Bareskrim Periksa Pejabat BPJS Kesehatan Soal Kebocoran Data Penduduk Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rusdi Hartono. (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Bareskrim Polri masih mendalami kasus kebocoran data 279 juta penduduk.

Rencananya, Dirut BPJS Kesehatan yang akan dimintai keterangan. Namun, kehadirannya diwakilkan oleh pejabat BPJS Kesehatan lain.

“Bukan (Dirut yang hadir), salah satu pejabat yang berwenang betul-betul, ia bertanggung jawab terhadap operasional teknologi informasi di BPJS Kesehatan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (24/5).

Baca Juga:

Kabareskrim Selidiki Kebocoran Data Pribadi Peserta BPJS Kesehatan

Rusdi menuturkan, pemeriksaan dimulai sejak pukul 10.30 WIB.

“Mudah-mudahan dari klarifikasi ini, Polri banyak mendapatkan informasi yang tentunya akan sangat berguna dalam rangka menuntaskan kasus dugaan kebocoran data peserta BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga telah dibobol dan dijual di forum online.

Data ini diduga berasal dari kebocoran salah satu instansi pemerintah.

Ilustrasi keamanan siber (ANTARA/Shutterstock)
Ilustrasi keamanan siber (ANTARA/Shutterstock)

Data-data yang dijual meliputi nama, nomor identitas kependudukan (NIK), nomor telepon, alamat, alamat email, nomor pokok wajib pajak (NPWP), dan data pribadi lainnya.

Data yang bocor ini diduga berasal dari institusi pemerintah yakni BPJS Kesehatan. Informasi ini berdasarkan sebuah cuitan dari akun Twitter @ndagels dan @nuicemedia yang diunggah Kamis (20/5).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah menganalisis sampel data pribadi yang beredar sejak 20 Mei. Investigasi itu menemukan bahwa akun bernama Kotz menjual data pribadi di Raid Forums.

Baca Juga:

Dirut BPJS Kesehatan Bakal Diperiksa Buntut Kebocoran Ratusan Juta Data Nasabah

Akun Kotz sendiri merupakan pembeli dan penjual data pribadi (reseller).

Disampaikan Juru Bicara Kementerian Kominfo Dedy Permadi, Jumat (21/5), data sampel yang ditemukan tidak berjumlah satu juta seperti klaim penjual, namun berjumlah 100.002 data.

“Kominfo menemukan bahwa sampel data diduga kuat identik dengan data BPJS Kesehatan. Hal tersebut didasarkan pada data noka (nomor kartu), kode kantor, data keluarga/data tanggungan, dan status pembayaran yang identik dengan data BPJS Kesehatan,” ujar Dedy melalui keterangan resminya. (Knu)

Baca Juga:

Data Bocor, Kominfo Panggil Direksi BPJS Kesehatan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BNNP DKI Gencar Berantas Narkoba di Tempat Hiburan Malam
Indonesia
BNNP DKI Gencar Berantas Narkoba di Tempat Hiburan Malam

"Kami akan gencar melaksanakan operasi penangkapan di tempat hiburan," kata Kepala BNNP DKI Jakarta, Brigjen Tagam Sinaga

Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik
Indonesia
Pemerintah Beri Syarat Gereja yang Ingin Laksanakan Ibadah Secara Fisik

Perayaan Natal Tahun 2021 pada saat pandemi COVID-19 dilaksanakan dengan ketentuan sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama No SE 33 Tahun 2021

Nahdlatul Ulama Serukan Genjatan Senjata antara Rusia dengan Ukraina
Indonesia
Nahdlatul Ulama Serukan Genjatan Senjata antara Rusia dengan Ukraina

PBNU meminta agar adanya genjatan senjata antara Rusia dengan Ukraina karena dampak perang yang ditimbulkan cukup besar.

Mahfud MD Sampaikan Penghargaan Pada KSAD Andika
Indonesia
Mahfud MD Sampaikan Penghargaan Pada KSAD Andika

TNI sudah melaksanakan tugas sesuai dengan pesan sejarah dan amanat konstitusi, termasuk membantu penanganan COVID-19.

Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Pandemi
Indonesia
Kasus Harian COVID-19 di Indonesia Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Pandemi

Angka kasus tersebut memecahkan rekor sebelumnya yakni sejumlah 56.757 yang terjadi pada 15 Juli 2021.

Soal Tagar #PercumaLaporPolisi, Polri Tegaskan tak Pernah Abaikan Setiap Laporan
Indonesia
Soal Tagar #PercumaLaporPolisi, Polri Tegaskan tak Pernah Abaikan Setiap Laporan

Polri menegaskan, tak pernah mengabaikan setiap laporan. Sehingga selalu merespon setiap keluhan dari masyarakat.

Viral Barang Digelindingkan Lewat Tangga Pesawat, Lion Air  Lakukan Investigasi
Indonesia
Viral Barang Digelindingkan Lewat Tangga Pesawat, Lion Air Lakukan Investigasi

Barang-barang yang digelindingkan tersebut selanjutnya dibawa penggunaan kendaraan pengangkut yang diambil oleh petugas di bawah.

Polisi Mulai Usut Dugaan Penipuan Investasi Binomo
Indonesia
Polisi Mulai Usut Dugaan Penipuan Investasi Binomo

Korban mengklaim mengalami kerugian hingga Rp 2,4 miliar.

Polemik JHT, Serikat Pekerja Diminta untuk Uji Materi UU Jaminan Sosial
Indonesia
Polemik JHT, Serikat Pekerja Diminta untuk Uji Materi UU Jaminan Sosial

Permenker 2/2022 sudah sesuai dengan Pasal 35 dan 37 UU SJSN junto PP No 46 Tahun 2015.

KPK Kembangkan Kasus Korupsi Bansos COVID-19
Indonesia
KPK Kembangkan Kasus Korupsi Bansos COVID-19

KPK menyatakan tengah mengembangkan kasus korupsi pengadaan paket bantuan sosial (bansos) COVID-19 pada Kementerian Sosial (Kemensos).