Bareskrim Polri Selamatkan Uang Negara Rp200 Miliar Lebih Kabareskrim Polri Irjen Listyo Sigit Prabowo (depan) (ANTARA/Andi Firdaus)

Merahputih.com - Bareskrim Polri tercatat telah menyelamatkan uang negara mencapai Rp222.753.250.083 sepanjang 2020, yakni sejak Januari hingga Oktober. Jumlah tersebut merupakan hasil penanganan dari 435 perkara korupsi sepanjang 2020.

"Januari hingga Oktober telah dilakukan penyelamatan uang negara sekitar Rp222.753.250.083," kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo dalam keterangannya, Kamis (10/12).

Rilis berisi capaian tersebut dikeluarkan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Internasional pada 9 Desember.

Baca Juga:

Tahapan Pilkada Dilanjutkan Jika Paslon dan Pendukungnya Ditertibkan

Pada tahun 2020, Bareskrim Polri tercatat menerima laporan terkait kasus tindak pidana korupsi sebanyak 1.346 perkara. Dari angka itu, 435 diantaranya sudah ada yang rampung atau P21 sebanyak 393 perkara, dilimpahkan ke Kejaksaan ada 16 perkara dan dihentikan atau SP3 ada 26 perkara.

Sampai saat ini Bareskrim Polri masih menyidik sebanyak 911 perkara tindak pidana rasuah di Indonesia. Jika diakumulasi dari 2018 hingga 2020, Bareskrim Polri tercatat sudah menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp3.698.866.116.012.

Sedangkan kerugian negara sejak tahun 2018-2020 mencapai Rp7.620.934.195.431 dengan total jumlah laporan polisi mencapai 4.321 laporan yang terdiri dari 2.080 kasus telah P21, 111 kasus dihentikan, 62 kasus dilimpahkan dan proses sidik sebanyak 2.068 kasus.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara).

Sigit menambahkan Bareskrim Polri akan terus menindak tegas pelaku korupsi yang merugikan masyarakat dan keuangan negara tanpa pandang bulu. Hal ini merupakan wujud komitmen dari Bareskrim Polri dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap citra Polri.

"Sebagai wujud pembenahan internal Bareskrim, tentunya kasus korupsi harus diusut sampai ke akar-akarnya tanpa pandang bulu," tutur mantan Kadiv Propam Polri ini.

Berdasarkan catatan pada tahun 2020 ini, Bareskrim Polri setidaknya telah mengusut dan menyelesaikan beberapa kasus pidana korupsi besar yang sempat menyita perhatian publik, diantaranya adalah Bareskrim Polri melimpahkan tersangka dan barang bukti kasus dugaan korupsi Kondensat PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) ke Kejaksaan Agung setelah dinyatakan lengkap atau P21. Ketiga tersangka adalah Presiden Direktur PT TPPI Honggo Wendratmo, mantan Kepala BP Migas Raden Priyono dan Deputi Finansial Ekonomi dan Pemasaran BP Migas Djoko Harsono.

Baca Juga:

Anggaran Perselisihan Hasil Pilkada 2020 Lebih dari Rp61 Miliar

Selanjutnya kasus pembobolan kas bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif dengan tersangka Maria Pauline Lumowa yang berhasil digiring ke Indonesia saat berada di Beograd, Serbia. Pemulangan itu hasil dari proses ekstradisi antara Pemerintah RI dengan Serbia.

Lalu kasus tindak pidana korupsi terkait penghapusan red notice Djoko Soegiarto Tjandra. Dalam perkara ini, ada empat orang yang dijadikan tersangka. Dua diantaranya adalah jenderal polisi yakni Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo. Sedangkan dua lainnya yaitu Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi. Berkas perkara tersebut juga telah rampung atau P21. Saat ini, keempat orang itu sudah menyandang status terdakwa lantaran proses hukumnya sudah memasuki tahap persidangan. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Indonesia
BMKG Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

BMKG mewaspadai potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia pada Senin (30/11).

Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia
Indonesia
Toyota Jadi Produsen Mobil Terlaris di Dunia

Toyota Motor Corp tetap menjadi produsen mobil terlaris di dunia dengan rekor penjualan 5,47 juta kendaraan dalam enam bulan pertama 2021

Polres Jakpus Kerahkan 1.300 Anggota Cegah Kerumunan Warga saat Malam Takbiran
Indonesia
Polres Jakpus Kerahkan 1.300 Anggota Cegah Kerumunan Warga saat Malam Takbiran

Polres Metro Jakarta Pusat menyiapkan 1.300 pasukan untuk melakukan pengamanan di malam takbiran.

Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas
Indonesia
Pemprov DKI Tak Akan Langsung Izinkan Reuni 212 di Monas

Monas sudah ditutup sejak Gubernur Anies Baswedan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sampai sekarang.

[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Penyanyi Dunia Nyanyikan Asmaul Husna agar Wabah Berhenti

Unggahan Mamah Dedeh itu telah disukai 205 kali dan disebarkan kembali 97 kali.

Dalam 10 Hari, Kasus Corona Harian Eropa Berlipat Ganda
Dunia
Dalam 10 Hari, Kasus Corona Harian Eropa Berlipat Ganda

Kasus virus corona yang dilaporkan di Eropa lebih dari dua kali lipat dalam 10 hari, melewati 200.000 infeksi setiap hari untuk pertama kalinya pada hari Kamis.

Kubu Rizieq Siapkan Pembuktian di Sidang Praperadilan
Indonesia
Kubu Rizieq Siapkan Pembuktian di Sidang Praperadilan

Kamil Pasha merinci bukti-bukti yang akan disampaikan dalam agenda sidang Rabu ini

Ganggu Kinerja KPK,  Polemik TWK Mesti Dihentikan
Indonesia
Ganggu Kinerja KPK, Polemik TWK Mesti Dihentikan

"Dikhawatirkan KPK secara institusi malah terganggu akibat konflik yang akhirnya jadi persoalan internal," tutur dia

Kasus COVID-19 Naik 54 Ribu, Pakai Masker Harga Mati
Indonesia
Kasus COVID-19 Naik 54 Ribu, Pakai Masker Harga Mati

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 hingga Jumat (16/7) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 54 ribu kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Eks Jubir Sebut Makin Banyak Hal Menyedikan di KPK
Indonesia
Eks Jubir Sebut Makin Banyak Hal Menyedikan di KPK

Menurutnya, semakin banyak hal menyedihkan terjadi pada KPK di masa kepemimpinan Firli Bahuri Cs yang disebutnya "era baru".