Bawa Pengungsi Rohingya, Nelayan Bangladesh Patok Tarif Rp 1,6 Juta per Kepala Para pengungsi Rohingya tiba di Pantai Bengal, Teknaf, Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

MerahPutih.com - Para pengungsi Rohingya yang menyelamatkan diri dari kekejaman militer Myanmar pergi menumpang perahu ke pantai di Teknaf, Bangladesh. Tapi, semua itu ada harganya.

Pengungsi Rohingya yang tiba di pantai Bengal, Teknaf, Bangladesh mengungkapkan bahwa perahu nelayan yang mereka tumpangi tidak gratis. Kepada wartawan Reuters, mereka mengaku merogoh kocek 10.000 taka (USD122) atau setara Rp 1,6 juta untuk orang dewasa.

Tentu itu bukan jumlah uang yang sedikit, mengingat banyak pengungsi Rohingya tak sempat kehilangan barang-barang berharga kecuali pakaian yang melekat di tubuhnya. Pilihan bagi mereka adalah berjalan kaki melewati hutan.

Pengungsi Rohingya meninggalkan Myanmar ke Bangladesh. (REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)

Tak sedikit di antara para pengungsi ini, baik yang menumpang perahu nelayan atau berjalan kaki harus meregang nyawa di tengah perjalanan.

Pernyataan berbeda disampaikan seorang nelayan Bangladesh yang memberikan tumpangan kepada para pengungsi Rohingya dengan perahunya. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral terhadap sesama saudara Muslim.

"Tentu saja kami akan terus menolong lebih banyak lagi. Kami, sesama Muslim bersaudara, sedang terpuruk. Jadi, saya harus menolong mereka," kata Mohammed Alom, 25, seorang nelayan asal Desa Shamlapur, Bangladesh.

Namun, pejabat pemerintah menuding para nelayan itu hanya mencari untung dari situasi sulit para pengungsi Rohingya. Mereka akan menangkap para nelayan itu dan membakar perahu-perahu mereka. (*)

Sumber : http://www.reuters.com/article/us-myanmar-rohingya-boatmen/saviors-or-profiteers-bangladesh-fishermen-rescue-rohingya-for-a-price-idUSKCN1BQ03M

Tags Artikel Ini

Luhung Sapto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH