Bareskrim Mulai Selidiki Kasus Dugaan Paspor Palsu Adelin Lis Adelin Lis merupakan buronan kasus pembalakan liar sejak 2008 namanya masuk dalam daftar 'red notice' Interpol. (Foto: Antara)

Merahputih.com - Polri akan menyelidiki kasus dugaan pemalsuan paspor terpidana pembalakan liar Adelin Lis. Paspor itu digunakan Adelin pada saat pelarian ketika menjadi buronan.

Penyidik bakal berkoordinasi dengan Imigrasi untuk mengungkap bagaimana proses penerbitan paspor dengan data palsu itu.

Baca Juga:

Kejagung Bawa Pulang Buronan Korupsi dan Pembalakan Liar Adelin Lis

"Sedang jalan kita lidik," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto kepada wartawan, Selasa (22/6).

Penyidik akan mendalami kasus pemalsuan data paspor itu dengan berkoordinasi dengan pihak Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia.

Seperti dibuat dimana dan bagaimana proses penerbitannya. Dirtipidum sudah berkoordinasi dengan SLO Polri di Singapura terkait masalah tersebut. "Kami tunggu pelimpahan masalah paspor yang bersangkutan dari Kejagung," ungkapnya.

Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis dihadirkan saat konferensi pers terkait pemulangannya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis dihadirkan saat konferensi pers terkait pemulangannya di Kejaksaan Agung, Jakarta, Sabtu (19/6/2021). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Agus menyampaikan, Bareskrim Polri akan terus berkoordinasi dengan Kejagung dan Imigrasi untuk menggali data terkait pembuatan paspor palsu itu.

"Kita minta info paspor yang digunakan yang bersangkutan, sudah dikirim, terbit 2017. Lanjut kita koordinasi dengan Ditjen Imigrasi," katanya.

Sebelumnya diketahui, akibat pemalsuan identitas paspor itu Adelin Lis diamankan pihak Imigrasi Singapura, di Bandara Changi, 28 Mei 2018 lalu.

Baca Juga:

Polri Sebut Paspor Palsu Adelin Lis Terbit 2017

Kemudian, Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura mengirimkam surat kepada KBRI Singapura, tertanggal 4 Maret 2021.

Surat itu pada intinya berisi permintaan verifikasi atas identitas sebenarnya dari Adelin Lis, dan apakah passpor Nomor B 7348735 atas nama Hendro Leonardi secara sah diterbitkan oleh pihak berwenang di Indonesia.

Pengadilan Singapura kemudian menyatakan Adelin Lis bersalah terkait penggunaan nama Hendro Leonardi -identitas lain- dalam paspornya, dan dijatuhi hukuman denda 14 ribu Sin$. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ribuan Wartawan Ikuti Vaksinasi COVID-19 di GBK
Indonesia
Ribuan Wartawan Ikuti Vaksinasi COVID-19 di GBK

Sebanyak 5.512 wartawan akan mengikuti vaksinasi COVID-19 serentak pada Kamis (25/2) hingga Sabtu (27/2) di Kompleks Gelora Bung Karno.

[Hoaks atau Fakta]: Pesepakbola Eriksen Alami Serangan Jantung Dampak Disuntik Vaksin COVID
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pesepakbola Eriksen Alami Serangan Jantung Dampak Disuntik Vaksin COVID

Radio Sportiva melalui akun Twitter resminya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menyiarkan berita apapun terkait kondisi Eriksen, termasuk pendapat dari tim medis Inter Milan.

Pemerintah Janji Fokus Pada Penghiliran Biji Nikel
Indonesia
Pemerintah Janji Fokus Pada Penghiliran Biji Nikel

Paling tidak, klaim pemerintah, 25 persen cadangan nikel di dunia ada di Indonesia atau mencapai lebih 21 juta ton.

[Hoaks atau Fakta]: Gubernur Anies Bangun Bandara JB Soedirman di Purbalingga
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Gubernur Anies Bangun Bandara JB Soedirman di Purbalingga

Dilansir dari website resmi Bappelitbangda (Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah) Kabupaten Purbalingga, pada 17 November 2017 telah dilaksanakan penandatangan pembangunan bandara JB Soedirman menjadi bandara komersial berstandar internasional.

Puluhan Orang Reaktif Corona di Bundaran HI Saat Diamankan Tim Pemburu COVID-19
Indonesia
Puluhan Orang Reaktif Corona di Bundaran HI Saat Diamankan Tim Pemburu COVID-19

Pembubaran dan penindakan ini dilakukan untuk mencegah dampak lebih besar

[HOAKS atau FAKTA]: Menggoyang-goyangkan Tabung Gas Bisa Timbulkan Ledakan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Menggoyang-goyangkan Tabung Gas Bisa Timbulkan Ledakan

Beredar di Facebook video dua orang sedang mengoyang-goyangkan tabung untuk memperbaikinya.

DPRD Jabar Soroti Insentif Nakes Telat dan PHK Massal
Indonesia
DPRD Jabar Soroti Insentif Nakes Telat dan PHK Massal

DPRD Jawa Barat menyoroti persoalan penyaluran insentif untuk tenaga kesehatan yang kerap terlambat.

Sudah 4 Tahun, Uang Purnabakti Anggota KPU Belum Cair
Indonesia
Sudah 4 Tahun, Uang Purnabakti Anggota KPU Belum Cair

Padahal, dalam situasi ekonomi rakyat yang jatuh akibat pandemi COVID-19, berapapun uang penghargaan purnabakti yang berhak diterima mantan ketua dan anggota KPU 2012-2017 pasti sangat berarti.

Wagub DKI: 3 Hotel Pasien OTG Belum Bisa Digunakan
Indonesia
Wagub DKI: 3 Hotel Pasien OTG Belum Bisa Digunakan

Untuk saat ini, pasien OTG dan gejala ringan masih dirujuk ke Wisma Mandiri Kemayoran

Polisi Pastikan Proses Hukum Abu Janda Tetap Dilanjutkan
Indonesia
Polisi Pastikan Proses Hukum Abu Janda Tetap Dilanjutkan

"Mereka seperti itu (bertemu) penyidik kan terus berjalan juga. Proses berjalan," kata Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono