Batik dan Produk UMKM Indonesia Jadi Primadona di Swiss Perajin memproduksi batik dengan teknik pewarnaan colet (lukis) di Tamakun Art (ANTARA FOTO/Harviyan Perdana Putra)

Merahputih.com - KBRI Bern menginisiasi keikutsertaan Indonesia dalam pameran dagang terbesar di Swiss bertajuk Mustermesse Basel (MUBA) dalam upaya mendorong ekspor produk UMKM Indonesia sekaligus meningkatkan nilai perdagangan Indonesia dengan Swiss.

Partisipasi UMKM Indonesia di MUBA kali ini disponsori Kementerian Perindustrian yang diorganisir KBRI Bern dan Sinar Indonesia Display. Pameran diselenggarakan 20-29 April 2018 diikuti 620 stand dari berbagai macam sektor industri, antara lain industri otomotif, pangan, kerajinan tangan, furniture, sandang, perhiasan, produk rumah tangga, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Paviliun Indonesia menempati lahan seluas 60 meter persegi, memperkenalkan potensi produk ekonomi kreatif, serta membuka peluang investasi kepada masyarakat Swiss.

"Paviliun Indonesia menampilkan aneka produk dan jasa, seperti dekorasi rumah, kerajinan tangan, pangan, pakaian dan perhiasan," tulis Penerangan, Sosial, dan Budaya (Pensosbud) KBRI Bern dalam keterangan tertulisnya, Selasa (1/5).

Batik Banyumas
Batik Banyumas (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Pada puncak acara pameran, KBRI Bern mengundang pembatik dan penari Indonesia untuk mempromosikan seni budaya Indonesia dan menarik perhatian pengunjung MUBA ke paviliun Indonesia.

Demonstrasi batik dan tarian tradisional Indonesia mampu menarik perhatian pengunjung. Minat pengunjung mengikuti demonstrasi membatik cukup tinggi, tidak hanya dewasa tapi juga anak-anak dengan antuasias ikut belajar membuat batik.

Duta Besar RI di Bern, Muliaman Dharmansyah Hadad seperti dikutip Antara mengatakan, dengan adanya partisipasi Indonesia pada MUBA, diharapkan potensi perekonomian Indonesia, khususnya UMKM lebih dikenal secara luas dan pada akhirnya dapat mengembangkan perekonomian Indonesia.

Dubes berharap keikutsertaan Indonesia dalam pameran MUBA mampu meningkatkan neraca perdagangan Indonesia dengan Swiss, yang sempat mengalami penurunan.

Ambah Batik
Salah satu desain Ambah Batik (Foto : Twitter @ambah_kreatif)

Sebagai salah satu pameran internasional produk konsumen terbesar dan tertua di Swiss, MUBA dibuka untuk masyarakat umum ini setiap tahun memamerkan aneka produk inovatif pada lahan seluas 75.000 meter persegi.

"Pameran MUBA dikunjungi sekitar 140 ribu publik dari Swiss dan negara tetangga, seperti Jerman dan Perancis," katanya.

Partisipasi Indonesia di Pameran MUBA ini bukan merupakan kali pertama. Pada tahun 2013, Indonesia sukses menjadi Guest Country MUBA, menempati area seluas 2.000 meter persegi, di mana Indonesia tampil dengan desain spesial bertemakan "Remarkable Indonesia". (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH