Bareskrim Datangi Rumah Pentolan KAMI Ahmad Yani Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden PrabowoƂ Argo Yuwono. (ANTARA/ HO-Polri)

Merahputih.com - Bareskrim Polri mendatangi rumah Ketua Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, Senin (19/10) malam.

Kedatangan tersebut perihal penyelidikan keterkaitan dengan aksi demo anarkis yang pecah pada 8 Oktober lalu.

"Jadi intinya benar bahwa ada anggota reserse dari Bareskrim datang ke rumah Pak Yani. Intinya kita lakukan penyelidikan berkaitan dengan adanya kegiatan anarki tanggal 8 (Oktober) itu," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10).

Baca Juga:

Partai Baru Amien Rais Bisa Jadi Kendaraan Politik Anies dan Gatot di Pilpres 2024

Polisi disambut baik terkait kedatangan di rumah Ahmad Yani tersebut. Dia membantah kabar yang menyebut adanya penolakan ketika tim Bareskrim mendatangi rumah Ahmad Yani.

Ahmad Yani bahkan bersedia untuk mendatangi Bareskrim Mabes Polri hari ini untuk dilakukan pemeriksaan.

"Nggak ada (penolakan), nggak. Kita baru datang, kita komunikasi, kita ngobrol-ngobrol aja. Jadi ngobrol-ngobrol yang bersangkutan bersedia sendiri akan datang ke Bareskrim," terang Argo.

"Yang bersangkutan akan datang hari ini dan sekarang sedang kami tunggu," imbuhnya.

Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)
Presidium KAMI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (tengah) saat akan menjenguk rekannya yang ditahan, di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (15/10/2020). (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Argo menyebut kedatangan penyidik Bareskrim bukan untuk melakukan penangkapan terhadap Yani. Tapi hanya sekedar berkomunikasi untuk membahas kapan Yani bisa dimintai keterangan dalam kasus tersebut.

"Enggak ada (penangkapan) kita baru datang dengan komunikasi ngobrol-ngobrol aja. Jadi ngobrol-ngobrol yang bersangkutan bersedia sendiri untuk hari ini hadir ke Bareskrim," tuturnya.

Bareskrim Polri sebelumnya menetapkan sembilan tersangka yang diduga menghasut kericuhan selama demo menolak omnibus law UU Ciptaker beberapa waktu terakhir.

Baca Juga:

'Gatot' Bertemu Kapolri, Gatot Nurmantyo: Ya Pulang Masa Mau Tidur Disini

Dari sembilan tersangka itu, beberapa di antaranya terafiliasi dengan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Bahkan tiga petinggi KAMI turut diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni Komite Eksekutif KAMI, Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat serta satu Deklarator KAMI, Anton Permana. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung
Indonesia
Sarana dan Prasarana MRT Tak Terdampak Kebakaran Gedung Kejagung

MRT Jakarta akan tetap memberikan pelayanan seperti biasanya

DPRD Minta Masyarakat Ikuti Sistem PPDB Jalur Zonasi
Indonesia
DPRD Minta Masyarakat Ikuti Sistem PPDB Jalur Zonasi

Masyarakat menjalankan regulasi yang sudah ada terlebih dahulu, karena jalur zonasi itu bisa diikuti siapa saja baik miskin, kaya, pintar, maupun kurang pintar.

Pemprov DKI Gelar Penyuluhan soal Virus Corona ke Warga
Indonesia
Pemprov DKI Gelar Penyuluhan soal Virus Corona ke Warga

Atika mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bahan dan materi untuk kepentingan penyuluhan mengenai virus yang bisa menular tersebut.

59 Negara Tolak WNI, Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Rakyat
Indonesia
59 Negara Tolak WNI, Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan Rakyat

Prioritas pemerintah yang terlalu economic heavy justru berpotensi mengorbankan nyawa rakyat

Biar Ekonomi Bergerak, Pemda Diminta Tidak Takut Gunakan Anggaran
Indonesia
Biar Ekonomi Bergerak, Pemda Diminta Tidak Takut Gunakan Anggaran

Dengan penyerapan anggaran yang baik, akan dapat menghindari risiko resesi ekonomi.

Dinkes DKI Tangani 200 Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an Jakarta yang Positif COVID-19
Indonesia
Dinkes DKI Tangani 200 Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an Jakarta yang Positif COVID-19

Lanjut Widyastuti, hingga saat ini data pastinya belum diketahui, Dinkes DKI tengah mendata. Meski begitu pihaknya akan melakukan pendamping terhadap mahasiswa PTIQ dengan menggelar tracing.

Fadli Zon Jawab Tudingan Akun Twitter-nya Like Video Tak Senonoh
Indonesia
Fadli Zon Jawab Tudingan Akun Twitter-nya Like Video Tak Senonoh

Fadli Zon angkat bicara terkait heboh akun Twitter resminya disebut-sebut netizen menyukai (like) unggahan video tak senonoh.

JakPro Minta Warga Bongkar Sendiri Rumah di Area Eksisting Stadion JIS
Indonesia
JakPro Minta Warga Bongkar Sendiri Rumah di Area Eksisting Stadion JIS

Warga yang telah menerima kompensasi diberikan kesempatan untuk mengosongkan area eksisting dan melakukan pembongkaran mandiri dengan jangka waktu maksimal 30 hari sejak dana diterima.

Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU
Indonesia
Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU

"Mereka terkonfirmasi dan tervalidasi menjadi alat bukti sah yang dapat digunakan KPK untuk menjerat pelaku lain menjadi tersangka menyusul Saeful Bahri," ujarnya.

Wagub DKI Yakin Masih Ada Lokasi Pemakaman Jenazah COVID-19 di Jakarta
Indonesia
Wagub DKI Yakin Masih Ada Lokasi Pemakaman Jenazah COVID-19 di Jakarta

Akhir-akhir ini angka kematian akibat ataupun terkait COVID-19 makin tinggi