Bawaslu Bogor: Anies Terancam 3 Tahun Penjara dan Denda Rp 36 Juta

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor hingga kini sedang meneliti jawaban Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas 27 pertanyaan yang diajukan saat pemeriksaan di Bawaslu Jakarta.

Bawaslu Bogor masih memerlukan beberapa telaah sebelum memberi putusan apakah Anies melanggar Undang-undang tentang Pemilu dalam kegiatan Konferensi Nasional Gerindra di Sentul, Bogor beberapa waktu lalu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah menuturkan pihaknya tidak hanya memeriksa soal pose dua jari Anies. Namun, juga kehadiran dan pernyataan-pernyataan Anies di acara itu yang diduga menguntungkan pasangan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (MP/Asropih)

Menurut dia, jika melanggar Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, Anies terancam pidana maksimal 3 tahun penjara.

"Iya maksimal 3 tahun," tuturnya.

Dalam Pasal 547 UU Pemilu, setiap pejabat yang dengan sengaja melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu peserta pemilu dalam masa kampanye dipidana tiga tahun penjara dan denda Rp36 juta.

"Dugaan (pidananya) ada, tapi belum diputuskan," ungkap dia.

Diketahui, tersebar video di kalangan wartawan Anies diberi kesempatan berpidato dalam acara konferensi nasional Gerindra, Sentul, Senin (17/12) lalu. Anies yang berpidato dengan memakai batik hitam khas Betawi bermotif Ondel-ondel di acara Gerindra itu secara nyata menunjukkan jari telunjuk dan jempol dihadapan peserta.

Akibatnya Anies dilaporkan Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR) ke Bawaslu RI. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH