Baru 19 Bocah Teridentifikasi Jadi Korban WN Prancis, Polisi Bongkar Kendalanya Konferensi pers kasus ekploitasi seksual anak dibawah umur yang dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis bernama Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65) oleh Polda Metro Jaya, Kamis

Merahputih.com - Polisi baru berhasil mengidentifikasi 19 dari 305 anak yang menjadi korban eksploitasi seksual warga negara asing berkebangsaan Prancis, Francois Abello Camille (FAC) alias Frans (65).

"Kami akan terus berupaya untuk bisa mengidentifikasi korban-korban. Mereka warga kita, anak-anak kita semuanya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di kantornya, Senin (14/7).

Baca Juga

Rumah Ibadah Harus Jadi Contoh Disiplin Lawan COVID-19

Yusri menyebutkan jumlah anak korban eksploitasi Frans mencapai 305 orang berdasarkan jumlah video tidak senonoh yang ditemukan penyidik dalam laptop Frans.

Kendala utama pihak kepolisian dalam mengidentifikasi korbannya adalah hampir semua korbannya tidak mempunyai KTP elektronik.

"Saya sampaikan lagi bahwa kendala di sini mengindentifikasi si korban-korban yang lain, memang ada gambarnya. Kalau sudah punya KTP-el, kami bisa karena sudah ada alat face recognition (pengenalan wajah)," ujar Yusri.

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Yusri berharap bisa segera mengidentifikasi anak-anak korban eksplotasi seksual tersebut agar bisa segera mendapatkan pendampingan dan penanganan oleh Kementerian Sosial.

"Sudah disampaikan oleh Mensos langsung bahwa dalam hal ini kami harus kerja sama dengan Kemensos dan PPA untuk bisa trauma healing terhadap korban," katanya.

Tersangka Frans diketahui telah meninggal, Minggu malam, akibat percobaan bunuh diri. Tersangka Frans, kepergok menjerat lehernya sendiri menggunakan kabel di dalam sel Rutan Polda Metro Jaya pada hari Kamis (9/7).

Baca Juga

DPR Kutuk Keras Penyerangan Anggota Polres Karanganyar

Petugas yang memergoki Frans dalam kondisi lemas kemudian langsung melepaskan jeratan kabel tersebut, lalu melarikan tersangka ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Meski sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit selama 3 hari, tersangka akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pada hari Minggu (12/7) pukul 20.00 WIB. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kampanye Protokol Kesehatan Bakal Lewat Pemberian Bansos
Indonesia
Kampanye Protokol Kesehatan Bakal Lewat Pemberian Bansos

Penyediaan masker melalui penyaluran bansos, bekerjasama dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

PN Jaksel Kembali Gelar Sidang Ruslan Buton, Agenda Pembacaan Eksepsi
Indonesia
PN Jaksel Kembali Gelar Sidang Ruslan Buton, Agenda Pembacaan Eksepsi

Sidang pembacaan eksepsi Ruslan Buton ini berlangsung secara telekonferensi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya.

Swab Gratis Dinilai Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat COVID-19
Indonesia
Swab Gratis Dinilai Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat COVID-19

Angka kematian sekarang sudah hampir 10 ribu

Pasar Tanah Abang Disemprot Disinfektan, Persiapan New Normal?
Indonesia
Pasar Tanah Abang Disemprot Disinfektan, Persiapan New Normal?

Penyemprotan disinfektan disasar ke area Perdagangan Pasar Tanah Abang Blok A, B, F dan Pasar Metro Jakarta Pusat

Freeport Kucurkan USD1,3 Miliar Buat Tambang Bawah Tanah
Indonesia
Freeport Kucurkan USD1,3 Miliar Buat Tambang Bawah Tanah

Saat ini, jumlah perusahaan tambang emas mencapai 28 perusahaan di seluruh Indonesia. Produksi emas nasional pada 2020 tidak terlalu jauh dari angka 100 ton.

Anak Buah Luhut Pastikan 500 TKA Asal Tiongkok Tiba di Indonesia Awal Juli
Indonesia
Anak Buah Luhut Pastikan 500 TKA Asal Tiongkok Tiba di Indonesia Awal Juli

Penciptaan lapangan kerja adalah prioritas utama dari pemerintah

Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat
Indonesia
Tanpa Rieke Diah Pitaloka, PDIP Yakin Kinerja Baleg Makin Kuat

Pimpinan F-PDIP telah mengirimkan surat kepada Kesetjenan DPR

PSI Sekak Anies:  Kalau Nggak Ngeles, Penjara Penuh
Indonesia
PSI Sekak Anies: Kalau Nggak Ngeles, Penjara Penuh

Anies terkesan malah menyerang balik para pengkritiknya.

Pimpinan DPR Usul Vonis Mati Pertama untuk Koruptor Duit Bencana
Indonesia
Pimpinan DPR Usul Vonis Mati Pertama untuk Koruptor Duit Bencana

Penyelewengan dana bantuan bencana alam sebagai bentuk tindak pidana korupsi berat.

600 Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air Banjir di Jakarta
Indonesia
600 Pompa Dikerahkan untuk Sedot Air Banjir di Jakarta

Anies mengatakan, 600 pompa air itu akan disebar di 178 lokasi banjir. Ia pun berharap dengan adanya alat itu, banjir akan cepat surut.