Bareskrim Hari Ini Lakukan Gelar Perkara Kasus Penganiayaan M Kece Tangkapan layar chanel Muhammad Kece. (Foto: Youtube)

Merahputih.com - Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri melakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka kasus dugaan penganiayaan terhadap Muhammad Kece.

"Yang pasti hari ini penyidik melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan status tersangka," ujar Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian Djajadi, Selasa (28/9).

Baca Juga

Babak Baru Kasus Penganiayaan Muhammad Kece, Polisi Bakal Gelar Prarekonstruksi

Andi tidak merinci siapa saja pihak yang dihadirkan dalam gelar perkara tersebut. Namun yang pasti status tersangka akan diperoleh setelah gelar perkara dilakukan.

Sebelumnya, penyidik melakukan pra-rekonstruksi perkara dugaan penganiayaan oleh penghuni Rutan Bareskrim Polri terhadap M Kece, tersangka kasus dugaan penistaan agama.

 YouTuber Muhammad Kece, tersangka dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)
YouTuber Muhammad Kece, tersangka dugaan penistaan agama tiba di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (25/8/2021). (ANTARA/Laily Rahmawaty)

Pra-rekonstruksi tersebut dihadiri oleh saksi kejadian dan calon tersangka. Total ada enam calon tersangka yang dihadirkan.

Diperkirakan pra-rekonstruksi dilaksanakan Jumat (25/9) malam. Pra-rekonstruksi digelar untuk penyesuaian antara fakta yang di lapangan dengan hasil berita acara pemeriksaan saksi serta calon tersangka.

Baca Juga

Penganiayaan Muhammad Kece, Penjaga Rutan Bareskrim Diperiksa Propam

Muhammad Kece sendiri mendapat penganiayaan dari sesama tahanan Bareskrim Polri. Setelah mendapat penganiayaan, Kece membuat laporan polisi.

Laporan itu diterima Polisi dengan nomor LP 0510/VIII/2021/Bareskrim.Polri. Dalam laporannya, nama Irjen Napoleon Bonaparte berstatus sebagai terlapor. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ghufron Sebut yang Tuduh KPK Membangkang Justru Menghina Ombudsman
Indonesia
Ghufron Sebut yang Tuduh KPK Membangkang Justru Menghina Ombudsman

Pembangkangan itu berkaitan dengan keberatan KPK atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI (ORI).

Eks Penyidik KPK AKP Robin Jalani Sidang Perdana Hari Ini
Indonesia
Eks Penyidik KPK AKP Robin Jalani Sidang Perdana Hari Ini

Sidang rencananya akan digelar pukul 10.00 WIB

Hadiri Sidang Bansos, Ketua DPRD DKI Support Juliari Batubara
Indonesia
Hadiri Sidang Bansos, Ketua DPRD DKI Support Juliari Batubara

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi hadir dalam persidangan lanjutan perkara dugaan korupsi bansos COVID-19 dengan terdakwa bekas Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Pemprov DKI Tata Lima Ruas Jalan di Kebayoran Baru
Indonesia
Pemprov DKI Tata Lima Ruas Jalan di Kebayoran Baru

Dinas Bina Marga DKI Jakarta akan melakukan penataan lima trotoar di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Jika Terjadi Gelombang Ke-2 COVID-19, Beban RS Semakin Berat
Indonesia
Jika Terjadi Gelombang Ke-2 COVID-19, Beban RS Semakin Berat

Berdasarkan update terbaru pemeriksaan Whole Genome Sequencing, per 17 Mei 2020, Indonesia menemukan varian baru COVID-19.

Mas Nanan Hingga Mbak Puan Dampingi Ibunya Terima Gelar Profesor Kehormatan
Indonesia
Mas Nanan Hingga Mbak Puan Dampingi Ibunya Terima Gelar Profesor Kehormatan

Sejumlah mantan menteri yang bekerja di era pemerintahan Ibu Megawati turut hadir

Jabar Juara Dua Peparnas Papua, Bunda Angkat Besi Tetap Bangga
Indonesia
Jabar Juara Dua Peparnas Papua, Bunda Angkat Besi Tetap Bangga

Jawa Barat harus puas meraih gelar juara kedua Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

APPBI Solo Sebut Aturan PPKM di Daerah Bikin Ekonomi Sulit Pulih
Indonesia
APPBI Solo Sebut Aturan PPKM di Daerah Bikin Ekonomi Sulit Pulih

Ia mencontohkan banyak pengunjung dari luar kota Solo terpaksa harus pulang karena ada aturan SE Wali Kota Solo melarang anak di bawah 15 tahun masuk mal.

Abu Janda Diperiksa Bareskrim soal Kasus Rasisme dan Cuitan 'Islam Arogan' Hari Ini
Indonesia
Abu Janda Diperiksa Bareskrim soal Kasus Rasisme dan Cuitan 'Islam Arogan' Hari Ini

Aktivis Permadi Arya alias Abu Janda bakal diperiksa Bareskrim Polri dalam kasus dugaan rasialisme di media sosial terkait mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai, Senin (1/2)

Pakai Skema G to G, Sindikat Vaksin Palsu Tidak Bakal Beroperasi di Indonesia
Indonesia
Pakai Skema G to G, Sindikat Vaksin Palsu Tidak Bakal Beroperasi di Indonesia

Pemerintah terus memantau masalah pemalsuan vaksin. Pemerintah juga mengedukasi dan terus melakukan koordinasi dengan perusahaan yang melakukan pengadaan vaksin lain dalam skema gotong royong.