Bareskrim Tangkap Puluhan WNA dalam Kasus Penipuan Lintas Negara Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kejahatan penipuan lintas negara melibatkan 26 WNA, Jakarta, Selasa (15/3/2022). ANTARA/Laily Rahmawaty

MerahPutih.com - Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan kejahatan penipuan yang melibatkan warga negara asing (WNA).

Bareskrim menangkap 26 orang WNA asal Tiongkok dan Taiwan yang terlibat dalam kejahatan penipuan lintas negara.

Direktur Tipidum Brigjen Andi Rian Djajadi, Selasa (15/3), mengatakan para pelaku tersebut ditangkap di empat lokasi berbeda di wilayah Jakarta dan Bekasi. Keduapuluh enam pelaku terdiri atas 16 laki-laki dan 10 orang wanita.

Baca Juga:

Bareskrim Polri Sita Aset Fantastis Triliunan Rupiah dari KSP Indosurya

Ia menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari sekembalinya tim Bareskrim Polri dari Konferensi Aseanapol ke-40 di Kamboja, di mana isu penipuan lintas negara menjadi isu hangat yang dibahas dalam konferensi tersebut, karena melibatkan korban di beberapa negara.

"Sekembalinya dari sana, Dittipidum melakukan penyelidikan dan muncul salah satu nama sebagai pelaku atau koordinator jaringan penipuan lintas negara," ungkap Andi, dikutip Antara.

Dalam penyelidikan, ditemukan satu rumah di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) Jakarta Utara, diamankan enam orang pelaku. Kemudian di lokasi kedua kawasan PIK 1, diamankan satu orang, lalu dikembangkan lagi di lokasi ketiga di Jalan Pluit Utara Raya, Penjaringan diamankan empat orang pelaku.

Lalu di lokasi terakhir dikembangkan di kawasan Citra Grand Nusa, Jatikarya, Kota Bekasi, diamankan 15 orang pelaku.

"Penyidik berhasil mengidentifikasi bahwa 26 orang tersebut terdiri atas 22 orang warga negara China, dan empat orang warga negara Taiwan,” tutur Andi.

Dalam perkara ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti lebih kurang sebanyak 29 item, tapi mayoritas alat-alat elektronik yang terdiri dari iPad, modem termasuk pengisi daya ponsel, ponsel, flashdisk, powerbank, router, dan sejumlah paspor atas nama masing-masing pelaku.

Dari hasil pemeriksaan terhadap para pelaku, diperoleh keterangan korban-korban penipuan jaringan transnasional berada di Tiongkok, sehingga dalam penyelesaian kasus tersebut penyidik melimpahkan perkara ke Dirjen Imigrasi.

Adapun modus yang dilakukan pelaku adalah menghubungi para korban dan mengaku sebagai anggota polisi, lalu meminta transfer dana untuk menyelesaikan perkaranya.

"Sementara ini kami limpahkan ke imigrasi untuk penanganan lebih lanjut di imigrasi," ucap Andi.

Baca Juga:

Viral Nurhayati Tersangka, Kabareskrim Perintahkan Polres Cirebon Terbitkan SP3

Namun demikian, lanjut Andi, pihaknya mendalami pelaku lain yang diduga terlibat, memfasilitasi 26 WNA tersebut bisa menetap di Indonesia sejak awal 2021 dan melakukan tindak kejahatan penipuan lintas negara.

Diduga para WNA tersebut menyalahgunakan izin tinggal di Indonesia, mereka menggunakan paspor wisata untuk masuk ke Indonesia awal 2021.

Sementara itu, Sub-Koordinator Pengawasan (Sub-Korwas) Wilaya II Dirjen Imigrasi Midran Dylan mengatakan, pihaknya melakukan pendalaman terkait keberadaan 26 WNA yang diduga tinggal tidak sesuai izin yang dimilikinya.

"Tahap pertama yang dilakukan Imigrasi adalah pendetensian, karena ada dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak asing yang sudah diamankan sebelumnya. Kemudian dilakukan pendalaman untuk mempelajari unsur-unsur pidana yang ada di undang-undang keimigrasian," ujar Dylan. (*)

Baca Juga:

Azam Khan Diperiksa Bareskrim di Kasus Edy Mulyadi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Capai 29.012 Orang Sehari
Indonesia
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Capai 29.012 Orang Sehari

Kita mesti hidup dengan mereka bisa 5 tahun bisa 10 tahun

Operasi Damai Cartenz Utamakan Kesejahteraan ketimbang Penegakan Hukum
Indonesia
Operasi Damai Cartenz Utamakan Kesejahteraan ketimbang Penegakan Hukum

Polri lantas membentuk Operasi Damai Cartenz dengan target operasi pembinaan kepada orang asli Papua (OAP) dimulai 17 Januari 2022.

733 Kendaraan Ditilang karena Langgar Ganjil Genap
Indonesia
733 Kendaraan Ditilang karena Langgar Ganjil Genap

"Terdapat 733 kendaraan yang kami tilang," kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jumat (29/10).

COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD
Indonesia
COVID-19 tak Kunjung Selesai, Gibran Ajukan Biaya Tidak Terduga Rp 110 Miliar ke DPRD

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka mengajukan belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 110 miliar ke DPRD Solo, Jawa Tengah. Dana tersebut diperuntukan bagi penanganan COVID-19 serta belanja lainnya terkait kebencanaan.

Omicron di Jakarta Capai 252 Kasus, Hari Ini Bertambah 90 Orang
Indonesia
Omicron di Jakarta Capai 252 Kasus, Hari Ini Bertambah 90 Orang

Saat ini, total keseluruhan konfirmasi Omicron di ibu kota sudah mencapai 252 kasus.

Anies Belum Bahas Soal Pilpres, Wagub DKI: Karena Masih 2024
Indonesia
Mahfud MD Komentari Pernikahan Ketua MK dengan Adik Presiden Jokowi
Indonesia
Mahfud MD Komentari Pernikahan Ketua MK dengan Adik Presiden Jokowi

Rencana pernikahan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman dengan adik Presiden Joko Widodo (Jokowi), Ida Yati, menjadi sorotan publik.

Penyelenggara Mulai Lakukan Pengecatan Lintasan Sirkuit Mandalika
Indonesia
Penyelenggara Mulai Lakukan Pengecatan Lintasan Sirkuit Mandalika

Penyelenggara balapan World Superbike (WSBK) terus menyelesaikan fasilitas pendukung termasuk pengecatan garis star (star line) di Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB).

PKS Desak Internasional Bersikap Tegas Terkait Serangan Israel ke Masjidil Aqsa
Indonesia
PKS Desak Internasional Bersikap Tegas Terkait Serangan Israel ke Masjidil Aqsa

Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengutuk keras aksi Israel dan mendesak dunia internasional bersikap tegas untuk menghentikan aksi negeri zionis tersebut.

Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik
Indonesia
Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik

Perayaan Natal Tahun 2021 pada saat pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan ketentuan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No SE 33 Tahun 2021