Bareskrim Polisi Masih Dalami Motif Yahya Waloni Melakukan Ujaran Kebencian Tangkapan layar video amatir saat Muhammad Yahya Waloni tiba di Gedung Bareskrim Polri Jakarta, Kamis (26/8/2021). ANTARA/HO-tangkapan layar video amatir

MerahPutih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, masih mendalami motif tersangka Muhammad Yahya Waloni melakukan ujaran kebencian.

Yahya diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan permusuhan berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), serta penodaan agama. Ia menyebarkan ceramahnya melalui video di Youtube.

Baca Juga

Pasca Ditangkap, Yahya Waloni Dirawat di RS Polri

“Nanti kita tanyakan lagi pada penyidik. Tapi yang pasti, dari penyidikan akan terungkap semuanya, motif itu semua,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jumat (27/8).

Penyidik telah menetapkan Yahya Waloni sebagai tersangka sejak bulan Mei 2021.

“Sudah (tersangka). Itu kan prosesnya sejak bulan April, bulan Mei sudah naik penyidikan, sudah jadi tersangka. Proses seperti itu,” kata Rusdi.

Muhammad Yahya Waloni

Menyoal mengapa Yahya Waloni baru ditangkap, sedangkan laporannya dibuat sejak bulan April, Rusdi menekankan setiap laporan ada prosesnya.

“Ya kan semua ada prosesnya. Polri tetap merespons segala sesuatu yang terjadi di masyarakat, dan itu sudah dibuktikan, ada laporan, ada kegelisahan masyarakat polisi merespons itu semua,” tegas Rusdi.

Diketahui, penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap Yahya Waloni. Ia diciduk di Perumahan Permata, Klaster Dragon, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 17.00 WIB, Kamis (26/8).

Yahya ditangkap terkait laporan LP/B/0287/IV/2021/BARESKRIM yang dibuat komunitas Cinta Pluralisme soal dugaan ujaran kebencian berdasarkan SARA dan penodaan agama pada 27 April 2021.

Akibat perbuatannya, Yahya Waloni diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 A ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Knu)

Baca Juga

Dianggap Meresahkan, Semua Konten Video Yahya Waloni Bakal Di-takedown

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menkes Soroti Masih Rendahnya Vaksinasi Aglomerasi Soloraya
Indonesia
Menkes Soroti Masih Rendahnya Vaksinasi Aglomerasi Soloraya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengapresiasi Pemkot Solo dan Keraton Kasunanan Surakarta yang melakukan percepatan vaksinasi.

Komnas HAM Periksa Senjata Api Terkait Kematian 6 Laskar FPI
Indonesia
Komnas HAM Periksa Senjata Api Terkait Kematian 6 Laskar FPI

Anam menyebut, pihaknya juga memeriksa senjata yang digunakan oleh petugas kepolisian maupun para pengawal Imam Besar FPI Rizieq Shihab.

Bareskrim Polri Peringatkan Belasan Akun Medsos karena Sebar Hoaks
Indonesia
Bareskrim Polri Peringatkan Belasan Akun Medsos karena Sebar Hoaks

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri memberikan 12 kali peringatan ke akun media sosial (medsos), yang diduga menyebarkan informasi palsu atau hoaks. Hal itu merupakan bagian dari Virtual Police terkait penanganan kasus UU ITE.

Bupati Ade Yasin Terbitkan Aturan Pelaksanaan Liga 1 di Stadion Pakansari
Indonesia
Bupati Ade Yasin Terbitkan Aturan Pelaksanaan Liga 1 di Stadion Pakansari

Pemerintah Kabupaten Bogor menerbitkan aturan mengenai pelaksanaan kompetisi Liga 1 di Stadion Pakansari, Cibinong.

MUI Kutuk Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar
Indonesia
MUI Kutuk Ledakan Bom di Gereja Katedral Makassar

"MUI meminta pihak aparat untuk mencari dan menangkap pelaku serta membongkar motif dari tindakan yang tidak terpuji ini," papar Anwar Abbas.

Polda Metro akan Panggil David 'Noah' Terkait Kasus Dugaan Penipuan
Indonesia
Polda Metro akan Panggil David 'Noah' Terkait Kasus Dugaan Penipuan

Penyidik Direktorat Resesrse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya akan memanggil personel grup band Noah, David Kurnia Albert untuk dilakukan pemeriksaan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang lebih dari Rp 1,1 miliar.

Didakwa Terima Suap Rp25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tidak Bersalah
Indonesia
Didakwa Terima Suap Rp25,7 Miliar, Edhy Prabowo: Saya Tidak Bersalah

"Saya dari awal ketika masuk sini saya tidak bersalah, cuma saya bertanggung jawab atas yang terjadi kementrian saya, saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya," kata Edhy di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (15/4).

Polisi Selidiki Penembakan Remaja di Taman Sari
Indonesia
Polisi Selidiki Penembakan Remaja di Taman Sari

Insiden yang terjadi pada Selasa (22/6) sekitar pukul 01.00 WIB itu mengakibatkan korban mendapatkan luka tembakan di bagian ketiak kiri dan tangan sebelah kiri.

Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Penanganan Sampah di Laut
Indonesia
Indonesia-Jepang Perkuat Kerja Sama Penanganan Sampah di Laut

Ditargetkan pada tahun 2025, penanganan sampah di laut sudah mencapai angka 70 persen

Berpotensi Terjadi Kepadatan Lalin, Polda Metro Antisipasi Hari Pertama Pembukaan Sekolah
Indonesia
Berpotensi Terjadi Kepadatan Lalin, Polda Metro Antisipasi Hari Pertama Pembukaan Sekolah

Polda Metro Jaya melakukan antisipasi dengan dibukanya pembelajaran tatap muka di setiap sekolah di Jakarta.