Larang Bawahan Main TikTok, Jaksa Agung Dikritik Harusnya Tiru TNI dan Polisi Jaksa Agung. (Foto: Kejagung)

MerahPutih.com - Dalam Arahannya yang diunggah di Kanal YouTube, Jaksa Agung ST Burhanuddin, meminta bawahanya dalam menggunakan media sosial harus sesuai norma kepatutan, hindari sara, radikalisme, kebohongan dan mematuhi aturan yang dikeluarkan dan wajib memperhatikan etika, adab dan sopan santun.

"Tolong hindari memamerkan kemewahan atau hedonisme dalam kehidupan keseharian kita di media sosial. Saya juga ingatkan sekali lagi untuk teman-teman, hindari bermain TikTok yang ujungnya adalah hedonisme," ujar ST Burhanuddin dalam video yang berjudul 'Arahan Jaksa Agung RI Dalam Penggunana Media Sosial Secara Bijaksana', yang disiarkan di YouTube Kejaksaan RI, Selasa (11/10).

Baca Juga:

Jaksa Agung Akui 11,44 Persen Pegawainya Belum Laporkan LHKPN

Digital Business Consultant, Tuhu Nugraha mengatakan, perintah untuk menghindari bermain TikTok, menunjukan Jaksa Agung tidak mengikuti perkembangan teknologi informasi.

"Susah juga melarang (mereka menggunakan TikTok). Sekarang hal yang lebih baik dilakukan pengaturan rambu-rambunya dibanding melarang, dirangkul tapi dengan beberapa etika dan aturan," ujar Tuhu di Jakarta, Kamis (14/10).

Kejaksaan disarankan harusnya memilih memberikan aturan yang jelas. Misalnya, membolehkan para aparatnya membuat konten Tiktok dengan pesan positif, membatas area/lokasi yang tidak boleh, serta menguatkan etika.

"Kejaksaan Agung bisa membuat konten yang menarik terkait dengan capaian kinerjanya. Jadi tergantung pesan apa yang ingin disampaikan ke publik. Sangat bisa itu, karena segala lapisan masyarakat justru adanya di TikTok," ujarnya.

Menurut Tuhu, perkembangan aplikasi TikTok saat ini sangatlah pesat, karena orang lelah dengan aplikasi lainnya, seperti Instagram yang harus terlihat sempurna, bahagia dan kaya.

"TikTok membuat orang bisa tampil apa adanya dan utamanya ada ‘kode etik tak tertulis’ untuk tidak saling membully," kata dia.

Tuhu memberikan contoh yang dilakukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) bagus sebagai benchmark. Aturan di TNI, lanjut dia, tidak ada pelarangan, tetapi lebih tegas kepada aturannya dan lebih membantu membangun reputasi TNI.

"Mereka banyak bikin TikTok anggotanya, tapi nggak pernah ada di markas TNI dan temanya hampir seragam yaitu tentang sosok TNI beserta keluarganya," ujarnya.

Institusi Polri, ungkap Tuhu, juga turut meramaikan konten di Tiktok untuk branding image positif tentang polisi. "Mereka mau mengejar image polisi sebagai sahabat publik," tutupnya.

Baca Juga:

Jaksa Agung Minta Keadilan Restoratif Diterapkan Sesuai dengan Maksud dan Tujuan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Moeldoko: Pandemi Memaksa Kita Tinggalkan Cara Kerja Lama yang Lamban
Indonesia
Moeldoko: Pandemi Memaksa Kita Tinggalkan Cara Kerja Lama yang Lamban

Dulu kita tidak pernah membayangkan work from home

Warga Sekitar Pemakaman COVID-19 Keputih Keluhkan Raungan Sirene Ambulans
Indonesia
Warga Sekitar Pemakaman COVID-19 Keputih Keluhkan Raungan Sirene Ambulans

Suara sirene mobil ambulans terus berbunyi melintasi Jalan Keputih Surabaya. Pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari.

Kendala Komnas HAM Rampungkan Dugaan Pelanggaran HAM TWK KPK
Indonesia
Tangerang Targetkan 2,5 Juta Warganya Sudah Divaksin Akhir Tahun
Indonesia
Tangerang Targetkan 2,5 Juta Warganya Sudah Divaksin Akhir Tahun

Pemerintah Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten menargetkan 2,5 juta warganya sudah menjalani vaksinasi COVID-19 pada akhir tahun 2021.

Jakarta Jadi Daerah Tercepat Lakukan Vaksinasi
Indonesia
Jakarta Jadi Daerah Tercepat Lakukan Vaksinasi

Pemerintah menargetkan 208 juta warga negara Indonesia untuk vaksinasi COVID-19 guna membentuk kekebalan komunal.

Penjualan Secara Daring Terus Membaik
Indonesia
Penjualan Secara Daring Terus Membaik

Berdasarkan survei Bank Indonesia terhadap ekspektasi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada triwulan I 2021, masih lemah.

[Hoaks atau Fakta]: Uya Kuya Hipnotis Wapres Ma'ruf Amin
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Uya Kuya Hipnotis Wapres Ma'ruf Amin

Foto asli yang pertama adalah foto Uya Kuya. Foto tersebut diambil dari tayangan sebuah acara televisi ketika Uya Kuya menghipnotis komedian Sule

Ketua Komisi IX DPR: Soal Gaji Bukan Untuk Diumbar ke Publik
Indonesia
Ketua Komisi IX DPR: Soal Gaji Bukan Untuk Diumbar ke Publik

"Di luar pernyataan itu benar semua, saya tetap menyayangkan sikap Krisdayanti yang merupakan anggota Komisi IX DPR RI, tidak bisa menjaga etika," kata Felly.

BNN Ungkap Penyelundupan 450 Kilogram Sabu di Kepulauan Seribu
Indonesia
BNN Ungkap Penyelundupan 450 Kilogram Sabu di Kepulauan Seribu

BNN dan Badan Keamanan Laut (Bakamla) menangkap tiga pengedar dan menyita sekitar ratusan kilogram (kg) narkotika jenis sabu-sabu.

PTUN Jakarta Selesaikan Dualisme LMP, Sahkan Arsyad Cannu Sebagai Ketum
Indonesia
PTUN Jakarta Selesaikan Dualisme LMP, Sahkan Arsyad Cannu Sebagai Ketum

Kita tempuh itu agar nantinya tidak ada lagi dualisme