Barang Preloved Branded Sangat Menjanjikan untuk Investasi Barang-barang preloved branded semakin banyak diminati (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

SAAT ini tak hanya barang-barang branded baru yang menjadi incaran para fashionista. Karena barang preloved branded pun semakin banyak diminati.

Stigma negatif tentang barang-barang preloved tampaknya sudah pupus saat ini. Karena dari barang-barang preloved kamu bisa mendapatkan beberapa keuntungan.

Seperti yang diutarakan oleh founder Irresistible Bazaar, Marissa Tumbuan. Dirinya menuturkan saat ini semakin banyak orang mencari barang-barang preloved, namun bukan untuk social climber. Karena harga barang preloved pun tak bisa terbilang murah.

Marissa Tumbuan, Founder Irressistible Bazaar (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

"Sekarang sih lebih pada beberapa kolektor mencari koleksi yang sudah tidak keluar lagi, karena ada beberapa barang yang prefer untuk mereka membeli yang preloved karena bisa mereka puter lagi untuk dijual," ucap Marissa Tumbuan saat ditemui Merahputih.com di press confrence Irress Urban Bazaar, di Atrium Plaza Blok M, Rabu (3/7).

Selain itu, bagi Marissa barang-barang preloved juga sudah menjadi menjadi lifestyle. Tak hanya di Indonesia saja, bahkan negara di Eropa hingga Asia seperti Jepang. Hal itu terbukti dengan banyaknya toko preloved yang ada di sana.

Pandai-pandailah dalam memilih barang preloved (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Berbicara soal keuntungan yang menjanjikan, itu tergantung kecermatan kamu dalam memilih serta merawat barang. Karena kondisi bagus, langka serta barang dengan model yang 'abadi' bisa bernilai lebih tinggi.

"Jika ingin harga tinggi, pada saat memakai juga harus menjaga kondisinya supaya saat sudah tidak ingin memakai dan kondisinya masih bagus itu bisa dijual dan bisa untuk tambahan membeli barang yang sedang mereka inginkan," tambah Marissa.

Dalam hal ini contohnya ialah barang-barang klasik dari brand ternama, seperti Channel, Hermes, Louis Vuitton dan sebagainya. Jika modelnya langka dan banyak dicari orang, kamu bisa menjual di atas harga beli.

Ada beberapa brand ternama yang cukup diminati dan memiliki harga jual tinggi (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Namun di balik keuntungan, ada juga risiko penurunan harga. Dalam hal ini tak seperti mobil atau ponsel yang penurunannya jelas, seperti jika ada teknologi baru pasti mereka mengalami penurunan.

Tapi berbeda dengan fashion, karena menurut Marissa fesyen itu seperti seni. Ada beberapa barang yang malah naik, tapi ada juga yang mengalami penurunan karena kurang disukai, tergantung dari barang itu sendiri.

Saat ini perkembangan para penggemar barang preloved terus mengalami peningkatan (Foto: Mp/Raden Yusuf Nayamenggala)

Menariknya perkembangan penggemar barang-barang preloved branded pun mengalami peningkatan setiap tahun. Di Indonesia sendiri, Marissa Tumbuan menyebut jika perkembangannya sangat baik, hal itu terlihat dari setiap bazaar yang dia gelar peminatnya selalu bertambah.

Baca juga: Bazaar Barang-barang Branded Amerika dan Asia Jadi Buruan Para Kaum Urban

Nah, bagaimana guys apakah kamu tertarik untuk membeli barang-barang preloved branded? Hehehe. (Ryn)

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH