Bareskrim Polri Gelar Perkara Penyelewengan Dana ACT Hari Ini Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara guna menentukan tersangka kasus dugaan penyelewengan dana oleh yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Senin (25/7).

"Iya nanti siang, gelar perkara perkembangan penyidikan," ujar Dir Tipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan di Jakarta, Senin (25/7).

Baca Juga

Pendiri ACT Mengaku Dicecar Terkait Pembelian Aset Yayasan saat Pemeriksaan Hari Ke-8

Whisnu melanjutkan gelar perkara itu akan dihadiri pihak Propam Polri, Wassidik Polri, Irwasum Polri hingga Kadivkum Polri.

Saat ini, Bareskrim tengah mengusut dugaan penyalahgunaan dana bantuan kompensasi untuk korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 pada 2018.

Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin memberikan keterangan kepada wartawan usai jalani pemeriksaan hari kelima di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/7/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin memberikan keterangan kepada wartawan usai jalani pemeriksaan hari kelima di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, Kamis (14/7/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pada perkara ini, Boeing menunjuk ACT sebagai pengelola dana sosial. Boeing memberikan dua santunan, yakni uang tunai kepada para ahli waris masing-masing sebesar USD144.500 atau sebesar Rp 2,06 miliar, dan bantuan non tunai dalam bentuk CSR.

Namun dana yang diberikan diduga dikelola dengan tidak transparan dan menyimpang. Beberapa di antaranya, kata polisi, digunakan untuk kepentingan pribadi para petinggi organisasi filantropi itu.

Baca Juga

Bareskrim Duga Ada Perusahaan 'Cangkang' Penampung Dana Operasional ACT

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan penyelidikan soal transaksi mencurigakan oleh ACT dengan pihak yang diduga kuat terkait dengan jaringan terorisme. BNPT mencurigai penerima sumbangan dari ACT itu berada di Turki dan India.

Kepala BNPT Komjen Boy Rafli menjelaskan pihaknya saat ini juga tengah menyelidiki aktivitas rekening dari para pihak yang terlibat. BNPT menduga adanya keterlibatan pihak perorangan dan yayasan dalam perkara ACT tersebut.

"Ada terkait organisasi dan perorangan. Ada seperti yayasan, seperti itu," ujarnya.

Boy belum merinci berapa jumlah rekening yang bertransaksi dari pihak di dua negara itu. Namun, rekening tersebut ikut bertransaksi dengan ACT, baik menerima maupun mengirimkan dana. (Knu)

Baca Juga

Pendiri ACT Ahyudin Kembali Dipanggil Bareskrim

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
1.000 Lampion Imlek Dinyalakan, Warga Solo Tumpah Ruah
Indonesia
1.000 Lampion Imlek Dinyalakan, Warga Solo Tumpah Ruah

Sebanyak 1.000 lampion dan satu shio macan air yang terpasang di Pasar Gede dan halaman Balai Kota Solo mulai dinyalakan.

Mabes Polri Usut Keberadaan Hacker Bjorka
Indonesia
Mabes Polri Usut Keberadaan Hacker Bjorka

Sosok hacker Bjorka kini tengah dicari-cari Polisi buntut dari aksinya yang mengancam akan membuka data pejabat negara. Polri mengatakan pihaknya masih bekerja mengusut hal ini.

Mahfud MD Pastikan Tahapan Pemilu 2024 Dimulai 14 Juni 2022
Indonesia
Mahfud MD Pastikan Tahapan Pemilu 2024 Dimulai 14 Juni 2022

Adanya dukungan pemerintah kepada penyelenggara Pemilu dan Pilkada 2024, diharapkan supaya Pemilu bisa berjalan dengan tepat waktu.

Mulai Hari Ini, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 24.00 WIB
Indonesia
Mulai Hari Ini, MRT Jakarta Beroperasi hingga Pukul 24.00 WIB

Jam Operasional Senin-Jumat (hari kerja) pukul 05.00 sampai pukul 24.00 WIB dan Sabtu -Minggu (akhir pekan) atau hari libur pukul 06.00 sampai 24.00 WIB.

2 Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Lolos dari Penahanan
Indonesia
2 Tersangka Kasus Konser Berdendang Bergoyang Lolos dari Penahanan

Polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam kasus festival musik yang bertajuk Berdendang Bergoyang.

[HOAKS atau FAKTA] :  Ada Kecurangan, Hari Raya Idul Fitri 2022 Diundur
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] : Ada Kecurangan, Hari Raya Idul Fitri 2022 Diundur

Beredar informasi berupa tangkapan layar artikel berita dari media liputan6.com di Facebook, bahwa Hari Raya Idul Fitri 1443 diundur karena ada kecurangan. Tangkapan layar tersebut menampilkan foto Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan terdapat tanggal tayangnya di 21 April 2022.

Wagub Riza Pilih Ikut MLM Dibandingkan Main Proyek dan Korupsi
Indonesia
Wagub Riza Pilih Ikut MLM Dibandingkan Main Proyek dan Korupsi

"Jadi, saya kemarin mulai daftar multi level, lalu sekarang persiapan multi level. Ya sudah, ikut multi level. Katanya lumayan," kata Riza Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (17/3).

Pernikahan Kaesang Pakai Tradisi Tumplek Ponjen dan Dodol Dawet
Indonesia
Pernikahan Kaesang Pakai Tradisi Tumplek Ponjen dan Dodol Dawet

Presiden Jokowi dan Iriana akan menikahkan putra bungsunya Kaesang Pangarep dengan Erina Sofia Gudono.

Putusan Pendahuluan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu Diprotes KPU
Indonesia
Putusan Pendahuluan Dugaan Pelanggaran Administrasi Pemilu Diprotes KPU

Bawaslu memutuskan menindaklanjuti aduan laporan dari Partai Pelita dengan dengan registrasi nomor 002/LP/PL/ADM/RI/00.00/VIII/2022 dan Partai Ibu dengan nomor registrasi 003/LP/PL/ADM/RI/00.00/VIII/2022.

Gerindra Komentari Kebersamaan Jokowi dan Anies di Sirkuit Formula E
Indonesia
Gerindra Komentari Kebersamaan Jokowi dan Anies di Sirkuit Formula E

Momen langka terjadi pada Senin (25/4), kemarin. Untuk pertama kalinya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan meninjau langsung progres pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara.