Bawaslu NTT Telusuri Keabsahan Surat Kedubes AS Terkait Status Cabup Sabu Raijua Orient Riwu Kore. (Foto: Facebook Orient Riwu Kore)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nusa Tenggara Timur menulusuri keabsahan surat balasan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menyatakan bahwa Calon Bupati Sabu Raijua terpilih Orient Riwu Kore merupakan warga AS.

"Kami telusuri kembali. Bukan kami meragukan, melainkan kami akan memastikan lagi keabsahan dan kebenaran dokumen tersebut," ucap Ketua Bawaslu Provinsi NTT, Thomas Djawa di Kupang, Rabu (3/2).

Baca Juga

Warga AS Terpilih Jadi Bupati, Bawaslu Sabu Raijua: Dia Lakukan Pembohongan Publik

Thomas mengatakan hal itu berkaitan dengan adanya konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta yang menyatakan bahwa Orient Riwu Kore masih berstatus sebagai warga negara AS.

Bawaslu Provinsi NTT bersama Bawaslu RI berkoordinasi lagi dengan pihak Kedubes AS untuk memastikan bahwa Orient adalah warga negara AS.

"Surat dari Kedubes AS itu langsung ditujukan kepada Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua. Oleh karena itu, kami ingin memastikan lagi keaslian dari surat itu," sambungnya dikutip Antara.

Thomas juga mengaku belum bisa memastikan bahwa surat untuk Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua itu adalah surat yang dikirim oleh Kedubes AS.

Bawaslu Provinsi NTT belum bisa bersikap terkait dengan kelanjutan dari dugaan warga negara asing (WNA) yang menjadi calon bupati terpilih karena masih dalam penelusuran.

"Saya harapkan secepatnya kami dapat hasilnya sehingga bisa tahu kelanjutannya seperti apa," jelasnya

Sebelumnya diberitakan bahwa Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua menerima konfirmasi dari Kedubes AS bahwa Calon Bupati Sabu Raijua terpilih Orient Riwu Kore masih berstatus warga negara AS.

"Pihak Kedubes AS di Jakarta sudah memberikan konfirmasi dan membenarkan bahwa yang bersangkutan masih berkewarganegaraan AS," ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua, Yugi Tagi Huma.

Ketua Bawaslu Provinsi NTT Thomas Djawa. ANTARA/Kornelis Kaha
Ketua Bawaslu Provinsi NTT Thomas Djawa. ANTARA/Kornelis Kaha

Yugi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke kantor imigrasi di Kupang dan pusat untuk mencari tahu soal dugaan Calon Bupati Sabu Raijua terpilih masih berkewarganegaraan AS.

Selain itu, Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua juga sudah menyampaikan surat pemberitahuan itu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat untuk menanggapi masalah ini.

Yugi mengatakan bahwa saat pilkada pihaknya sudah mengingatkan KPU Kabupaten Sabu Raijua untuk menyelidiki isu bahwa Orient bukan warga negara Indonesia.

"Kami juga sudah sampaikan peringatan sebelum penetapan. Kami minta mereka agar jangan terburu-buru menetapkan pasangan calon bupati dan wakil bupati terpilih, tetapi akhirnya ditetapkan juga," katanya.

Bahkan, Bawaslu Kabupaten Sabu Raijua bekerja sama dengan Dinas Kependudukan Kota Kupang memastikan kewarganegaraan Orient.

Menurut dia, Bawaslu sudah menyelidiki dugaan kewarganegaraan Orient itu sejak awal Januari 2021.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat ke Kedubes AS di Jakarta sejak awal Januari.

"Namun, baru ada konfirmasi dari Kedubes AS di Jakarta pada hari Selasa (2/2) setelah penetapan pasangan calon bupati/wakil bupati terpilih," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Mendagri Ingatkan KPU dan Bawaslu Tidak Mendiskualifikasi Pemenang Pilkada

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
APPBI Solo Sebut Aturan PPKM di Daerah Bikin Ekonomi Sulit Pulih
Indonesia
APPBI Solo Sebut Aturan PPKM di Daerah Bikin Ekonomi Sulit Pulih

Ia mencontohkan banyak pengunjung dari luar kota Solo terpaksa harus pulang karena ada aturan SE Wali Kota Solo melarang anak di bawah 15 tahun masuk mal.

Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim
Indonesia
Kejagung Kembalikan Berkas Kasus Red Notice Djoko Tjandra ke Bareskrim

Kejaksaan Agung (Kejagung) mengembalikan berkas kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra ke Bareskrim Polri.

Aturan PPKM Mikro, Mal Buka Sampai Jam 9 Malam, WFH Bisa 50 Persen
Indonesia
Aturan PPKM Mikro, Mal Buka Sampai Jam 9 Malam, WFH Bisa 50 Persen

pusat perbelanjaan atau mal dapat beroperasi hingga pukul 21.000 waktu setempat.

Enam Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Berhasil Diidentifikasi
Indonesia
Enam Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air Kembali Berhasil Diidentifikasi

Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur kembali mengidentifikasi enam penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ1 82 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Muhammadiyah Minta Kasus Kematian Pengawal Rizieq Jadi Koreksi Bagi Negara
Indonesia
Muhammadiyah Minta Kasus Kematian Pengawal Rizieq Jadi Koreksi Bagi Negara

PP Muhammadiyah mengaku prihatin atas peristiwa yang terjadi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan evaluasi dan koreksi ke depannya.

Kapolri Ditagih Janjinya Soal Dugaan Investasi Bodong
Indonesia
Kapolri Ditagih Janjinya Soal Dugaan Investasi Bodong

Bareskrim sendiri sudah menetapkan tersangka dalam perkara dugaan investasi bodong KSP Indosurya

Dua Wilayah DKI Berpotensi Hujan Disertai Petir, Warga Diminta Waspada
Indonesia
Dua Wilayah DKI Berpotensi Hujan Disertai Petir, Warga Diminta Waspada

Wilayah administrasi Jakarta Barat dan Jakarta Pusat diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan pada pagi hari

Belasan Kampanye Calon Kepala Daerah di Jateng Dibubarkan
Indonesia
Belasan Kampanye Calon Kepala Daerah di Jateng Dibubarkan

Dia menjelaskan pembubaran konvoi yang dilakukan Bawaslu karena melanggar protokol kesehatan.

PLN Kirim Material Kelistrikan Tambahan ke Sulbar
Indonesia
PLN Kirim Material Kelistrikan Tambahan ke Sulbar

Untuk mendukung pemulihan listrik, terdapat 10 unit trafo yang saat ini masih dalam perjalanan dari Kalimantan. Trafo ini diperkirakan tiba pada Kamis (20/1).

Aksi Bela Palestina, Polisi Lebih Banyak Jaga di Kedubes Amerika Ketimbang Kantor PBB
Indonesia
Aksi Bela Palestina, Polisi Lebih Banyak Jaga di Kedubes Amerika Ketimbang Kantor PBB

polisi belum memberlakukan pengalihan arus lalu lintas