Bauran Energi Sawit Buat Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca Presiden Joko Widodo saat implementasi B30. (Foto: setkab.go.id).

MerahPutih.com - Sudah hampir satu tahun, presiden Joko Widodo meluncurkan penggunaan bahan bakar campuran sawit atau Biodiesel 30 (B30) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, Jakarta.

Peluncuran tersebut, bikin Presiden Jokowi puas dan tersenyum, karena pengunaan B30 lebih cepat dari target yang ditetapkannya.

Kala itu, Jokowi berharap Program B30 ini bisa maju dan akhir 2019 sudah dimulai karena percobaannya sudah dimulai dari bulan November 2019. Paling tidak, dalam hitungan Jokowi, dana devisa yang bisa menghemat Rp63 triliun dari pembelian minyak bumi di 2020 ini.

Kini, pengunaan B30 tersebut, diklaim bukan hanya berdampak positif pada ekonomi nasional, mulai mengurangi impor bahan bakar yang selalu membuat neraca perdagangan defisit dan bikin tekor devisa, keberlanjutan industri sawit, dan dampak pada lingkungan hidup terutama berkurangnya polusi udara dari bahan bakar minyak baik transportasi maupun untuk pembangkit listrik PLN.

Baca Juga:

Serangan Pada Sawit Indonesia Dinilai Tidak Berdasar

Paulus Tjakrawan dari Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia memaparkan, jika kebijakan pemerintah dalam bauran energi salah satunya lewat program biodiesel juga sebagai jalan komitmen pemerintah dalam pengurangan emisi gas rumah kaca

Program B30 paling tidak, tegas Paulus, bisa mempercepat meningkatkan penggunaan Energi Terbarukan pada bauran Energi Indonesia dari 6 persen di tahun 2013 sampai 23 persen pada tahun 2025, dan 31 persen di tahun 2050. Apalagi jika campuran terus ditingkatkan sampai 50 persen atau B50.

"B30 memberikan dampak ketahanan Energi dan terjangkau, berkontribusi pada SDG’s, serta memenuhi NDC serta perubahan Iklim," katanya.

Ia memastikan dengan kondisi saat ini, jika pemeritah menaikan bauran energi menjadi B40 atau B50, tidak perlu tambahan perluasan kebun sawit, yang selalu jadi sorotan. Paling tidak, dari proyeksi dengan B30 bakal berkontribusi pada Nationally Determined Contribution (NDC) sektor energi adalah 8,82 persen.

Kontribusi Biodiesel
Kontribusi B30. (Foto: Aprobi)

Pemerintah sendiri telah menetapkan efisiensi energi sebesar 17 persen dari Bussiness as Usual (BAU) energi final pada tahun 2025 dengan penyelarasan dari target 23 persen energi baru terbarukan di tahun 2025 termasuk dari bauran minyak bumi dan sawit.

Sesuai dokumen NDC sebagai tindak lanjut Paris Agreement yang disahkan melalui Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2016, paling tidak Nationally Determined Contribution (NDC) dengan target penurunan emisi sebesar 29 persen dari BAU 2030 dengan upaya sendiri dan sampai dengan 41 persen dengan bantuan internasional.

Dalam NDC disebutkan bahwa penurunan emisi di Indonesia berfokus pada 5 (lima) sektor yang berkontribusi dalam upaya penurunan emisi GRK dari BAU 2030 yaitu sektor energi, industri, kehutanan, pertanian dan limbah.

Paling tidak, komitmen sektor energi adalah penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 314-398 Juta Ton CO2 pada tahun 2030, target 23 persen EBT dari Bauran Energi Primer, dan 17 persen Efisiensi Energi dari BAU Energi Final.

Adapun aksi mitigasi mendukung penurunan emisi CO2 antara lain penerapan mandatori manajemen energi untuk pengguna padat energi,penyediaan dan pengelolaan EBTKE, pemanfaatan biogas dan biodiesel, serta berbagai program lainnya.

Paulus menegaskan, paling tidak pemakaian bauran minyak bumi dan sawit ini, pada tahun 2019, biodiesel Indonesia telah berhasil mengurangi emisi dari minyak solar sebesar 45% atau setara dengan ~17,5 Juta Ton CO2 Equivalent.

"Biodiesel menghasilkan emisi gas rumah kaca yang lebih kecil dari penggunaan solar," ujarnya 22 Oktober 2020.

Kontribusi B30
Kontribusi Biodiesel. (Foto: Aprobi)

Menteri Keuangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menangani masalah perubahan iklim. Komitmen itu, tercermin melalui dasar-dasar SDG’s yang menjadi acuan pada anggaran perencanaan pembangunan.

Salah satu wujud komitmen pemerintah terhadap perubahan iklim, tegas Sri, telah dinyatakan melalui Paris Agreement yakni Indonesia akan mengurangi CO2 sebesar 26 persen dengan sumber daya sendiri.

"Artinya kami akan mengurangi CO2 sebesar 26 persen dengan sumber daya kami sendiri dan hingga 42 persen penurunan dengan dukungan internasional masih terus dilaksanakan secara konsisten," ujarnya.

Indonesia ditegaskan Sri, bercita-cita dapat mencapai 23 persen atau 45 gigawatt (GW) energi terbarukan dalam bauran energi nasional pada 2025 mendatang. Saat ini, Indonesia masih mengelola penggunaan 9,15 persen energi terbarukan di sektor kelistrikan setara dengan 11 persen penggunaan energi terbarukan dari total listrik yang dihasilkan.

"Jadi, ini tantangan besar bagi kita untuk mampu mencapai 23 persen bauran energi terbarukan dalam energi nasional kita," tegasnya.

Indonesia memiliki potensi energi terbarukan sebesar 442,4 GW namun baru digunakan 10,4 GW atau 2,4 persen sehingga perlu kebijakan yang lebih baik. Mendorong ini, kata Sri, pemerintah memberikan insentif perpajakan berupa tax allowance, tax holiday, fasilitas pembebasan impor bagi perusahaan yang berinvestasi di energi terbarukan, dan pembebasan pajak bumi serta bangunan.

Paulus pun mendorong hal yang sama terkait energi terbarukan ini, terutama optimalnya penggunaan biodiesel untuk pembakit listrik. Saat ini, produksi biodiesel selama lima bulan pertama 2020 hanya 4,2 juta kilo liter. Padahal, kapasitas 19 badan usaha yang memproduksi Biodiesel mencapai 11 juta kiloliter.

"Kuncinya, bagaimana dana kelola perkebunan kelapa sawit, diarahkan untuk pengembangan dan penelitian biodiesel, untuk pemakaian biodisel untuk pembangkit sudah, karena mereka membeli bahan bakar itu dari pertamina, " ujarnya.

sawit
Sawit Indonesia. (Foto: Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit).

Ekonom Indef menegaskan, banyak tantangan untuk industri sawit dalam negeri termasuk pada pengembangan Biodiesel. Jika ingin ekspor, misalnya biodiesel Indonesia dikenakan anti-Dumping dan anti-subsidi oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Uni Eropa dengan perhitungan berbeda-beda.

Dan pemerintah, tegas ia, telah melakukan upaya banding di DSB WTO dan dalam proses banding di United States Court of International Trade (USCIT) dan langkah pembelaan melalui forum hearing dan penyampaian submisi dengan EU.

Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) Eddy Abdurrachman mengatakan, realitas sekarang menunjukkan Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Sehingga, tidak heran banyak serangan yang ingin menjatuhkan Indonesia.

Padahal, produk-produk sawit pun telah mewarnai kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia seperti minyak goreng dari sawit serta berbagai produk lainnya, seperti sabun, shampoo, deterjen, lipstick, produk kosmetik, personal care, roti, coklat, biskuit, krimer, margarin, susu formula bayi, dan sebagainya.

