Bawaslu Libatkan Kelompok Disabilitas jadi Pengawas Pemilu 2024 Anggota Bawaslu Loly Suhenty. (Foto: Bawaslu.go.id)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) bakal memperluas cakupan anggotanya untuk mengawasi jalannya Pemilu 2024.

Salah satunya melibatkan kelompok disabilitas sebagai bagian dari pengawas Pemilu. Bawaslu akan membuat surat edaran terkait pelibatan disabilitas dalam pengawasan pemilu.

Baca Juga:

Bawaslu Ungkap Potensi Konflik Pemilu 2024

Pelibatan disabilitas dalam kegiatan Bawaslu, baik sebagai peserta maupun pembicara. Nantinya, mereka akan dilibatkan dalam tiap tahapan pengawasan.

"Semisal, dalam pengawasan logistik pemilu, baik alat coblos maupun surat suara," jelas Anggota Bawaslu Lolly Suhenty, Jumat (12/8).

Bawaslu pun menjamin akan mempermudah akses bagi penyandang disabilitas yang ingin menyalurkan suaranya pada pemilu dan pemilihan.

"Jaminan hak pilih bagi disabilitas, menjadi konsentrasi serius Bawaslu memastikan pemilu aksesibel," ujarnya.

Baca Juga:

Bawaslu Gandeng Polri Susun Indeks Kerawanan Pemilu 2024

Sementara itu, Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda memastikan Bawaslu akan mengecek kesiapan kabupaten/kota sebelum pembentukan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas) kecamatan atau Panwascam.

"Nanti harus ada tim untuk mengecek kesiapan masing-masing kabupaten kota. Mana yang dapat melaksanakan socrative dan mana yang manual," katanya.

Soal pembentukan Panwascam, Herwyn berharap dapat segera dibentuk pada bulan September 2022 mendatang.

"Kami berkejaran dengan waktu dan diharapkan pedomannya selesai bulan Agustus. Sehingga bulan September dapat memulai tahapan seleksi," katanya.

Sekedar informasi, masa kampanye direncanakan berlangsung pada 13 November 2023 hingga 10 Februari 2024 atau selama 75 hari. Adapun hari pemungutan suara tetap pada 14 Februari 2024. (Knu)

Baca Juga:

Jelang Verifikasi Parpol, Bawaslu Minta Jajarannya Bekerja Sesuai Regulasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Lebih Enam Bulan Tidak Disuntik Dosis Dua, Warga Harus Mengulang Vaksinasi
Indonesia
Lebih Enam Bulan Tidak Disuntik Dosis Dua, Warga Harus Mengulang Vaksinasi

Ketentuan itu dimaksudkan untuk memberikan perlindungan yang optimal kepada masyarakat dari potensi terburuk infeksi SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Hotel Grand Cempaka Jadi Tempat Karantina Atlet DKI Sepulang dari PON
Indonesia
Hotel Grand Cempaka Jadi Tempat Karantina Atlet DKI Sepulang dari PON

Pemprov DKI Jakarta telah memutuskan Hotel Grand Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat sebagai tempat karantina kontingen Atlet DKI sepulang PON.

 IMF: Sektor Pariwisata Harus Segera Dipulihkan
Indonesia
IMF: Sektor Pariwisata Harus Segera Dipulihkan

Pemerintah sudah menerapkan aturan tidak perlu lagi tes pcr atau antigen bagi pelaku perjalanan dalam negeri dengan memakai moda trasportasi laut, darat dan udara.

[Hoaks atau Fakta]: Air Jeruk Nipis Bersihkan Paru-Paru dari Asap Rokok
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Air Jeruk Nipis Bersihkan Paru-Paru dari Asap Rokok

Untuk membersihkan paru-paru dari asap rokok dapat menggunakan obat-obatan yang disebut sebagai mukolitik

Golkar Ogah Ikut Cara NasDem Cepat-cepat Umumkan Capres
Indonesia
Golkar Ogah Ikut Cara NasDem Cepat-cepat Umumkan Capres

Golkar, PAN dan PPP telah melakukan kesepatan membentuk Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

Tinjau Venue Piala Dunia U-20 di Solo, FIFA Soroti Rumput Stadion Manahan
Olahraga
Tinjau Venue Piala Dunia U-20 di Solo, FIFA Soroti Rumput Stadion Manahan

Dalam inspeksi tersebut, FIFA menyoroti soal rumput Stadion Manahan.

PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Masuk Level 2 karena Subvarian Baru
Indonesia
PPKM Jawa-Bali, Jabodetabek Masuk Level 2 karena Subvarian Baru

Pemerintah kembali menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa-Bali.

Edy Mulyadi Bakal Diperiksa Polisi Terkait Ucapan Kontroversialnya
Indonesia
Edy Mulyadi Bakal Diperiksa Polisi Terkait Ucapan Kontroversialnya

Pegiat media sosial Edy Mulyadi akan diperiksa sebagai saksi pada Jumat (28/1).

Ini Sanksi 3 ASN Kepergok Gibran Makan saat Jam Kerja Pakai Sandal Jepit
Indonesia
Ini Sanksi 3 ASN Kepergok Gibran Makan saat Jam Kerja Pakai Sandal Jepit

Pemkot sedang memproses tiga aparatur sipil negara (ASN) yang dipergoki Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka asyik makan dan pakai sandal jepit saat jam kerja.

AHY Kabarkan Kondisi Terbaru SBY yang Dirawat di AS
Indonesia
AHY Kabarkan Kondisi Terbaru SBY yang Dirawat di AS

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang ikut mendampingi ayahnya memberikan kabar terbaru.