Bebas 'Stretch Marks' Saat Hamil Perempuan hamil. (Foto: Pixabay)

SEBAGIAN perempuan mengandung kerap merasa khawatir kala garis-garis pada kulit di sekitar perut, payudara, paha atau bokong muncul. Garis-garis yang dikenal dengan istilah stretch marks itu kerap terjadi saat usia kandungan mencapai enam hingga tujuh bulan.

Menurut dokter sekaligus presenter, Reisa Broto Asmoro, stretch marks sebenarnya bisa dicegah dengan menjaga elastisitas kulit. "Kulit dibuat sedemikian elastis, bisa dikasih oil yang banyak, dikasih nutrisi jangan sampai kondisi kulitnya kering," terang dr Reisa sebagaimana dikutip dari ANTARA.

Ia juga menyarankan ibu hamil minum banyak air saat berada di ruangan dingin agar kulit tidak kering dan pecah. Kulit juga membutuhkan nutrisi yang berasal dari makanan yang mengandung vitamin A, E dan C. Stretch marks muncul akibat pecahnya lapisan kulit yang tak bisa meregang secara cepat seiring tubuh ibu hamil yang membesar atau menggemuk tiba-tiba.

Jika tindakan pencegahan tak mampu menghalau stretch marks, prosedur laser bisa menjadi pilihan. Namun, cara ini menyakitkan, tidak cukup sekali dan membutuhkan biaya besar.

"Masalahnya kadang-kadang kulit harus bisa elastis sedemikian cepatnya kulit kita belum bentuk sel-selnya. Jadi ada bagian kulit yang pecah terlihat lebih tipis. Tiba-tiba dalam waktu enam bulan naik 10 kilogram itu bisa kulitnya belum sempat membentuk kulit baru untuk peregangan, sudah pecah duluan," tambah dr Reisa.

Anda tentu tidak ingin stretch marks muncul selama hamil? Kalau begitu, jaga elastisitas kulit dengan memperbanyak minum dan mengonsumsi makanan bernutrisi yang mengandung vitamin A, E dan C. (*)

Simak artikel Siapa Bilang Hanya Wanita yang Menderita Saat Hamil?


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH