Bareskrim kembali Periksa Petinggi ACT, Ahyudin Siap Jadi Tersangka Pendiri Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ahyudin (kanan) didampingi tim pengacaranya usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (12/7/2022). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

MerahPutih.com - Bareskrim Polri kembali melakukan pemeriksaan maraton terhadap pendiri dan petinggi Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait dengan dugaan penyelewengan dana sosial/CSR ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610. hari ini, Rabu (13/7).

Presiden Yayasan ACT Ibnu Khajar dan pendiri ACT Ahyudin telah bolak-balik menjalani pemeriksaan di Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim sejak pekan lalu.

Baca Juga:

Kasus Dugaan Penyelewengan Dana ACT Naik ke Penyidikan

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) IV Dittipideksus Bareskrim Polri Kombes Pol. Andri Sudarmaji menjelaskan jadwal pemeriksaan lanjutan terhadap Ahyudin dan Ibnu Khajar. "Dilanjut besok pukul 10.00 atau 11.00-an," kata dia, kepada wartawan Selasa malam.

Ibnu menjelaskan pemeriksaan dilanjutkan hari ini dengan alasan mengaku lelah karena menjalani pemeriksaan untuk yang ketiga kalinya. Dia keluar dari Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa sekitar pukul 22.20 WIB, didampingi oleh tim pengacaranya.

Saat wartawan menghampirinya, Ibnu Khajar berusaha menghindar. "Saya lelah, saya butuh istirahat," ujar Ibnu Khajar yang mencoba menghindar dari kejaran wartawan, dikutip dari Antara.

Presiden ACT Ibnu Khajar (kanan) bersama Ketua Dewan Pembina ACT N. Imam Akbari (kiri) memberikan keterangan pers terkait pencabutan izin Penyelenggaraan Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di kantor ACT, Menara 165, Jakarta, Rabu (6/7/22). Tim Legal Yayasan ACT menilai keputusan pencabutan izin yang dilakukan oleh Kementerian Sosial tersebut terlalu reaktif karena seharusnya ada proses yang harus dilakukan secara bertahap. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Berbeda dengan Ibnu Khajar, Pendiri ACT Ahyudin menyatakan siap untuk berkorban atau dikorbankan demi keberlangsungan ACT dalam memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Pengorbanan yang dimaksudkan Ahyudin dalam bentuk apa pun, termasuk jika dirinya ditetapkan sebagai tersangka. "Demi Allah, saya siap berkorban atau dikorbankan sekalipun," kata Ahyudin.

Untuk diketahui, pemeriksaan terhadap Ahyudin dan Ibnu Khajar sudah berjalan sejak Jumat (8/7), dan berlanjut sampai Senin (11/7) hingga hari ini.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipdeksus) Bareskrim Polri telah meningkatkan status perkara dugaan penyelewengan dana CSR ahli waris korban kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 ke tahap penyidikan. (*)

Baca Juga:

Bareskrim Sudah Periksa 4 Saksi Dugaan Penyalahgunaan Dana Umat ACT

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kota Solo PPKM Level 1, Pemkot Gencarkan Vaksinasi
Indonesia
Kota Solo PPKM Level 1, Pemkot Gencarkan Vaksinasi

"Dengan ini, aturan dan kebijakan publik bakal lebih longgar sekalipun percepatan vaksinasi masih jadi fokus pencapaian untuk membentuk kekebalan di masyarakat," ujar Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa

Jokowi Resmikan Bandara Trunojoyo dan Holding BUMN Industri Pertahanan di Jatim
Indonesia
Jokowi Resmikan Bandara Trunojoyo dan Holding BUMN Industri Pertahanan di Jatim

Presiden juga akan memberikan bantuan sosial kepada para penerima manfaat di sejumlah pasar di Kabupaten Sumenep.

WNA dari 14 Negara Diizinkan Masuk, Demokrat Minta Pemerintah Tak Ulangi Kesalahan
Indonesia
WNA dari 14 Negara Diizinkan Masuk, Demokrat Minta Pemerintah Tak Ulangi Kesalahan

Pemerintah juga telah menyamakan durasi karantina bagi seluruh pelaku perjalanan menjadi 7 x 24 jam

Beragam Modus Penghimpunan Dana Teroris Enam Tahun Terakhir
Indonesia
Beragam Modus Penghimpunan Dana Teroris Enam Tahun Terakhir

Selain bentuk modus yang senantiasa berubah, ada pula kendala lain

Polisi Sebut Penculik 10 Bocah di Jabodetabek Ngaku Mantan Napi Teroris
Indonesia
Polisi Sebut Penculik 10 Bocah di Jabodetabek Ngaku Mantan Napi Teroris

Terkait hal tersebut, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin menyebut ARA mengaku mantan narapidana terorisme.

Puluhan Orang Terluka, NYPD Buru Pelaku Serangan Teror Stasiun Subway di Brooklyn
Dunia
Puluhan Orang Terluka, NYPD Buru Pelaku Serangan Teror Stasiun Subway di Brooklyn

Peristiwa terjadi saat jam sibuk kereta bawah tanah. Pelaku penembakan memakai rompi konstruksi dan masker gas.

KPU Terima Dokumen Administrasi 13 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024
Indonesia
KPU Terima Dokumen Administrasi 13 Parpol Calon Peserta Pemilu 2024

KPU sudah menerima dokumen administrasi sebanyak 13 partai politik untuk keperluan verifikasi.

Bakal Ada Penyesuaian Gaji, Karyawan Pertamina Batal Mogok Kerja
Indonesia
Bakal Ada Penyesuaian Gaji, Karyawan Pertamina Batal Mogok Kerja

Sebelumnya, FSPPB berencana melakukan aksi mogok kerja selama 10 hari terhitung mulai 29 Desember 2021 sampai 7 Januari 2022.

ICW Usul Kortas Tipikor Dimaksimalkan untuk Benahi Internal Polri
Indonesia
ICW Usul Kortas Tipikor Dimaksimalkan untuk Benahi Internal Polri

ICW mengusulkan korps yang bakal diisi mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu lebih dimaksimalkan untuk membenahi internal Polri.

Sanksi Setengah Hati Uni Eropa Terhadap Pasokan Minyak Dari Rusia
Dunia
Sanksi Setengah Hati Uni Eropa Terhadap Pasokan Minyak Dari Rusia

Para pemimpin setuju bahwa pengecualian soal embargo akan diberikan pada Hongaria dan negara-negara lainnya yang khawatir akan dampak ekonomi dari penerapan sanksi.