Bawaslu Sebut Isu SARA Rentan Terjadi di Pemilu 2024

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 07 Desember 2023
Bawaslu Sebut Isu SARA Rentan Terjadi di Pemilu 2024
Ilustrasi - Logo Bawaslu.(ANTARA)

MerahPutih.com - Memasuki masa kampanye Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan pencegahan politisasi SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan).

Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menjelaskan, pihaknya sudah mencanangkan rawannya politisasi identitas SARA.

Baca Juga:

Bawaslu DKI Bakal Panggil Gibran Buntut Bagi-Bagi Susu di CFD

Menurutnya di Indonesia, terdapat empat indikator politisasi identitas, yaitu kampanye sarat SARA di media sosial maupun di tempat umum, penolakan calon kandidat berbasis SARA, dan kekerasan berbasis agama hingga suku.

Apabila saling provokasi dan intimidasi tidak dikelola dengan baik, maka dinamika konflik akan berkembang dengan cepat dan menjadi sangat kekerasan (brutal).

“Berakhir dengan bentrokan antar kelompok atau kerusuhan massal yang berkepanjangan," katanya yang dikutip di Jakarta, Kamis (7/12).

Lolly menegaskan, Bawaslu tidak hanya diam, sehingga terus berupaya mencari solusi untuk mencegah terjadinya politisasi SARA dalam pesta demokrasi.

Baca Juga:

Pj Heru Tak Mau Dikaitkan dengan Gibran Bagi-Bagi Susu di CFD: Tugas Bawaslu Lah

Di antaranya, lanjut dia, melakukan kolaborasi dengan banyak pihak dalam menyusun bank data kasus politisasi identitas. Dan lengkap dengan karakteristik dan sebarannya sebagai kajian ilmiah, sebagai landasan pengambilan kebijakan pencegahan ke depan.

"Bawaslu juga melakukan pendidikan pemilih secara masif dengan melibatkan tokoh masyarakat, organisasi pemberdayaan masyarakat, FKUB, media online/offline dan seluruh elemen masyarakat," tuturnya.

Selain itu, sambung Lolly, melakukan kerjasama pihak seperti Kemenkominfo, TNI, Polri, Dewan Pers dan Platform Media Sosial untuk mencegah kampanye identitas dan provokasi di media sosial dan media massa lainnya.

"Saat ini kami intens melakukan patroli pengawasan siber yang Intensif untuk mencegah potensi berkembangnya politisasi identitas," tutupnya. (Knu)

Baca Juga:

Bawaslu Ingatkan Ancaman Sanksi bagi Peserta Pemilu Tak Patuh Laporkan Dana Kampanye

#Gibran Rakabuming #Bawaslu #Bawaslu RI #Heru Budi Hartono
Bagikan
Bagikan