Bareskrim Gelar Perkara Dugaan Pembunuhan di Luar Hukum terhadap Laskar FPI Rekonstruksi kasus penembakan enam anggota laskar FPI di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020) dini hari. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/hp.

MerahPutih.com - Penyidik Bareskrim Polri akan menggelar gelar perkara kasus dugaan pembunuhan di luar hukum (unlawful killing) yang dilakukan oknum polisi terhadap Laskar FPI.

Gelar perkara itu rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan.

Diketahui, enam anggota Laskar FPI tewas usai terlibat bentrokan dengan anggota Polda Metro Jaya di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) KM 50, saat tengah mengawal Rizieq Shihab sebelum ditangkap terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan.

Baca Juga:

Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, pihaknya telah menemukan sejumlah bukti permulaan terkait adanya unsur pidana dalam kasus tersebut.

Sementara gelar perkara dilaksanakan nantinya untuk meningkatkan status perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

“Kita sudah dapat bukti permulaan, tinggal menyusun, melengkapi, minggu depan kami gelar (perkara) naik penyidikan,” kata Andi saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (5/3).

Kendaraan yang digunakan saat bentrok laskar FPI dan Polisi. (Foto: Antara)
Kendaraan yang digunakan saat bentrok laskar FPI dan Polisi. (Foto: Antara)

Dalam perkara ini, Bareskrim Polri telah menerbitkan laporan polisi atau LP berkaitan dengan kasus dugaan unlawful killing terhadap laskar FPI. Ada tiga oknum anggota Polda Metro Jaya yang berstatus terlapor dalam perkara ini.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menyebut, sudah ada calon tersangka. Namun, penyidik masih terus melakukan penyelidikan sebelum akhirnya menaikkan status perkaranya ke tahap penyidikan dan menetapkan tersangka.

“Dugaan tersangka sudah ada,” kata Agus kepada wartawan, Kamis (4/3) kemarin.

Sementara, Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengemukakan bahwasannya ketiga anggota Polda Metro Jaya selaku terduga pelaku unlawful killing terhadap laskar FPI itu kekinian untuk sementara dibebastugaskan.

Alasannya, karena mereka tengah terlibat suatu perkara.

“Sementara tidak melaksanakan tugas ya,” katanya saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/3) kemarin.

Baca Juga:

Polri Hentikan Kasus FPI dan Status Tersangka 6 Laskar yang Tewas Gugur

Adapun terkait jenis sanksi etik yang akan dijatuhkan terhadap yang bersangkutan itu, nantinya akan diproses melalui sidang etik.

Namun, kata Ramadhan, proses tersebut akan berlangsung apabila mereka telah terbukti melakukan tindak pidana berdasar putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

“Jadi kalau yang dibilang sudah dinyatakan katakanlah dihentikan (pecat) sekali lagi harus melalui proses sidang kode etik. Jadi saya sampaikan posisinya (saat ini) masih terlapor,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

6 Laskar FPI Tersangka, Kabareskrim: Nanti Kita SP3

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
PAN Minta Perubahan Perda RDTR-PZ Perhatikan Tempat Ibadah dan Sekolah
Indonesia
PAN Minta Perubahan Perda RDTR-PZ Perhatikan Tempat Ibadah dan Sekolah

Fraksi PAN DPRD meminta Bapemperda dan Pemprov untuk memerhatikan tempat ibadah dan sekolah dalam pembuatan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun
Indonesia
Anak Buah Anies Siap Tindak Tempat Wisata yang Gelar Acara Malam Pergantian Tahun

Sehingga, tidak diperkenankan untuk melakukan perayaan kegiatan malam tahun baru 2020-2021

Nekat Mudik, Warga Solo Digelandang ke Rumah Karantina
Indonesia
Nekat Mudik, Warga Solo Digelandang ke Rumah Karantina

Sedikitnya tiga orang kedapatan mudik Natal dan tahun baru dengan tujuan Solo, Jawa Tengah.

PSI Minta Anies Buat Aturan Jelas Soal Jam Malam di RT Zona Merah
Indonesia
PSI Minta Anies Buat Aturan Jelas Soal Jam Malam di RT Zona Merah

Fraksi PSI DPRD DKI meminta Pemprov untuk segera membuat aturan detail pengawasan serta sanksi soal jam malam di RT zona merah, sehingga ada jeda waktu sosialisasi sebelum hari raya Idul Fitri.

Kepastian Vaksinasi Warga di Tangan Pusat, Pemprov DKI Siapkan Saran dan Prasarana-nya
Indonesia
Kepastian Vaksinasi Warga di Tangan Pusat, Pemprov DKI Siapkan Saran dan Prasarana-nya

42 persen tenaga kesehatan (nakes) di ibu kota telah divaksin

Tambah Fasilitas Stadion JIS, DPRD DKI: Pemprov Bisa Ambil Lahan Warga
Indonesia
Tambah Fasilitas Stadion JIS, DPRD DKI: Pemprov Bisa Ambil Lahan Warga

Ia meminta Pemda DKI untuk melakukan pembebasan lahan di sekitar stadion JIS.

Diresmikan Jokowi, Bendungan Tukul Bisa Pasok 300 Liter Air per Detik
Indonesia
Diresmikan Jokowi, Bendungan Tukul Bisa Pasok 300 Liter Air per Detik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Bendungan Tukul, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Minggu (14/2).

476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet
Indonesia
476 Pemudik yang Kembali ke Jakarta Reaktif COVID-19, Sisanya Dibawa ke Wisma Atlet

Ia juga memastikan, penyekatan dan pembatasan bakal terus dilakukan

Suu Kyi Akhirnya Muncul di Sidang Setelah 4 Bulan Militer Lakukan Kudeta
Dunia
Suu Kyi Akhirnya Muncul di Sidang Setelah 4 Bulan Militer Lakukan Kudeta

Dia menghadapi dakwaan kepemilikan radio walkie-talkie secara ilegal hingga pelanggaran undang-undang rahasia negara.

Terduga Teroris Sebut Bom Daya Ledak Besar 'Takjil', Hindari Kecurigaan Warga
Indonesia
Terduga Teroris Sebut Bom Daya Ledak Besar 'Takjil', Hindari Kecurigaan Warga

Sementara HH (56) berperan merencanakan, mengatur taktis dan teknis pembuatan bersama