"Dengan besarnya peran komoditas sawit tersebut, sangat ironis bahwa kemudian komoditas ini belum menjadi tuan rumah di negeri sendiri," ujarnya.

Baca Juga:

Kerajinan Krey Sawit Bantu Atasi Kemiskinan dan Pengangguran di Banten

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buntut Larangan Mudik, Pengguna Jalan Tol Turun 60 Persen
Indonesia
Buntut Larangan Mudik, Pengguna Jalan Tol Turun 60 Persen

Distribusi lalu lintas di ketiga arah adalah sebesar 39 persen dari arah timur, 36 persen dari arah barat dan 25 persen dari arah selatan.

Kejaksaan Tangkap Buron Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif Kemenkes
Indonesia
Kejaksaan Tangkap Buron Korupsi Perjalanan Dinas Fiktif Kemenkes

kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan Teknis dianggarkan sebesar Rp 1.289.960.000

Kenaikan UMP 2021, Pengamat: Anies Rintis Jalan Menuju Pilpres 2024
Indonesia
Kenaikan UMP 2021, Pengamat: Anies Rintis Jalan Menuju Pilpres 2024

Kenaikan UMP DKI tahun 2021 dinilai sebagai langkah Gubernur Anies Baswedan dalam menggaet kaum buruh di kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Garuda Indonesia Buka Rute Baru Balikpapan-Tarakan
Indonesia
Garuda Indonesia Buka Rute Baru Balikpapan-Tarakan

Maskapai nasional Garuda Indonesia melayani rute penerbangan Balikpapan--Tarakan dengan frekuensi tiga kali seminggu.

Satu Keluarga di Sultra Meninggal Akibat COVID-19
Indonesia
Satu Keluarga di Sultra Meninggal Akibat COVID-19

Satu keluarga terdiri ayah, ibu dan anak di Provinsi Sulawesi Sulawesi Tenggara dinyatakan meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif corona.

Takut Ditembak, Pelaku Pembegalan terhadap Marinir Bersepeda Serahkan Diri
Indonesia
Takut Ditembak, Pelaku Pembegalan terhadap Marinir Bersepeda Serahkan Diri

Satu pelaku begal sepeda terhadap Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko menyerahkan diri pada Ahad (8/11).

Aksi Risma Temui Pengemis dan Tuna Wisma di Ibu Kota
Indonesia
Aksi Risma Temui Pengemis dan Tuna Wisma di Ibu Kota

Kemensos menyediakan pendamping bagi pemulung dan pengemis agar mendapatkan keterampilan, seperti membuat kue dan memanfaatkan sampah menjadi kerajinan layak jual.

Satgas Ingatkan Warga Soal Penularan COVID-19 Saat Libur Panjang
Indonesia
Satgas Ingatkan Warga Soal Penularan COVID-19 Saat Libur Panjang

Saat Idul Fitri, terdapat kenaikan jumlah kasus harian dan kumulatif mingguan sekitar 69 - 93% dengan rentang waktu 10 - 14 hari.

Finalisasi RUU PKS, Aktivis Perempuan Ingin Pertegas Kehadiran Negara
Indonesia
Finalisasi RUU PKS, Aktivis Perempuan Ingin Pertegas Kehadiran Negara

Jaringan Koalisi juga mengusulkan agar unsur-unsur tindak pidana kekerasan seksual dalam RUU ini lebih detail

Kalah Berebut Rekomendasi PDIP dari Gibran, Purnomo Pilih Berhenti Berpolitik
Indonesia
Kalah Berebut Rekomendasi PDIP dari Gibran, Purnomo Pilih Berhenti Berpolitik

Keputusan berhenti dari kegiatan politik menutup rapat peluang PKS atau partai lain untuk melamar Purnomo maju di Pilwakot Solo.