Beberapa Anggapan Tentang Menyusui yang Terbukti Salah Bayi menggunakan reflek menghisap untuk mendapatkan dan menelan ASI. (Foto: Pixabay/fancycraft1))

MENYUSUI merupakan proses alamiah bagi seorang ibu terhadap bayi. Bayi menggunakan reflek menghisap untuk mendapatkan dan menelan ASI. Namun, sebagian orang masih memiliki pemikiran keliru tentang menyusui.

Dikutip unicef.org, berikut ini beberapa mitos tentang menyusui yang mesti setiap orang tua tahu.

1. Menyusui itu mudah

Menyusui mudah dengan beberapa teknik yang benar. (Foto: Pixabay/RitaE)
Menyusui mudah dengan beberapa teknik yang benar. (Foto: Pixabay/RitaE)

Bayi dilahirkan dengan refleks untuk mencari payudara ibu mereka. Namun, banyak ibu membutuhkan dukungan praktis dengan memposisikan bayi untuk menyusui dan memastikannya terpasang dengan benar ke payudara. Menyusui membutuhkan waktu dan latihan untuk ibu dan bayi. Menyusui juga menyita waktu, sehingga para ibu membutuhkan dukungan baik di rumah maupun di tempat kerja.

Baca Juga: 5 Mitos Tentang Penuaan Ini Sebaiknya Dilupakan

2. Menyusui itu sakit

Menyusui tidak menyakitkan asal dilakukan dengan benar. (Foto: Pixabay/fancycrave1)
Menyusui tidak menyakitkan asal dilakukan dengan benar. (Foto: Pixabay/fancycrave1)

Banyak ibu mengalami ketidaknyamanan dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran ketika mereka belajar untuk menyusui. Tetapi dengan dukungan yang tepat dengan memposisikan bayi mereka dan memastikan bayi melekat dengan benar ke payudara, puting yang sakit dapat dihindari.

Jika seorang ibu menghadapi tantangan menyusui seperti puting yang sakit, dukungan dari konsultan laktasi atau profesional terlatih lainnya dapat membantu mereka mengatasi masalah tersebut.


3. Kamu harus mencuci puting sebelum menyusui

Tak harus mencuci puting sebelum menyusui. (Foto: Pixabay/satyatiwari)
Tak harus mencuci puting sebelum menyusui. (Foto: Pixabay/satyatiwari)

Mencuci puting susu sebelum menyusui tidak perlu. Ketika bayi lahir, mereka sudah sangat akrab dengan bau dan suara ibu mereka sendiri. Puting menghasilkan zat yang berbau bayi dan memiliki bakteri baik yang membantu membangun sistem kekebalan tubuh bayi yang sehat seumur hidup.


4. Harus memisahkan bayi baru lahir agar ibu dapat beristirahat

Sangat bagus praktik kulit ke kulit sesaat setelah melahirkan. (Foto: Pixabay/jarmoluk)
Sangat bagus praktik kulit ke kulit sesaat setelah melahirkan. (Foto: Pixabay/jarmoluk)

Dokter, perawat, dan bidan sering mendorong praktik "kulit ke kulit" segera setelah lahir. Membawa bayi kamu bersentuhan langsung, sehingga kulit mereka menempel pada kamu, adalah praktik yang sangat penting untu membantu mereka menemukan dan menempel pada payudara.

Jika kamu dapat mempraktikkannya dalam satu jam setelah kelahiran dan kemudian ntensitas sering sesudahnya, akan membantu untuk menyusui.

Baca Juga: Waspada, Ini Cara Bedakan Nyeri Dada Biasa dengan Sakit Jantung

5. Kamu hanya harus pilih-pilih makanan

Ibu menyusui bisa makan makanan seperti biasa. (Foto: Pixabay/Pexels)
Ibu menyusui bisa makan makanan seperti biasa. (Foto: Pixabay/Pexels)

Seperti orang lain, ibu menyusui harus makan makanan seimbang. Secara umum, tidak perlu mengubah kebiasaan makanan. Bayi terpapar dengan preferensi makanan ibu mereka sejak mereka di dalam kandungan. Jika seorang ibu merasa bahwa bayinya bereaksi terhadap makanan tertentu yang dia makan, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan spesialis.


6. Olahraga akan memengaruhi rasa ASI

Olahraga sangat baik untuk kesehatan meski sedang menyusui. (Foto: Pixabay/angel4leon)
Olahraga sangat baik untuk kesehatan meski sedang menyusui. (Foto: Pixabay/angel4leon)

Olahraga itu sehat, juga untuk ibu menyusui. Tidak ada bukti yang mempengaruhi rasa ASI kamu. (*)

Baca Juga: Kaum Urban, Nih Tiga Tips Gairahkan Kehidupan Seksual Kata Dokter Boyke

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH