Piagam Perlintasan Khatulistiwa.

Karena berfungsi sebagai Benda Cagar Budaya, masuk ke Tugu Khatulistiwa tidak dipungut biaya, termasuk untuk mendapatkan sertifikat. Di sana kamu bebas melakukan foto dan belajar banyak tentang garis khatulistiwa secara cuma-cuma.

4. Akses menuju Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu incaran pelancong (Instagram/mfarhangunantika)
Tugu Khatulistiwa menjadi salah satu incaran pelancong (Instagram/mfarhangunantika)

Bagi yang ingin datang ke Tugu tersebut aksesnya sangat mudah. Tugu itu berada di Jalan khatulistiwa, Siantan, Kec Pontianak Utara. Jaraknya sekitar 45 menit ke arah utara dari pusat Kota Pontianak.

Jika dari Bandara Supadio Pontianak, kamu bisa menggunakan jasa taksi atau ojek online di sana. Kamu nantinya akan melewati Sungai Kapuas yang dikenal salah satu sungai indah di Kalimantan.



Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH