Baru Hirup Udara Bebas, Eks Bupati Talaud Sri Wahyumi Kembali Ditangkap KPK Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Eks Bupati Talaud, Sri Wahyumi Manalip kembali ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (29/4). Padahal, Sri Wahyumi baru saja bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman atas kasus suap.

"Betul, Saudari Sri Wahyuni Manalip dilakukan penyidikan terkait dengan perkara korupsi lainnya. Yang bersangkutan dulu tersangkut perkara korupsi berupa suap dan sudah menjalani vonis," kata Ketua KPK Firli Bahuri saat dikonfirmasi, Kamis (29/4).

Baca Juga:

Tuai Kritik, KPK Tinjau Ulang Rencana Pengadaan Mobil Dinas

Meski demikian Firli belum bisa menjelaskan secara detail soal perkara yang menjerat Sri Wahyumi. KPK akan menyampaikan ke publik seiring dengan proses hukum yang berjalan di KPK.

"Nanti ada penjelasan dari Jubir KPK," imbuh Firli.

Diketahui, Sri Wahyumi baru saja bebas dari penjara setelah menjalani masa hukuman. Namun mantan Bupati Kepulauan Talaud itu kembali ditangkap KPK.

Gedung Merah Putih KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Gedung Merah Putih KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Sri Wahyumi sebelumnya dieksekusi ke Lapas Wanita Klas II-A Tangerang pada 26 Oktober 2020 untuk menjalani hukuman penjara 2 tahun.

Dia dijerat KPK dalam kasus suap proyek revitalisasi Pasar Beo dan revitalisasi Pasar Lirung di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

Baca Juga:

122 Orang Terpapar COVID-19 di KPK

Ia dinilai terbukti menerima suap dari seorang pengusaha bernama Bernard Hanafi Kalalo berupa uang hingga barang-barang mahal.

Awalnya dia dihukum 4,5 tahun penjara, tapi kemudian dipangkas Mahkamah Agung (MA) menjadi 2 tahun penjara usai peninjauan kembali yang diajukan Sri dikabulkan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebutuhan Oksigen di Jakarta Mulai Menurun
Indonesia
Kebutuhan Oksigen di Jakarta Mulai Menurun

Masalah ketersediaan oksigen di DKI Jakarta yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir sudah tertangani dengan baik

PDIP Tegaskan Sejak Awal Program Rumah DP 0 Rupiah Bermasalah
Indonesia
PDIP Tegaskan Sejak Awal Program Rumah DP 0 Rupiah Bermasalah

"Sejak awal memang DP nol bermasalah," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono

BPS: Sebagian Besar Kunjungan Wisman Desember 2020 untuk Bisnis
Indonesia
BPS: Sebagian Besar Kunjungan Wisman Desember 2020 untuk Bisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Desember 2020 mencapai 164.000 orang.

Mabes Polri Pantau Ormas yang Suka Palak Pengusaha Bermodus THR
Indonesia
Mabes Polri Pantau Ormas yang Suka Palak Pengusaha Bermodus THR

Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijrah, banyak organisasi masyarakat (ormas) yang suka memalak pengusaha bermodus Tunjangan Hari Raya (THR).

[Hoaks atau Fakta]: Virus COVID-19 Menular Melalui Air
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Virus COVID-19 Menular Melalui Air

Dari penelusuran Fakta Mafindo, hoaks ini sudah berulang kali muncul tetapi dengan video yang berbeda.

Gibran Mengaku Tak Pernah Cek Besaran Gaji Wali Kota, apalagi THR
Indonesia
Gibran Mengaku Tak Pernah Cek Besaran Gaji Wali Kota, apalagi THR

Lebaran 1442 H merupakan momen membahagiakan bagi Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan
Indonesia
Komisi II Agendakan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada 2020 Pekan Depan

Selain itu, berbagai persoalan dalam pelaksanaan pilkada akan dibahas

Malaysia Lockdown, Cuma 20 Persen Pekerja Yang Boleh Ngantor
Dunia
Malaysia Lockdown, Cuma 20 Persen Pekerja Yang Boleh Ngantor

Pemerintah Malaysia mengerahkan 55.000 anggota Polisi Diraja Malaysia (PDRM) sepanjang pelaksanaan full lockdown ini,

Pengamat Nilai Narkoba di Kalangan 'Public Figure' Hal Biasa
Indonesia
Pengamat Nilai Narkoba di Kalangan 'Public Figure' Hal Biasa

Benny menyarankan agar ada perubahan dalam mental diri masyarakat

Polri Serahkan Berkas Tahap Satu Perkara KSP Indosurya ke Kejagung
Indonesia
Polri Serahkan Berkas Tahap Satu Perkara KSP Indosurya ke Kejagung

“Penyidik akan melengkapi berkas perkara KSP Indosurya dan akan menyerahkan lagi ke Kejagung, Senin (7/6),” kata Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Helmy Santika