Bareskrim Cecar Mantan Danjen Kopassus dengan 28 Pertanyaan Mayjen TNI (Purn) Soenarko. (ANTARA)

MerahPutih.com - Mantan danjen Kopassus Mayjen TNI (Purn) Soenarko dicecar sebanyak 28 pertanyaan oleh penyidik dalam pemeriksaannya di kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (21/10).

Ia diperiksa untuk memberikan keterangan tambahan dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api ilegal yang menjeratnya pada tahun 2019.

Awi tidak merinci pertanyaan yang diajukan penyidik kepada Soenarko karena hal tersebut merupakan materi pemeriksaan.

Baca Juga:

Danjen Kopassus Singgung Penggunaan Baret Merah Oleh Purnawirawan, Sindir Gatot Nurmantyo?

"Sudah selesai dan tadi pertanyaan diberikan penyidik sebanyak 28 pertanyaan dan beliau kooperatif," kata Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (21/10).

Sementara kuasa hukum Soenarko, Fery Firman Nurwahyu, mengatakan kliennya ditanyai soal asal usul senjata api yang dimiliki Soenarko termasuk pihak yang mengirim senjata api tersebut.

"Kenal atau tidak (dengan yang mengirim). Apakah senjata yang dikirim itu sesuai," tutur Fery kepada wartawan.

Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (ANTARA/ HO-Polri)
Karopenmas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono. (ANTARA/ HO-Polri)

Seperti diketahui, kasus ini berawal dari adanya laporan polisi yang masuk ke Bareskrim Polri dengan tuduhan kasus makar.

Setelah melakukan proses penyelidikan yang panjang, Polri akhirnya menetapkan status tersangka terhadap eks Danjen Kopassus tersebut.

Baca Juga:

Eks Danjen Kopassus Hadiri Panggilan Bareskrim Polri

Kasus yang menjerat Soenarko berkaitan dengan penyelundupan senjata api ilegal dari Aceh. Soenarko pun sempat ditahan di Rumah Tahanan Militer, Guntur, Jakarta Selatan namun dia dibebaskan usai penangguhan penahanannya dikabulkan oleh Polri.

Belakangan ini, Bareskrim Polri kembali memanggil Soenarko untuk diperiksa. Pamanggilan itu bertujuan untuk memberikan kepastian hukum terhadap Soenarko. (Knu)

Baca Juga:

RSPAD Terima Bantuan Ribuan APD dari Eks Danjen Kopassus

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Membludak hingga 1.377 Orang
Indonesia
Pasien COVID-19 di RS Darurat Wisma Atlet Membludak hingga 1.377 Orang

Aris melanjutkan, dari 1.377 pasien itu, didominasi kaum pria.

AS Perintahkan Warganya di Bawah 21 Tahun Cepat-Cepat Tinggalkan Indonesia
Indonesia
AS Perintahkan Warganya di Bawah 21 Tahun Cepat-Cepat Tinggalkan Indonesia

Surat itu ditujukan untuk para staf kedutaan di Jakarta, perwakilan AS di Sekretariat ASEAN di Jakarta, dan konsulat AS di Surabaya dan Medan.

 Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang
Indonesia
Wapres Ma'ruf Prediksi Situasi Ekonomi Politik Bisa Rusak Jika AS dan Iran Berperang

"Ekonomi rusak, politik juga. Blok-blok akan terbangun. Itu sangat berbahaya sekali," ujar Ma'ruf kepada wartawan di Istana Wapres, Jakarta, Rabu (8/1).

 Gara-Gara Corona, 15 Ribu Pelaku Wisata di Yogyakarta Menganggur
Indonesia
Gara-Gara Corona, 15 Ribu Pelaku Wisata di Yogyakarta Menganggur

"Data kami hingga 16 April ada sekitar 15 ribu orang dirumahkan tapi tidak PHK. Mereka ada yang tidak mendapatkan gaji. Adapula yang masih mendapatkan gaji tapi hanya sebagian,"jelas Singgih

DPD Minta PHK Kepada Pekerja Terdampak COVID-19 Harus Sesuai UU
Indonesia
DPD Minta PHK Kepada Pekerja Terdampak COVID-19 Harus Sesuai UU

Undang-Undang Ketenagakerjaan juga menetapkan jumlah pesangon

PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law
Indonesia
PKS Duga Pasal "Pesanan" Jadi Pemicu Pembahasan Kilat Omnibus Law

Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya menolak RUU Ciptaker karena banyak aturan yang dibuat masih bertentangan dengan norma konsitusi.

Pimpinan KPK Isi Sekolah Partai PDIP, Ingatkan Cakada Soal "4 No"
Indonesia
Pimpinan KPK Isi Sekolah Partai PDIP, Ingatkan Cakada Soal "4 No"

Kepada ratusan cakada yang diusung PDIP itu, KPK menyampaikan sejumlah prinsip yang harus dilaksanakan oleh calon pemimpin di daerah seandainya terpilih di Pilkada serentak 2020.

BW Sindir Pimpinan KPK yang Bisu di Kasus Novel Baswedan
Indonesia
BW Sindir Pimpinan KPK yang Bisu di Kasus Novel Baswedan

“Di mana pimpinan KPK dalam situasi ini? " kata BW

Wisma Atlet Cuma Bisa Terima Kasus Ringan, Pasien Berat Dioper ke RS Lain
Indonesia
Wisma Atlet Cuma Bisa Terima Kasus Ringan, Pasien Berat Dioper ke RS Lain

RS Darurat Wisma Atlet hanya menerima pasien COVID-19 dalam kondisi ringan

Hindari Longsor, Kali Sentiong Dibangun Turap
Indonesia
Hindari Longsor, Kali Sentiong Dibangun Turap

Kini Kali Sentiong tengah dilakukan proses pengerukan lumpur hingga sampah lainnya