Bawa HP ke Rutan KPK, Imam Nahrawi Bakal Mendapat Sanksi KPK perpanjang masa penahanan eks Menpora Imam Nahrawi (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bakal mendapatkan sanksi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemberian sanksi dilakukan jika yang bersangkutan terbukti membawa handphone ke dalam rumah tahanan (Rutan).

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, mengatakan ketentuan sanksi diatur dalam peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) mengenai tata tertib lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan.

Baca Juga

Sidak Rutan, KPK Temukan HP di Sel Imam Nahrawi

"Siapa pun tahanan yang kemudian masuk ke dalam rutan ataupun ketika keluar persidangan misalnya demikian itu membawa alat komunikasi atau alat elektronik lain, itu ada larangannya dan sanksinya adalah berupa hukuman disiplin," kata Ali di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (10/3) malam.

Ali menjelaskan bentuk pemberian sanksi disiplin berupa pembatasan kunjungan dari kerabat. Hal itu sebelumnya pernah diberikan terhadap tahanan kasus dugaan suap pengurusan impor bawang putih Mirawati Basri yang terbukti membawa ponsel

"Rutan KPK juga menjatuhkan hukuman pada salah satu tahanan dengan tidak menerima kunjungan dari keluarga selama satu bulan," ujarnya.

Eks Menpora Imam Nahrawi saat menjalani sidang tipikor di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Foto: antaranews)
Tangkapan layar WA story yang diduga dari handphone Imam Nahrawi. Foto: Net

Imam sendiri berkukuh tidak mengakui perbuatannya membawa handphone ke dalam rumah tahanan. Jawaban itu diperoleh KPK usai melakukan pemeriksaan terhadap Imam menindaklanjuti informasi bahwa tersangka korupsi dana hibah itu mengunggah foto di Whatsapp story-nya.

Baca Juga

Imam Nahrawi Ancam Bongkar Pihak Penerima Suap Dana Hibah KONI

Saat ini, KPK sudah menerjunkan tim dari divisi forensik untuk memproses temuan gawai yang telah mati tersebut.

"Namun demikian, dari pihak Karutan sampai saat ini masih bekerja sama dengan divisi forensik di KPK untuk melihat isi HP [Handphone] yang saat ditemukan sudah dalam keadaan mati dan tentu kemudian melakukan pemeriksaan juga kepada terdakwa Imam Nahrawi," tutupnya.

Ali membantah pihaknya telah kecolongan terhadap terjadinya peristiwa tersebut. Juru bicara berlatar belakang jaksa ini mengklaim ketentuan pengamanan sudah dikerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

"Itu tentunya di sana apa sudah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan sesungguhnya, ada SOP, kemudian juga ada berlapis-lapis tempat, baik itu pengunjung maupun terdakwa yang keluar masuk karena berobat dan persidangan," pungkasnya.

Baca Juga

Jaksa KPK Ungkap Peran Menantu Wantimpres Agum Gumelar Dalam Kasus Imam Nahrawi

Diketahui, aplikasi whatsapp dengan nomor telepon Imam Nahrawi mengunggah atau memperbarui status pada Kamis (5/3). Unggahan itu berupa foto Imam dan istrinya sedang melaksanakan ibadah haji.

Terdapat keterangan pada foto itu yang berbunyi, "Kenangan haji tahun kemarin setelah antri selama 7 th..haji reguler mendampingi ibunda tercinta dan bibinda yg lemah...smg semua sahabat muslim Allah mudahkan utk bisa ziarah makkah madinah lilhajji wal umrah secepatnya.amiiin alfaatihah". (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pilkada Serentak Digelar Desember, Hak Suara Penderita COVID-19 Terancam?
Indonesia
Pilkada Serentak Digelar Desember, Hak Suara Penderita COVID-19 Terancam?

Afif menambahkan, pemutakhiran daftar pemilih (DPT) adalah tahapan yang perlu menjadi perhatian khusus dalam situasi saat ini.

Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Diancam Pasal Berlapis
Indonesia
Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Diancam Pasal Berlapis

Tersangka penganiayaan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber terancam dikenakan pasal berlapis.

Sebagai Negara Kepulauan, Indonesia Rentan Konflik Maritim
Indonesia
Sebagai Negara Kepulauan, Indonesia Rentan Konflik Maritim

Perairan Natuna adalah kawasan yang menjadi teritorial dan kedaulatan Negara Indonesia berdasarkan ketetapan hukum

PA212: Umat Islam yang Beriman Keberatan Tempat Maksiat Dapat Penghargaan
Indonesia
PA212: Umat Islam yang Beriman Keberatan Tempat Maksiat Dapat Penghargaan

Membangun moral itu lebih sulit ketimbang membangun daerah atau tempat, khususnya di Jakarta

Pemprov Bali dan Jubir Pemerintah Kasus Corona tidak Kompak, Begini Reaksi Moeldoko
Indonesia
Pemprov Bali dan Jubir Pemerintah Kasus Corona tidak Kompak, Begini Reaksi Moeldoko

Pemprov Bali memang mengklaim tak mengetahui bahwa pasien yang merupakan warga negara Inggris itu positif Corona

Satpol PP Hingga Polisi Pelototi Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Ada Apa?
Indonesia
Satpol PP Hingga Polisi Pelototi Warga yang Belanja di Pasar Tanah Abang, Ada Apa?

Berbeda dengan gedung yang berada di Blok A Tanah Abang

Berkaca dari Pertarungan Ahok-Anies, Anak Jokowi Bisa Terjungkal Jika Terlalu Percaya Diri
Indonesia
Petugas Lapas Banceuy Bandung Gagalkan Penyelundupan Narkoba
Indonesia
Petugas Lapas Banceuy Bandung Gagalkan Penyelundupan Narkoba

menduga paket tersebut dilempar dari luar lapas oleh oknum tidak bertanggung jawab.

[HOAKS atau FAKTA]: Pelaku Kejahatan Diturunkan di Seluruh Jakarta untuk Merampok Rumah Warga
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pelaku Kejahatan Diturunkan di Seluruh Jakarta untuk Merampok Rumah Warga

Dalam pesan itu dituliskan juga para pelaku perampokan yang diturunkan disatu titik yang nantinya akan menyebar

Ini Surat Balasan Anak Buah Anies Soal Penggunaan Monas untuk Reuni 212
Indonesia
Ini Surat Balasan Anak Buah Anies Soal Penggunaan Monas untuk Reuni 212

Surat bernomor 4801/-1.853.37 itu ditujukan kepada Ketua Umum Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni 212