Bareskrim Mulai Sidik Korupsi Pembangunan Gedung Pertamina Gedung Pertamina Pusat. (MP/Fadhli)

Merahputih.com - Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk pembangunan gedung baru milik Pertamina di kawasan Jakarta Selatan.

Status pengusutan melalui penyelidikan naik ke penyidikan didasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan pada Rabu (14/2).

"Dari hasil gelar perkara hari Rabu ini kami naikkan kasusnya dari penyelidikan ke penyidikan," kata Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Pol Ahmad Wiyagus melalui siaran pers di Jakarta, Rabu (14/2) dilansir Antara.

Menurut dia, jajarannya menyelidiki kasus ini sejak April 2015. Dengan dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, pihaknya akan memanggil saksi-saksi untuk dimintai keterangan.

Wiyagus menduga ada tindak pidana korupsi pada proses pengadaan tanah seluas 4,8 hektare di kawasan Rasuna Episentrum, Rasuna Said, Jakarta Selatan.

"Proyek pembangunan Gedung Pertamina tahun 2012 itu dengan nilai anggaran sebesar 1,6 triliun," katanya.

Perusahaan milik BUMN tersebut sudah melakukan 'groundbreaking' atau peletakan batu pertama pembangunannya pada Desember 2013.

Gedung ini direncanakan memiliki ketinggian sekitar 530 meter dengan 99 lantai dan luas total bangunan 540.000 meter persegi.

Pembangunan Gedung Pertamina Energy Tower tersebut ditargetkan selesai pada 2020.

Gedung ini ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan ruang kantor bagi Pertamina dan seluruh anak perusahaannya dengan kapasitas sekitar 23.000 orang pekerja. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH