Bawaslu Bakal Patroli di Medsos Jelang Pilkada Jabar Ilustrasi berita hoax. Foto: Ist

MerahPutih.com- Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat, Harminus Koto mengatakan, dalam pengawasan di media sosial pihaknya telah membuat tim patroli media siber. Tugasnya untuk memantau aktivitas kampanye yang masing-masing paslon.

"Kita akan patroli di media sosial terkait isu sara, berita hoax dan tim patroli ini ada hingga tingkat desa," kata Harminus melalui sambungan telepon.

Ia pun mengimbau kepada tiap paslon agar selalu menampilkan kampanye yang positif.

KPU Jawa Barat mengeluarkan aturan kepada tiap-tiap pasangan calon yang ikut dalam Pilkada serentak 2018 termasuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat harus mendaftarkan akun medsosnya kepada KPU. Hal itu dilakukan untuk mempermudah pengawasan.

Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat mengatakan, KPU membatasi hanya lima akun yang berhak di daftarkan oleh masing-masing paslon. Hal itu didasarkan kepada ketentuan Pasal 47 Ayat (3) Peraturan KPU Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

"Akun medsos paling banyak lima akun dan harus dilaporkan ke KPU," kata Yayat usai rapat koordinasi di Gedung DPRD Jawa Barat

Komisioner KPU Jabar Divisi Hukum, Agus Rustandi menambahkan, konten-konten yang disajikan dalam akun medsos tersebut tidak boleh menyinggung soal isu SARA, menyudutkan lawan, harus sopan dan beretika.

"Kampanye dalam bentuk lainnya pun diatur tidak boleh menyudutkan, isu SARA," ujarnya.

Ia mengatakan, masing-masing akun yang telah didaftarkan ke KPU akan dilaporlan pula kepada Bawaslu. Sehingga nanti Bawaslu akan melakukan pengawasan berkaitan dengan kampanye tiap tiap pasangan calon di mendsos.

"Besok Senin kita mau koordinasi dengan tim kampanye tiap tiap paslon berkaitan dengan kampanye soal dan dana kampanye. Kita akan kupas tuntas mekanisme aturan kampanye dan dana kampanye," ujarnya.

Dikatakan Agus, akun medos tersebut harus didaftarkan pada saat penetapan calon 12 Februari 2018 atau paling lambat sehari sebelum masa kampanye dimulai.

"Masa kampanye kan 15 Februari jadi paling lambat 14 Februari harus sudah didaftarkan," kata Agus seraya menambahkan, bahwa apabila telat melakukan pendaftaran akan diberikan himbauan untuk segera mendaftar

Berita ini laporan Yugi Prasetyo, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Bandung dan sekitarnya.



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH