Bawa Bendera Tauhid, Ratusan Ormas Islam Solo Kutuk Penembakan Jamaah di Selandia Baru Ratusan massa dari Ormas Islam di Solo menggelar aksi mengutuk penembakan jamaah di Selandia Baru dengan membawa bendera tauhid (MP/Ismail)

MerahPutih.Com - Ratusan ormas Islam di eks Karesiden Surakarta yang tergabung dalam Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) menggelar aksi unjuk rasa damai mengutuk keras tragedi penembakan jamaah di Masjid Al-Noor dan Lindwood, Christchurch, Selandia Baru.

Aksi dengan membawa bendera tauhid itu berlangsung di kawasan Gladak, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (16/3).

Berdasarkan pantauan merahputih.com di lokasi, ratusan ormas Islam dari berbagai daerah di eks Karesiden Surakarta mulai memadati kawasan Gladak pukul 13.00 WIB. Peserta aksi dengan membawa bendera Tauhid mulai merengsek ke tengah jalan. Aksi damai sendiri dimulai pukul 13.30 WIB.

Massa Ormas Islam menunjukan solidaritas terhadap umat muslim di Christchurch
Solidaritas massa ormas Islam terhadap jamaah salat yang diserang teroris di Christchurch, Selandia Baru (MP/Ismail)

Truk terbuka berhenti di tengah jalan untuk dijadikan panggung orasi. Aksi ini membuat arus lalu lintas Jalan Slamet Riyadi menuju ke Jalan Jenderal Sudirman (Jensud) terdendat akibat banyanya peserta aksi berdiri di tengah jalan.

Humas DSKS Endro Sudarsono, mengatakan apapun alasannya tragedi pembunuhan di masjid Selandia Baru sebagai bentuk aksi biadab. Apalagi, pelaku membunuh kaum muslim yang sedang menjalankan Salat Jumat dilakukan dengan cara live streaming facebook.

"Kejadian ini sangat tidak manusiawi. Pembunuhan dilakukan di masjid saat umat muslim khusuk menjalankan salat Jumat. Kami mengutuk keras kejadian ini," ujar Endro.

Koordinator Endro Sudarsono
Humas DSKS Endro Sudarsono (Foto: MP/Ismail)

DSKS ikut berduka cita atas tragedi penembakan ini yang menewaskan puluhan umat Islam. Umat Islam Selandia Baru agar tetap tenang, istiqomah dan tidak surut dalam melakukan dakwah Islam di masyarakat.

"Kejadian ini jelas ada maksud provokasi serta menebar permusuhan terhadap umat Islam. Merekam kejadian secara live streaming facebook bisa jadi bukti nyata adanya provokasi," kata dia.

DKSK, lanjut dia, mendesak pemerintah Selandia Baru agar segera mengadili pelaku serta mencari tahu motif membunuh umat Islam di masjid. Umat Islam di Selandia Baru juga harus dapat perlindungan dari pemerintah setempat pasca tragedi kemarin.

"Kami dukung sikap pemerintah menyelamatkan WNI di Selandia Baru korban penembakan. DKSK mengimbau semua umat muslim di Indonesia agar menggalang solidaritas dengan mengadakan salat ghaib," pungkas Endro Sudarsono.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Ismail, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Jawa Tengah.

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: SKK Migas Bantu Warga Sorong dan Tambrauw Listrik Tenaga Surya



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH