Bareskrim Sita Aset Bandar Narkoba Senilai Rp 338 Miliar Bareskrim Polri membongkar kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tiga kasus narkotika di tiga TKP berbeda. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri membongkar kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari tiga kasus narkotika di tiga TKP berbeda. Antara lain, Bali, Medan dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dari tiga pengungkapan kasus tindak pidana pencucian uang, penyidik kemudian berhasil menyita barang bukti berupa uang dan aset dengan total nilai Rp 338.899.998.583 atau Rp 338 miliar.

Uang itu ditampilkan di depan awak media dalam bentuk tumpukan uang kes.

Baca Juga:

Tangkap Bandar Narkoba, BNNP Jateng Sita Aset Hasil TPPU Rp 683 Juta

TPPU pertama berasal dari kasus peredaran narkoba jenis ekstasi di Bali yang terjadi pada 2002 lalu, yang mana seorang manager klub karaoke berinisial ARW ditangkap.

Kasus ini sudah diungkap pada 2017 lalu. ARW diketahui melakukan bisnis narkoba jenis ekstasi dan mengedarkannya di tempat dia bekerja.

"Saat ditangkap, ia menjabat sebagai manajer," kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Siregar dalam konferensi pers, Kamis (16/12).

Dari tersangka ARW, penyidik melakukan penyitaan berupa rumah dan aset tanah yang tersebar di Medan, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Kemudian, kasus kedua dengan tersangka berinisial HS yang berperan sebagai pengendali kurir.

Dari hasil pemeriksaan, HS memerintah dua orang bernama Dodi dan Rudi untuk menerima sabu-sabu di Medan.

Selanjutnya, keduanya diminta untuk menyerahkan sabu tersebut ke NHF sebanyak 20 kilogram dan 9 kilogram di Malang.

HS diketahui melakukan peredaran narkoba sejak 2015 lalu sampai September 2021.

"Kita menyita sejumlah aset dari HS, mulai dari rumah, mobil Lexus, tanah dan bangunan hingga rekening yang digunakan sebagai sarana transaksi pembayaran narkoba," jelas Krisno yang mengenakan kemeja putih ini.

Baca Juga:

Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Hadiri Sidang Perdana Kasus Narkoba

Terakhir, TPPU ketiga berasal dari kasus produksi peredaran gelap obat keras ilegal di dua pabrik di Yogyakarta, tepatnya di Bantul dan Sleman.

Dari lima tersangka dan alat bukti, penyidik menemukan adanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dimulai sejak masuknya pembayaran penjualan obat ilegal pada 6 Februari 2019.

Hasil penjualan itu masuk ke dalam rekening penampung SD, EP alias Y dan DSR. Kemudian, uang ini digunakan untuk kepentingan pribadi hingga membeli mesin produksi.

"Kami mendapat uang dari salah satu tersangka senilai 2 juta dolar Singapura, uang Rp 2,75 miliar dan beberapa rekening," jelas Krisno yang juga mantan Dirnarkoba Polda Jawa Tengah ini.

Adapun para tersangka ini dijerat dengan Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. (Knu)

Baca Juga:

Bandar Narkoba Tabrak Polisi hingga Terluka Parah Ditangkap di Jawa Tengah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sanksi yang Disiapkan Pemda DIY Jika Ada Tempat Wisata Abai Prokes
Indonesia
Sanksi yang Disiapkan Pemda DIY Jika Ada Tempat Wisata Abai Prokes

Wisatawan pasti akan langsung datang ke hotel

BPJS Solo Masih Menunggak Klaim Pasien COVID-19 di Dua RSUD
Indonesia
BPJS Solo Masih Menunggak Klaim Pasien COVID-19 di Dua RSUD

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan sampai saat ini masih ada tunggakan BPJS pasien COVID-19 di rumah sakit yang dikelola Pemkot.

Gerindra Sebut Hak Interpelasi Formula E Digulirkan PSI dan PDIP Cuma Nafsu Politik
Indonesia
Gerindra Sebut Hak Interpelasi Formula E Digulirkan PSI dan PDIP Cuma Nafsu Politik

Langkah PSI dan PDI Perjuangan menggulirkan hak interpelasi Formula E disinyalir bermuatan politik.

DPR Minta Pemerintah Konsisten Soal Lembaga Pengawas di RUU PDP
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Konsisten Soal Lembaga Pengawas di RUU PDP

telah memutuskan untuk memperpanjang waktu pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Pelindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk masa sidang mendatang.

Toilet SPBU Pertamina di Joglo Raya Bebas dari Penjaga Dua Ribuan
Indonesia
Toilet SPBU Pertamina di Joglo Raya Bebas dari Penjaga Dua Ribuan

Salah satunya ada di SPBU Jalan Joglo Raya. Dari pantauan merahputih.com, tidak ada penampakan para penjaga dua ribuan yang duduk di dekat kamar kecil.

Pegawai Lembaga Eijkman Akan Diintegrasikan ke BRIN
Indonesia
Pegawai Lembaga Eijkman Akan Diintegrasikan ke BRIN

Lembaga Biologi Molekuler Eijkman diintegrasikan ke Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Jokowi Dikabarkan Bakal Umumkan PPKM Darurat
Indonesia
Jokowi Dikabarkan Bakal Umumkan PPKM Darurat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Percepat Pulihkan Ekonomi, Indonesia Pererat Kerja Sama dengan Singapura
Indonesia
Percepat Pulihkan Ekonomi, Indonesia Pererat Kerja Sama dengan Singapura

Pemerintah saat ini tengah gencar melakukan pemulihan ekonomi Indonesia setelah terpuruk akibat hantaman pandemi COVID-19.

Kereta Cepat Diuji Coba November saat Perhelatan G20
Indonesia
Kereta Cepat Diuji Coba November saat Perhelatan G20

"Berita baik di bulan November 2022 pada perhelatan G20, Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan memulai uji coba pengoperasian," kata Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (7/4).

Nataru, Polda Jabar Pastikan Tidak Ada Penyekatan dan Penutupan Jalan
Indonesia
Nataru, Polda Jabar Pastikan Tidak Ada Penyekatan dan Penutupan Jalan

Dari data laporan terakhir pada 19 Desember 2021, dosis pertama vaksinasi di Kota Bandung sudah mencapai 1.956.190 orang. Sementara dosis kedua mengikuti sebanyak 1.732.031 orang.