Bareskrim Bongkar Kejahatan Pembelian Ventilator Jaringan Internasional Gelar perkara kasus kejahatan penjualan ventilator jaringan internasional oleh Bareskrim. (Foto: MP/Kanugrahan)

MerahPutih.com - Tim Bareskrim Polri mengungkap kasus penipuan oleh sindikat kejahatan internasional terkait pembelian ventilator dan monitor COVID-19. Sebanyak tiga orang pelaku ditangkap.

Total sejauh ini ada tiga orang yang sudah ditangkap tim Bareskrim Polri yaitu SB, R dan TP. Sedangkan satu orang lain yaitu warga negara asing (WNA) berinisial DM masih dalam pengejaran.

Baca Juga:

Vent-I, Ventilator Portable Buatan Jabar

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, awalnya ada perusahaan asal Italia yaitu Althea Italy dan perusahaan asal Tiongkok yaitu Shenzhen Mindray Bio-Medical Electronics yang melakukan kontrak jual beli terkait dengan peralatan medis ventilator dan monitor COVID-19.

Beberapa kali pembayaran tekah dilakukan kemudian di pertengahan perjalanan ada seorang yang mengaku GM dari perusahaan Italia tersebut kemudian menginformasikan bahwa terjadi perubahan rekening terkait dengan masalah pembayaran.

"Sehingga kemudian atas pesan yang masuk dari email tersebut kemudian rekening untuk pembayaran diubah menggunakan bank di Indonesia," kata Sigit kepada wartawan Mabes Polri, Senin (7/9).

Interpol Indonesia kemudian mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana penipuan dari Interpol Italia. Selanjutnya informasi itu diteruskan ke Subdit TPPU Dittipideksus Bareskrim Polri.

Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah).ANTARA FOTO/Reno Esnir
Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo (tengah).ANTARA FOTO/Reno Esnir

Berdasarkan hasil penelusuran, tim dari Bareskrim Polri menduga ada tindak pidana yang dilakukan oleh sindikat internasional Nigeria-Indonesia dengan modus BEC (business email compromise) perusahaan Althea Italy.

Korban diketahui sudah melakukan transfer sebanyak tiga kali ke rekening salah satu bank di Indonesia senilai EUR 3.672.146,91 atau setara dengan Rp58.831.437.451,00.

"Atas kerja sama dari Interpol Italia, Interpol Indonesia, Bareskrim Polri dan dibantu rekan-rekan PPATK kita berhasil menangkap pelaku di mana kita tangkap yaitu di Jakarta, Padang, dan kemudian di Bogor. Jadi dari kegiatan tersebut, maka kita telah mengamankan uang pada rekening penampungan bank syariah senilai Rp56 miliar," ujar Sigit.

Baca Juga:

Indonesia Siap Produksi Ventilator Lokal Tangani Pasien COVID-19

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal 378 KUHP, pasal 263 KUHP, pasal 85 UU Nomor 3 Tahun 2011, Pasal 45A ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016, Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 19 Tahun 2016, Pasal 55 KUHP, Pasal 56 KUHP, Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010, Pasal 4, 5, 6, 10 UU Nomor 8 Tahun 2010.

Adapun barang bukti yang diamankan yaitu uang pada rekening penampungan sejumlah Rp56.101.437.451, 2 unit mobil, aset tanah dan bangunan di Banten dan Sumatera serta dokumen perusahaan.

Barang bukti uang yang disita oleh kepolisian itu ditunjukkan saat rilis pengungkapan kasus di gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan pada Senin (7/9). (Knu)

Baca Juga:

Amerika Berikan 500 Ventilator Bagi Indonesia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Persentase Korban Meninggal Akibat Corona di Indonesia Dinilai Cukup Tinggi
Indonesia
Persentase Korban Meninggal Akibat Corona di Indonesia Dinilai Cukup Tinggi

Yuri mengatakan angka kematian ini bersifat dinamis. Ia berharap tidak ada lagi pasien yang meninggal karena Covid-19.

Bawa Ketapel Buat Demo di Depan Istana, Puluhan Warga Banten Diciduk Polisi
Indonesia
Bawa Ketapel Buat Demo di Depan Istana, Puluhan Warga Banten Diciduk Polisi

Para pendemo ini sudah dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan secara intensif

Eks Menteri Jokowi Jadi Bos BUMN, Plt Dirut PLN Sambangi Kantor Erick Thohir
Indonesia
Gegara COVID-19, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok
Indonesia
Gegara COVID-19, Partisipasi Pemilih di Pilkada 2020 Diprediksi Anjlok

Ken menambahkan, situasi pandemi COVID-19 ini akan berdampak pada kegiatan pemberian suara pada Pilkada 2020.

Polisi Buru Penanam Ganja di Kaki Gunung Guntur
Indonesia
Polisi Buru Penanam Ganja di Kaki Gunung Guntur

70 persen dipastikan tanaman ganja

Polisi Pastikan tak Bawa Senjata Api Saat Pantau Kedisiplinan Warga
Indonesia
Polisi Pastikan tak Bawa Senjata Api Saat Pantau Kedisiplinan Warga

Heru melanjutkan, saat ini pusat keramaian warga tersebar di beberapa lokasi.

Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan
Indonesia
Ribka Tjiptaning Desak Pemerintah Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Pemberian sembako oleh pemerintah, hanya buat rakyat senang sesaat

Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional
Indonesia
Homestay Warga di Kawasan Pariwisata Strategis Nasional

Kementerian Pariwisata telah menetapkan konsep homestay dengan memadukan antara penginapan dengan biaya terjangkau dan pengalaman budaya lokal yang otentik.

 Pengamat Ingatkan Ancaman Hukuman Mati Koruptor Tak Sekadar Wacana Saja
Indonesia
Pengamat Ingatkan Ancaman Hukuman Mati Koruptor Tak Sekadar Wacana Saja

Menurut Emrus, wacana presiden tersebut harus disambut baik dan direalisasikan oleh semua kalangan masyarakat untuk membentuk opini publik bahwa hukuman mati kepada koruptor sangat wajar dan mendesak diwujudnyatakan.

Jika Maju Jadi Capres, Sandiaga Uno Bisa Menangkan Pilpres 2024
Indonesia
Jika Maju Jadi Capres, Sandiaga Uno Bisa Menangkan Pilpres 2024

Pengusaha Sandiaga Salahudin Uno resmi dilantik sebagai Dewan Pembina Pengurus Besar (PB) Esports Indonesia periode 2020-2024