berita-singlepost-banner-1
Bawaslu: Ada 7.300 Kesalahan Entri Data Anggota Bawaslu Rahmat Bagja
berita-singlepost-banner-2
berita-singlepost-mobile-banner-7

MerahPutih.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menemukan 7.300 kesalahan entri data dalam sistem informasi penghitungan suara (Situng) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagian besar kesalahan disebabkan form C1 yang bermasalah lantaran dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

"Yang jelas ada terdapat 7300-an kesalahan entri. Kemudian 7 ribu itu tidak bisa diperbaiki. Kenapa? karena C1 nya yang bermasalah," kata Anggota Bawaslu Rahmat Bagja dalam diskusi di Jakarta Pusat, Sabtu (18/5).

Bagja mengatakan, temuan ini jauh lebih kecil dari laporan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Relawan IT BPN Prabowo-Sandi melaporkan ada 73 ribu kesalahan entri daya Situng.

"Kalau di masalah Situng tidak terlihat kemudian buktinya 73 ribu ya," ungkapnya.

Bawaslu Rahmat Bagja
Anggota Bawaslu Rahmat Bagja

Atas temuan itu, kata Bagja, Bawaslu telah merekomendasikan KPU untuk memperbaiki data dalam Situng. Perbaikan diminya dimulai dari tingkay kecamatan. KPU diminta menggiatkan kembali unggahan form C1 sampai data di tingkat provinsi.

"Sudah selesai sekarang. Karena dokumen ini sudah terpublish tidak ada lg yang mengotak-atik lagi secara sembunyi-sembunyi, itulah bentuk transparansi," ujarnya.

Bagja menegaskan, Situng tidak akan mempengaruhi rekapitulasi berjenjang yang dilakukan KPU. Formulir C1 yang diunggah hanya digunakan untuk nengontrol prosesnya.

"Yang jadi pedoman adalah salinan plano yang dilakukan bersama-sama, bukan situng. Situng hanya jadi informasi ke masyarakat," tutupnya. (Knu)


berita-singlepost-mobile-banner-3
Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH


berita-singlepost-banner-4
berita-singlepost-banner-5
berita-singlepost-banner-6