Bawa Laras Panjang Ketika Pengembangan, Pihak Nia dan Ardi Bakrie Sebut Polisi Berlebihan Ardi Bakrie. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pengacara Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie menyayangkan aparat penegak hukum yang membawa senjata laras panjang saat pengembangan kasus kepemilikan narkoba sabu yang tengah membelitnya.

Menurut Penasihat hukum Nia Ramadhani Ardi Bakrie, Wa Ode, tindakan tersebut terkesan berlebihan. Sebab kliennya hanya sebagai korban penyalahgunaan narkoba bukan pengedar.

"Hanya saja memang, kami melihat teman-teman ada yang berlebihan sebagai penasihat hukum. Seperti ketika ada di media ada yang membawa senjata itu kan sangat berlebihan," ucap Wa Ode di Polres Metro Jakpus, pada Jumat (9/7) malam.

Baca Juga:

Nia Ramadhani dan Ardie Bakrie Terjerat Kasus Narkoba, Proses Hukum Harus Adil

Seharusnya, kata Wa Ode, pihak kepolian tidak berlaku demikian. Apalagi, salah satu kliennya merupakan seorang ibu rumah tangga.

"Mereka hanya menggunakan dan yang ditemukan hanya 0,78. Artinya betul-betul mereka adalah pengguna, bukan pengedar. Tidak perlu lah menggunakan senjata, apa lagi itu ada perempuan, ya, seorang ibu," paparnya.

Wa Ode mengungkapkan, kliennya akan patuh pada proses hukum yang berlaku. Penanangkapan kliennya ini, kata dia, menjadi bukti jika Polri tidak pandang bulu dalam memberantas narkotika.

"Kami juga menghargai tindakan kepolisian, katanya apapun bagaimana pun, ini adalah penegakan hukum. Tidak pandang bulu, siapa pun menyalahgunakan narkoba tetap akan ditindak," ungkap dia.

Disamping itu, Wa Ode mengaku sempat bertemu dan berbincang-bincang dengan kliennya saat membesuk di Polres Metro Jakarta pusat. Lanjut dia, kliennya berpesan kepada masyarakat untuk menjauhi obat-obatan terlarang.

"Mereka berdua berharap, siapa pun tidak ada menggunakan narkoba, tidak ada yang coba-coba karena itu sangat menyengsarakan. Karena itu kemudian sampai ada proses Hukum seperti ini," pungkasnya.

Nia dan Ardi Bakrie. (Foto: Instagram)
Caption

Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat membawa publik figur Nia Ramadhani beserta suami Ardiansyah Bakrie dan sang supir berinizial ZN ke sejumlah tempat pemeriksaan untuk dilakukan pendalaman kasus penyalahgunaan narkoba

Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat Kompol Panji Yoga di Jakarta, Jumat pagi, membenarkan bahwa mereka dibawa petugas keluar dari Kantor Polres Jakarta Pusat sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis malam (8/7).

Kompol Panji Yoga mengatakan ketiga tersangka akan dibawa ke sejumlah titik berdasarkan keterangan yang ada, guna pengembangan kasus.

"Sesuai perintah dari Kapolres bahwa kasus ini tidak berhenti sampai di sini. Kami sedang melakukan pengembangan ke beberapa titik sesuai keterangan ketiga tersangka untuk melakukan pendalaman dan penggeledahan" kata Kompol Panji Yoga.

Panji mengatakan,pihaknya masih memiliki waktu 3x24 jam untuk melaksanakan pemeriksaan lebih lanjut, sebelum ada penilaian dari Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Masih punya 3 x 24 jam untuk melaksanakan pemeriksaan, yang berhak menentukan layak atau tidak dari tim asesmen BNN," kata Panji.(Asp)

Baca Juga:

Ini Kata Aburizal Bakrie Soal Penangkapan Nia Ramadhani dan Ardi

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hoaks Merajalela, Etika Kepantasan Publik Sangat Dibutuhkan di Era Digital
Indonesia
Hoaks Merajalela, Etika Kepantasan Publik Sangat Dibutuhkan di Era Digital

Proses menjadi keIndonesiaan ada karena masing masing budaya, adat istidat, keyakinan lokal menyatu

8 Tim KPU Kawal Pendaftaran Calon Peserta Pemilu Hari Pertama
Indonesia
8 Tim KPU Kawal Pendaftaran Calon Peserta Pemilu Hari Pertama

Pendaftaran calon partai politik (parpol) peserta Pemilu dimulai Senin (1/8).

DAMRI Operasikan 10 Bus Gratis di Kampus UI
Indonesia
DAMRI Operasikan 10 Bus Gratis di Kampus UI

Hadirnya bus diharapkan dapat meningkatkan motivasi mahasiswa untuk lebih sering menggunakan angkutan publik.

Kendala Pengembangan Mobil Listrik Versi Moeldoko
Indonesia
Kendala Pengembangan Mobil Listrik Versi Moeldoko

Komponen utamanya relatif masih impor

Garuda Indonesia Tekor Karena Ingin Tersohor Dunia
Indonesia
Garuda Indonesia Tekor Karena Ingin Tersohor Dunia

PT Garuda Indonesia Tbk akan bergabung dengan Holding BUMN PT Aviasi Pariwisata Indonesia/Aviata (Persero) pada 2023.

Solusi Jokowi Hadapi Gejolak Ekonomi Global
Indonesia
Solusi Jokowi Hadapi Gejolak Ekonomi Global

Ekonomi dunia tengah bergejolak akibat inflasi, kelangkaan energi dan juga kelangkaan pangan

Satpol PP Minta Publik Tak Ributkan Pernyataan Anies dan Wagub Soal Holywings
Indonesia
Satpol PP Minta Publik Tak Ributkan Pernyataan Anies dan Wagub Soal Holywings

Satpol PP DKI Jakarta meminta masyarakat untuk tidak mempermasalahkan waktu pembekuan izin usaha Kafe Holywings Kemang.

Alex Noerdin Batal Ditahan di Rutan KPK, Ada Apa?
Indonesia
Alex Noerdin Batal Ditahan di Rutan KPK, Ada Apa?

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel periode 2010-2019, Alex Nurdin batal ditahan di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan KPK.

Penghapusan Syarat PCR dan Antigen Dapat Bangkitkan Bisnis Transportasi
Indonesia
Penghapusan Syarat PCR dan Antigen Dapat Bangkitkan Bisnis Transportasi

Penghapusan syarat PCR dan swab antigen bagi pelaku perjalanan dianggap membawa dampak positif.

Jampidum Kendalikan Langsung Kasus Dugaan KDRT di Karawang
Indonesia
Jampidum Kendalikan Langsung Kasus Dugaan KDRT di Karawang

Jaksa dinilai juga tidak mempedomani tujuh perintah harian Jaksa Agung