Bawaslu Beri Catatan dan Evaluasi Pilkada Serentak 2020 dari Berbagai Aspek Ilustrasi (Foto: Bawaslu).

Merahputih.com - Bawaslu melakukan mempunyai catatan dan evaluasi pelaksanaan Pilkada Serentak 2020. Pertama, dilihat dari sisi penggunaan sistem informasi.

Jika KPU menggunakan Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi), maka Bawaslu menggunakan Sistem Pengawasan Pemilu (Siwaslu).

"Dalam mendokumentasikan hasil penghitungan suara, Sirekap dan Siwaslu menggunakan metode yang hampir sama yaitu memfoto lembar C. Hasil-KWK dan mengirimkannya melalui aplikasi Android," ujar Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar, Jumat (11/12).

Baca Juga

Putra-Menantu Jokowi Unggul Telak di Pilkada Serentak

Selain mendokumentasikan hasil, Siwaslu juga mendokumentasikan proses persiapan pelaksanaan pemungutan dari masa tenang, persiapan logistik pemungutan suara, politik uang, dan proses pemungutan saat hari pencoblosan.

"Dengan sistem yang dimiliki Siwaslu maka sejak kemarin kami dapat menampilkan hasil pengawasan pada saat persiapan, proses penghitungan, dan setelah penghitungan," jelasnya.

Aspek selanjutnya dari sisi tantangan rekapitulasi suara. Dia menyebutkan pelaksanaan rekapitulasi suara yang berlangsung hari ini, 10 desember 2020, berdasarkan data bergerak KPU menggunakan Sirekap belum maksimal dalam mengumpulkan data hasil dari setiap TPS.

Proses input data ke Sirekap memerlukan percepatan jika proses rekapitulasi suara diputuskan dilakukan melalui sistem informasi itu.

"Hal itu mengingat keterbatasan jaringan merupakan tantang utama bagi penggunaan sistem informasi," katanya.

Apabila rekapitulasi dilakukan secara manual, Fritz meyakinkan KPU harus segera mengeluarkan kebijakan agar semua PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) menerapkan model rekapitulasi tersebut.

Bila model rekapitulasi ini tidak segera diputuskan, maka rekapitulasi di tingkat PPK berpotensi molor hingga tenggat yang ditetapkan dalam Peraturan KPU (PKPU).

"Karena kalau kita melihat PKPU tahapan rekapitulasi tingkat kecamatan hanya hingga Senin, 14 Desember 2020," jelasnya.

Ilustrasi Pilkada serentak 2020 (ANTARA/HO/20)

Terakhir, catatan dan evaluasi dilihat dari sisi tantangan kondisi alam. Menurutnya pelaksanaan pilkada di bulan Desember dengan kondisi musim hujan yang berpotensi mengganggu tahapan pemilihan khususnya pada pengamanan perlengkapan pemungutan suara, distribusi logistic, dan proses pemungutan suara.

Potensi adanya hujan, angin kencang, dan ombak akhirnya dialami oleh sebagian daerah yang melaksanakan Pilkada 2020.

"Hal itu berakibat distribusi logistik yang terlambat sebagaimana hasil pengawasan Bawaslu pada akhirnya memundurkan waktu pembukaan TPS," sebutnya.

Selain itu akibat kondisi alam, terdapat TPS yang akhirnya dipindah karena lokasi sebelumnya terkena banjir sehingga pemungutan dan penghitungan suara tidak dapat dilakukan di lokasi tersebut.

Baca Juga

Kalah di Rumah Sendiri, Machfud Arifin Hanya Kebagian 20 Suara

Kondisi alam yang dapat mengganggu pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara wajib menjadi perhatian bagi penyelenggara pemilihan kedepan.

"Daya antisipasi terhadap perubahan cuaca yang tidak pasti wajib diberlakukan terutama pada pengadaan dan pengiriman logistik serta penempatan lokasi TPS," jelasnya. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelajar Rentan Kecanduan Gawai Akibat Pembelajaran Jarak Jauh
Indonesia
Pelajar Rentan Kecanduan Gawai Akibat Pembelajaran Jarak Jauh

"Kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri bagi para siswa, yang mana mereka rentan sekali kecanduan gawai," ujar Natalina

Digeruduk Puluhan Orang Tua Calon Siswa, DPRD Bakal Panggil Disdik DKI
Indonesia
Digeruduk Puluhan Orang Tua Calon Siswa, DPRD Bakal Panggil Disdik DKI

Mereka protes PPDB tahun 2020-2021 jalur zonasi yang menggunakan pertimbangan usia.

Pasca Liburan Panjang, Pelaku Usaha Wisata Tes Usap Masal
Indonesia
Pasca Liburan Panjang, Pelaku Usaha Wisata Tes Usap Masal

Pengambilan sampel usap juga akan menyasar warga DIY yang selama libur panjang menerima tamu atau keluarga dari luar daerah.

Pemerintah Pusat Monitor Hitung Suara Pilkada Sumbawa
Indonesia
Pemerintah Pusat Monitor Hitung Suara Pilkada Sumbawa

Pilkada Sumbawa sejatinya diikuti lima pasangan calon

'Disentil' KPAI, Panitia Apel Siaga Ganyang Komunis Buka Suara
Indonesia
'Disentil' KPAI, Panitia Apel Siaga Ganyang Komunis Buka Suara

Pihaknya sangat memperhatikan penerapan protokol kesehatan

Karyawati ini Rogoh Kocek Rp200 Juta untuk Habisi Bosnya
Indonesia
Karyawati ini Rogoh Kocek Rp200 Juta untuk Habisi Bosnya

Ia menyiapkan dana Rp 200 juta untuk menyewa pembunuh bayaran.

Idham Azis Yakin Tangan Dingin Listyo Sigit Bawa Polri Jauh Lebih Baik Lagi
Indonesia
Idham Azis Yakin Tangan Dingin Listyo Sigit Bawa Polri Jauh Lebih Baik Lagi

Sigit juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Idham

BNN Gagalkan Penyelundupan 450 Kilogram Ganja Dalam Paralon di Bogor
Indonesia
BNN Gagalkan Penyelundupan 450 Kilogram Ganja Dalam Paralon di Bogor

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggagalkan pengiriman 450 Kg ganja di Jalan Raya Parung, Kabupaten Bogor, Selasa (9/2) dini hari tadi.

Jokowi Teken Perpres Lanjutkan Reklamasi Jakarta Pas Pandemi, Ini Dalih Seskab
Indonesia
Jokowi Teken Perpres Lanjutkan Reklamasi Jakarta Pas Pandemi, Ini Dalih Seskab

Jokowi meneken perpres pada 13 April lalu. Izin pembangunan di Pulau C, D, G, N.

Kejagung Garap 5 Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
Indonesia
Kejagung Garap 5 Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya

Pemeriksaan para saksi tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan