Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh: Allah Menampar Saya Dokumentasi - Angelina Sondakh saat mengikuti ibadah Shalat Idul Fitri tahun 2019 di Lapas Pondok Bambu (5/6/2019). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Mantan anggota DPR RI Angelina Sondakh mengungkapkan penyesalannya atas korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), yang dia lakukan dulu.

Penyesalan itu disampaikan mantan politikus Partai Demokrat tersebut seusai bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (lapas) Perempuan Kelas II A, Jakarta, Kamis (3/3).

“Saya berterima kasih kepada Allah yang sudah menampar saya hingga saya harus membayar bertahun-tahun, dibina di dalam penjara,” kata Angelina.

Baca Juga:

Bebas dari Penjara, Angelina Sondakh Katakan Tindakannya Dulu Tidak Patut Dicontoh

Angelina turut menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas perbuatan korupsinya dulu. Dia menyesal dan menegaskan tindakannya dulu tidak terpuji dan tidak patut untuk ditiru.

Dia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya yang sudah merawat anaknya, Keanu Massaid selama dirinya berada di penjara.

Angelina mendoakan semoga kedua orang tuanya sehat selalu dan berjanji akan membahagiakan mereka.

Angelina turut menyampaikan rasa terima kasih kepada warga binaan yang telah menemani hari-harinya selama di penjara. Dia berpesan kepada warga binaan yang masih harus menjalani masa hukuman di penjara untuk tetap semangat.

“Insyaallah kalian akan bebas juga, terima kasih sudah menemani hari-hari saya,” kata Angelina.

Baca Juga:

Terpidana Korupsi Angelina Sondakh Bisa Bebas 27 April Kalau Bayar Rp 4,5 Miliar

Pemilik nama lengkap Angelina Patricia Pinkan Sondakh ini masih dengan status cuti menjelang bebas (CMB). Angelina menjalani CMB sebagai klien pemasyarakatan, dengan bimbingan lanjutan Balai Pemasyarakatan Jakarta Selatan selama tiga bulan.

Diketahui, Angelina Sondakh mulai menjalankan pidana terhitung mulai tanggal 27 April 2012, dengan putusan pidana 10 tahun berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor (MA) 1616 K/Pid.Sus/2013.

Berdasarkan putusan MA Nomor 107PK/Pid.Sus/2015, Angelina Sondakh dijatuhi hukuman pidana penjara selama 10 tahun dan denda Rp 500.000.000 subsider 6 bulan kurungan (sudah dibayar).

Kemudian ia diwajibkan membayar uang pengganti Rp 2.500.000.000 dan USD 1.200.000 subsider 1 tahun penjara sudah dibayar Rp 8.815.972.722, sisa Rp 4.538.027.278, subsider 4 bulan 5 hari (belum dibayar, diganti dengan menjalankan pidana kurungan 4 bulan 5 hari). (Pon)

Baca Juga:

Suami Angelina Sondakh Divonis 5 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ada 11 Juta Lowongan Kerja di Amerika, Indonesia Jajaki Kerja Sama Pemagangan
Indonesia
Ada 11 Juta Lowongan Kerja di Amerika, Indonesia Jajaki Kerja Sama Pemagangan

Berdasarkan pengalaman program pemagangan di Jepang, peserta pemagangan dari Indonesia selain mendapatkan manfaat belajar hard skill, juga mengambil manfaat budaya kerjanya.

Anak dan Mantu Jokowi Sambangi Ganjar, Klaimnya Hanya Makan Siang
Indonesia
Anak dan Mantu Jokowi Sambangi Ganjar, Klaimnya Hanya Makan Siang

Putra sulung dan menantu Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution mendadak mengunjungi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo di kantornya, Semarang, Senin (28/3).

Pemerintah dan DPR Didesak Kaji Penggunaan Narkotika untuk Kesehatan
Indonesia
Pemerintah dan DPR Didesak Kaji Penggunaan Narkotika untuk Kesehatan

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materil pasal pelarangan Narkotika Golongan I untuk pelayanan kesehatan.

Pemprov DKI Diminta Evaluasi Perubahan Nama Jalan di Jakarta
Indonesia
Pemprov DKI Diminta Evaluasi Perubahan Nama Jalan di Jakarta

Kebijakan perubahan nama jalan di DKI Jakarta banyak mendapat protes warga karena minimnya sosialisasi dan tidak melalui proses konsultasi warga terlebih dahulu.

Wanti-wanti Kenaikan Tren COVID-19, Kapolri Minta Forkopimda Awasi Objek Wisata
Indonesia
Wanti-wanti Kenaikan Tren COVID-19, Kapolri Minta Forkopimda Awasi Objek Wisata

Kapolri meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Malang Raya untuk mengantisipasi adanya lonjakan aktivitas masyarakat di tempat-tempat objek wisata.

Terus Naik Lagi! COVID-19 RI 2 Februari Tambah 17.895 Kasus
Indonesia
Terus Naik Lagi! COVID-19 RI 2 Februari Tambah 17.895 Kasus

Pemerintah memperbaharui data terkait kasus COVID-19 di Indonesia. Hari ini, dilaporkan ada tambahan 17.895 kasus Corona di Tanah Air.

KPK Cecar Wabup Mamberamo Tengah soal Pengondisian Pemenang Proyek
Indonesia
KPK Cecar Wabup Mamberamo Tengah soal Pengondisian Pemenang Proyek

KPK mencecar Yonas ihwal dugaan pengondisian pemenang sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamberamo Tengah oleh Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak.

Komisi I Bakal Dalami Hal Ini saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Besok
Indonesia
Komisi I Bakal Dalami Hal Ini saat Fit and Proper Test Calon Panglima TNI Besok

Komisi I DPR akan menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, Sabtu (6/11) besok.

Pemerintah Harus Kejar Target Vaksin Booster Pertama untuk Masyarakat
Indonesia
Pemerintah Harus Kejar Target Vaksin Booster Pertama untuk Masyarakat

Ketua DPR RI, Puan Maharani mendorong Pemerintah agar segera mengejar target jumlah pemberian booster pertama untuk masyarakat umum, mengingat cakupannya masih rendah.

Densus 88 Selidiki Dugaan Aliran Dana Oknum ACT ke Organisasi Terlarang
Indonesia
Densus 88 Selidiki Dugaan Aliran Dana Oknum ACT ke Organisasi Terlarang

Pengusutan aliran dana mencurigakan dari oknuk yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) memasuki babak baru.