Bawaslu: Kampanye Langsung Masih Jadi Pilihan, Protokol Kesehatan Masih Dilanggar Komisioner Bawaslu, Mochammad Afifuddin. (MP/Fadhli)

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) melakukan evaluasi penyelenggaraan kampanye Pilkada 2020 dalam tiga hari terakhir, yaitu 28, 29 dan 30 September. Hasilnya, masih ada pasangan calon (paslon) yang melanggar protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Bawaslu RI melakukan evaluasi dalam tiga hari terakhir pelaksanaan kampanye Pemilihan serentak di tiga hari terakhir," kata Komisioner Bawaslu, Afifuddin dalam keterangannya, Kamis (1/10).

Baca Juga:

Penanganan COVID-19 Terhambat Ego Sektoral dan Regulasi

Afifuddin menjelaskan, dalam tiga hari tersebut, terdapat 582 kegiatan kampanye di 187 Kabupaten/Kota. Menurut dia, pelanggaran protokol kesehatan, masih ditemukan pada 35 kabupaten/kota di antaranya.

"Pelanggaran protokol kesehatan tersebut ditemukan di 35 Kabupaten/Kota dimana masih tim kampanye tidak memastikan protokol pencegahan COVID-19 selama kampanye berlangsung," ujarnya.

Kerumunan Massa
Kerumunan massa saat tahapan pilkada. (Foto: istimewa)

Adapun daerah yang melanggar protokol pencegahan COVID-19 tersebut yakni, Depok, Trenggalek, Mojokerto, Ketapang, Bontang, Supiori, Bulukumba, Pasangkayu, Makassar dan Solok Selatan.

Baca Juga:

Perintah Luhut Kendalikan Pandemi COVID-19 di 9 Provinsi

"Data dalam 3 hari terakhir menunjukkan, mayoritas pilihan pasangan calon dan tim kampanye masih menggunakan kampanye dalam bentuk pertemuan langsung yang membutuhkan protokol kesehatan. Pilihan kampanye ini juga berpotensi adanya penyebaran COVID-19," kata Afifuddin. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH