Bareskrim Lakukan Rangkaian Persiapan Periksa Maria Pauline Buron pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa (rompi oranye). Foto: Kemenkumham

Merahputih.com - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri siap untuk memeriksa Maria Pauline Lumowa, tersangka pembobol kas Bank BNI senilai Rp1,2 triliun.

"Saat ini Bareskrim sedang melakukan rangkaian persiapan dalam rangka pemeriksaan yang bersangkutan," kata Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo dikutip Antara, Kamis (9/7).

Baca Juga

DPR Apresiasi Kinerja Yasonna Bawa Buronan Dari Serbia

Dia menyebut persiapan itu dilakukan sebagai bagian dari penerapan protokol pencegahan COVID-19.

"Persiapan mulai dari (pelaksanaan tes) swab sesuai standar protokol COVID-19 dan selanjutnya persiapan tim pendampingan/kuasa hukum dalam rangka pemeriksaan terhadap yang bersangkutan," terang Sigit.

Sebelumnya tersangka Maria Pauline Lumowa telah tiba di Indonesia melalui Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis.

Tim Bareskrim Polri telah menerima penyerahan tersangka Maria Pauline Lumowa secara resmi dari Menkumham Yasonna Laoly.

"Tim Bareskrim ikut dalam penjemputan Maria Pauline Lumowa, setelah menerima penyerahan secara resmi dari menkumham sebagai pimpinan kegiatan ekstradisi," kata mantan Kadiv Propam Polri ini.

Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia ke Indonesia pada Rabu (8/7). Keberhasilan proses ekstradisi itu tidak lepas dari diplomasi hukum tingkat tinggi dan hubungan baik antarkedua negara. Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas bank BNI cabang Kebayoran Baru lewat Letter of Credit (L/C) fiktif.

Maria Pauline Lumowa
Buron pembobol Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa, akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten pada Kamis (9/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Foto: Kemenkumham

Pada periode Oktober 2002 hingga Juli 2003, Bank BNI mengucurkan pinjaman senilai 136 juta dolar AS dan 56 juta Euro kepada PT Gramarindo Group yang dimiliki Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Aksi PT Gramarindo Group diduga mendapat bantuan dari 'orang dalam' karena BNI tetap menyetujui jaminan L/C dari Dubai Bank Kenya Ltd., Rosbank Switzerland, Middle East Bank Kenya Ltd., dan The Wall Street Banking Corp yang bukan merupakan bank korespondensi Bank BNI.

Pada Juni 2003, pihak BNI yang curiga dengan transaksi keuangan PT Gramarindo Group mulai melakukan penyelidikan dan mendapati perusahaan tersebut tak pernah melakukan ekspor.

Dugaan L/C fiktif ini kemudian dilaporkan ke Mabes Polri, namun Maria Pauline Lumowa sudah lebih dahulu terbang ke Singapura pada September 2003 alias sebulan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh tim khusus yang dibentuk Mabes Polri.

Perempuan kelahiran Paleloan, Sulawesi Utara, pada 27 Juli 1958 tersebut belakangan diketahui keberadaannya di Belanda pada 2009 dan sering bolak-balik ke Singapura.

Pemerintah Indonesia sempat dua kali mengajukan proses ekstradisi ke Pemerintah Kerajaan Belanda, yakni pada 2010 dan 2014, karena Maria Pauline Lumowa ternyata sudah menjadi warga negara Belanda sejak 1979.

Namun, kedua permintaan itu direspons dengan penolakan oleh Pemerintah Kerajaan Belanda yang malah memberikan opsi agar Maria Pauline Lumowa disidangkan di Belanda.

Baca Juga

Yasonna Sebut Ekstradisi Maria Pauline Lumowa Dilakukan 'Injury Time'

Upaya penegakan hukum lantas memasuki babak baru saat Maria Pauline Lumowa ditangkap oleh NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Serbia, pada 16 Juli 2019.

"Penangkapan itu dilakukan berdasarkan red notice Interpol yang diterbitkan pada 22 Desember 2003. Pemerintah bereaksi cepat dengan menerbitkan surat permintaan penahanan sementara yang kemudian ditindaklanjuti dengan permintaan ekstradisi melalui Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum Kemenkumham," kata Menkumham Yasonna Laoly. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Fokus Hoaks dan Kampanye Hitam, Polri Sisakan Sepertiga Pasukan Urusi Lainnya
Indonesia
Fokus Hoaks dan Kampanye Hitam, Polri Sisakan Sepertiga Pasukan Urusi Lainnya

Mabes Polri akan mengerahkan 2/3 dari jumlah total personelnya untuk mengamankan rangkaian pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Mahfud MD Bantah Tuding SBY dan AHY Dalang di Balik Demo UU Ciptaker
Indonesia
Mahfud MD Bantah Tuding SBY dan AHY Dalang di Balik Demo UU Ciptaker

"Tak seorang pun di antara kami pernah bilang Pak SBY atau AHY sebagai dalang atau membiayai unras," kata Mahfud

Ketua DPD Minta Senator Ikut Awasi Penyaluran Bansos Tunai di 2021
Indonesia
Ketua DPD Minta Senator Ikut Awasi Penyaluran Bansos Tunai di 2021

Peristiwa penyelewengan dana bansos menimbulkan ketidakpercayaan publik

William Sabandar Akui Penumpang MRT Anjlok di April dan Mei
Indonesia
William Sabandar Akui Penumpang MRT Anjlok di April dan Mei

Jumlah penumpang pada 1 Juli- 6 Juli 2020 sebanyak 102.324 orang

Serapan Anggaran Penanganan Corona Minim, Begini Tanggapan Ketua MPR
Indonesia
Serapan Anggaran Penanganan Corona Minim, Begini Tanggapan Ketua MPR

Bamsoet mendesak pemerintah segera membelanjakan anggaran penanganan COVID-19 yang sudah disetujui tersebut.

Bungkam Kritik Lewat Peretasan
Indonesia
Bungkam Kritik Lewat Peretasan

Pemerintah dan aparat penegak hukum mengusut kasus peretasan secara transparan, akuntabel, dan jelas. Semua pelaku peretasan wajib ditangkap, diproses dengan adil.

Ini Ancaman bagi Petahana Salah Gunakan Kekuasaan di Masa Pandemi
Indonesia
Ini Ancaman bagi Petahana Salah Gunakan Kekuasaan di Masa Pandemi

Sanksi pembatalan pencalonan menanti para kepala daerah yang akan maju kembali dalam Pilkada Serentak 2020.

Zonasi RW Jawaban Atas Kritik Keras Ortu Murid ke Anak Buah Anies
Indonesia
Zonasi RW Jawaban Atas Kritik Keras Ortu Murid ke Anak Buah Anies

Disdik DKI Jakarta akan membuka jalur baru PPDB tahun ajaran 2020-2021 yang dinamakan jalur Zonasi Bina RW Sekolah

[HOAKS atau FAKTA]: Terlalu Sering Pakai Masker Picu Keracunan Karbondioksida
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terlalu Sering Pakai Masker Picu Keracunan Karbondioksida

Beredar unggahan dari akun Facebook Soelaiman Sr berupa sebuah video dan tangkapan layar dengan klaim bahwa memakai masker terlalu lama dan terlalu sering dapat menyebabkan hypoxia.

Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Minta Pemerintah Tambah Waduk untuk Kendalikan Banjir di Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap kepada pemerintah pusat untuk menambahkan lagi bendungan atau waduk untuk mengendalikan banjir di ibu kota.