Bareskrim Bongkar Penyelundupan Narkoba dari Malaysia, Dikendalikan Tahanan Konferensi pers terkait pengungkapan penyelundupan narkotika jaringan Malaysia-Indonesia. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar penyelundupan narkotika jaringan Malaysia-Indonesia. Aksi para pelaku dikendalikan dari dalam lapas.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengungkapkan, kasus tersebut terungkap setelah penyidik mendapat informasi adanya peredaran narkotika di wilayah Batam, Kepulauan Riau.

"Kami lakukan penangkapan sekitar hari Kamis 21 Januari 2021, setelah tim membuntuti mobil Daihatsu hitam dengan nomor polisi BP 129 AR di daerah Agas Tanjung, Batam," kata Argo kepada wartawan di Mabes Polri, Jumat (29/1).

Baca Juga:

Video Napi Pesta Narkoba Diduga di Rumah Tahanan

Dari dalam mobil, kata Argo, petugas berhasil meringkus dua tersangka berinisial SK alias Sefri dan NS alias Nofri.

Polisi juga menemukan dua buah karung berisi jeriken plastik dan sebuah tas hitam yang berisi narkotika jenis sabu-sabu, ekstasi, dan Happy Five atau H-5.

Penyidik kemudian melakukan pengembangan dari kedua tersangka dan berhasil menangkap dua tersangka lainnya yakni HY alias Ferdi dan H.

"Kemudian setelah empat tersangka diamankan dan diinterogasi petugas kembali mendapatkan kembali tersangka kelima yakni RFH alias Rizky," ujarnya.

Ilustrasi narkoba jenis sabu. (MP/Rizki Fitrianto)
Ilustrasi narkoba jenis sabu. (MP/Rizki Fitrianto)

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Argo, barang haram tersebut diperoleh dari Malaysia dan dikendalikan oleh seseorang narapidana di Lapas Barelang Batam.

Pelaku biasa mengedarkan narkotika tersebut di wilayah Batam dan juga Makassar.

Dalam kasus ini, total barang bukti yang berhasil diamankan berupa 8 bungkus sabu dengan berat 8.206 gram, 21 ribu butir ekstasi, 220 H-5, mobil, telepon genggam, dan sim card.

Baca Juga:

Viral Diduga Pesta Narkoba di Rutan Salemba, Ini Penjelasan Karutan

Para pelaku dijerat dengan pasal 114 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

Selain itu, juga dijerat dengan pasal 112 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009.

Ancaman hukuman mati, seumur hidup atau paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda minimal Rp800 juta dan maksimal Rp8 miliar. (Knu)

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Kartel Narkoba Lolos, Presiden Duterte Peringatkan Jokowi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pandemi Tunjukkan Kelemahan Kinerja Pemerintah
Indonesia
Pandemi Tunjukkan Kelemahan Kinerja Pemerintah

Dari pandemi ini, harus ada peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh rakyat Indonesia di seluruh wilayah,

Muhammadiyah: Penting Bagi Aparat Tindak Tegas Segala Bentuk Rasisme
Indonesia
Muhammadiyah: Penting Bagi Aparat Tindak Tegas Segala Bentuk Rasisme

Tugas kita sebagai civil society yaitu mendorong setiap penegakan aturan sesuai prinsip-prinsip keadilan

Reaksi Vaksin COVID-19 Sinovac: Panas dan Demam
Indonesia
Reaksi Vaksin COVID-19 Sinovac: Panas dan Demam

“Selama ini tidak kami temukan hal menakutkan, paling panas badan sedikit, demam sedikit yang dalam 2 hari hilang,” katanya.

Penerapan SKIM di Jakarta Mengacu Pada Surat Edaran Satgas COVID-19
Indonesia
Penerapan SKIM di Jakarta Mengacu Pada Surat Edaran Satgas COVID-19

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan penerapan aturan surat izin keluar masuk (SIKM) di Jakarta mengacu kepada Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021.

Serap Penganguran, Jokowi Perintakan Kepala Daerah Perbanyak Program Padat Karya
Indonesia
Serap Penganguran, Jokowi Perintakan Kepala Daerah Perbanyak Program Padat Karya

Program-program padat karya untuk penciptaan lapangan pekerjaan sambil menunggu ekonomi kembali pulih sepenuhnya

UU Cipta Kerja Diklaim Bisa Dorong Terciptanya Era Penyiaran Digital
Indonesia
Cinta Produk Dalam Negeri Jangan Hanya Jadi Slogan
Indonesia
Cinta Produk Dalam Negeri Jangan Hanya Jadi Slogan

Meskipun menggaungkan gerakan bangga buatan Indonesia, bahwa Indonesia menganut keterbukaan ekonomi.

DPRD Solo Soroti Rendahnya Partisipasi Siswa saat Pembelajaran Tatap Muka
Indonesia
DPRD Solo Soroti Rendahnya Partisipasi Siswa saat Pembelajaran Tatap Muka

"Kami memantau sendiri di lapangan terkait PTM di SMPN 3 dan SMPN 4 Solo. Ternyata terdapat kursi kosong, siswa tidak semuanya datang ke sekolah," kata Putut, Rabu (24/3).

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun
Indonesia
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun

Dengan demikian, sudah ada tiga orang tersangka dalam perkara ini

Update Kasus Corona DKI Selasa (22/9): 65.318 Positif, 50.473 Sembuh
Indonesia
Update Kasus Corona DKI Selasa (22/9): 65.318 Positif, 50.473 Sembuh

Dengan positivity rate 12,5 persen penambahan kasus positif perhari sebanyak 1.012 jiwa.