Baru Jabat Kapolda Metro, Irjen Fadil Imran Ditegur KPK Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (tengah) berikan keterangan kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (20/11/2020). (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

MerahPutih.com - Baru menjabat Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran mendapat teguran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantara belum melaporkan harta kekayaan.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Pencegahan Ipi Maryati menilai, laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) penting sebagai upaya untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi

Fadil Imran sebagai penyelenggara negara wajib melaporkan kekayaannya. Ketentuan itu telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara.

Baca Juga:

Kapolri Dinilai Tepat Tempatkan Irjen Fadil Imran Jadi Kapolda Metro Jaya

"Berdasarkan data pada laman e-LHKPN, yang bersangkutan belum menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara atau LHKPN-nya kepada KPK," ucap Ipi Maryati dalam keterangan tertulis diterima awak media, Sabtu (21/11).

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol M Fadil Imran saat menyampaikan sambutan pada salah satu kegiatan di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA Jatim/HO-Polda Jatim/WI)
Irjen M Fadil Imran saat menyampaikan sambutan pada salah satu kegiatan di Surabaya beberapa waktu lalu. (ANTARA Jatim/HO-Polda Jatim/WI)

Oleh karena itu, ucap Ipi, pihaknya selalu mengingatkan para penyelenggara negara dan wajib lapor LHKPN agar melaporkan kekayaannya secara periodik sesuai dengan regulasi.

"Mewajibkan PN untuk bersedia melaporkan dan mengumumkan kekayaannya sebelum dan setelah menjabat, juga diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan setelah menjabat," jelasnya.

Baca Juga:

Dilantik Jadi Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadli Imran Dapat Pesan Khusus dari Kapolri

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Idham Azis telah melantik Irjen Mohammad Fadil Imran sebagai Kapolda Metro Jaya pada Jumat (20/11) kemarin.

Fadil Imran jabat Kapolda Meteo menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dimutasi menjadi Koorsahli Kapolri. Nana Sudjana dicopot Kapolri karena diduga lalai membubarkan kerumunan yang melanggar protokol keseharan dalma kegiatan Maulid Nabi di Pertamburan. (Asp)

Baca Juga:

Irjen Fadil Imran Spesialis Reskrim Jakarta Kembali Ke Ibu Kota

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA] Gatot Nurmantyo Janji Bakal Gaji Seluruh Rakyat Indonesia Jika Jadi Presiden
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Gatot Nurmantyo Janji Bakal Gaji Seluruh Rakyat Indonesia Jika Jadi Presiden

Selain itu, terdapat juga kalimat yang berbunyi “Siapa yg percaya Bos..”

Gugus Tugas Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB
Indonesia
Gugus Tugas Minta Warga Jakarta Patuhi PSBB

Yuri mendorong masyarakat untuk bersama-sama tetap bekerja dan belajar dari rumah, jaga jarak fisik ketika berkomunikasi, dan menggunakan masker ketika terpaksa harus keluar rumah.

82.269 Orang di DKI Jalani Rapid Test, 79.152 Dinyatakan Negatif COVID-19
Indonesia
82.269 Orang di DKI Jalani Rapid Test, 79.152 Dinyatakan Negatif COVID-19

Perlu digarisbawahi bahwa satu pasien dapat dites beberapa kali selama periode perawatan

Vaksin Khusus Lansia Masuk Surabaya, 98 Kiai Jadi Prioritas
Indonesia
Vaksin Khusus Lansia Masuk Surabaya, 98 Kiai Jadi Prioritas

Sejauh ini proses vaksinasi di Jatim tidak ada kejadian fatal

Masih di Masa Pandemi, Konser Musik Tidak Ada Urgensinya Terhadap Pilkada Serentak 2020
Indonesia
Masih di Masa Pandemi, Konser Musik Tidak Ada Urgensinya Terhadap Pilkada Serentak 2020

Mengingat kurva penyebaran COVID-19 di Indonesia yang angkanya semakin mengkhawatirkan

[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengganti Wawancara, PT KAI Minta Pelamar Rekam Bagian Tubuh

Dalam percakapan tersebut, akun PT KAI meminta agar pelamar merekam bagian pundak dan perut pelamar.

Malaysia Terapkan Lockdown Batasi Penyebaran Virus Corona
Indonesia
Malaysia Terapkan Lockdown Batasi Penyebaran Virus Corona

Pemerintah Malaysia memutuskan untuk melaksanakan lockdown mulai 18 Maret hingga 31 Maret 2020 di seluruh negara bagian.

Update COVID-19 Kamis (5/11): Pasien Positif Bertambah 4.065 Kasus
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (5/11): Pasien Positif Bertambah 4.065 Kasus

Sehingga total, sejak kasus pertama diumumkan Maret 2020, ada kasus Corona sebanyak 425.796

Update Kasus Corona DKI: 3.351 Positif, Pasien Sembuh 291 
Indonesia
Update Kasus Corona DKI: 3.351 Positif, Pasien Sembuh 291 

ODP berjumlah 5.800 orang, 5.215 sudah selesai dipantau dan 585 masih dipantau.