Korea Selatan yang tak Seindah K-Drama Kehidupan di Korea tak Seindah Dramanya (Sumber: Netflix)

DRAMA Korea selalu menyajikan utopia yang mengagumkan. Mulai dari tokoh yang rupawan, jalan cerita yang romantis hingga pemandangan alam yang menakjubkan. Hal tersebut membuat begitu banyak orang ingin ke negeri ginseng, baik untuk berlibur atau menetap. Belum lagi ditambah dengan paras tampan dan cantik para idola Korea. Matamu seolah dimanjakan oleh keindahan negerinya dan penduduknya.

Namun, kematian sejumlah publik figur karena depresi seperti Kim Jonghyun, Choi Sulli dan Goo Hara menimbulkan pertanyaan di benak banyak orang. Jika memang negeri Korea seindah itu, mengapa penduduknya banyak yang depresi? Baru-baru ini seorang Youtuber Korea Selatan bernama Kim Jina mengungkapkan sederet sisi lain Korea Selatan.

BACA JUGA: Digilai Fan K-Pop, Perempuan Idola ini Punya Suara Unik

1. Polusi Udara

Polusi udara di Korea
Polusi udara di Korea (Sumber: CNN)

Sekilas Korea terlihat tertib dan bersih. Faktanya, langit Korea diselimuti oleh polusi udara. Alih-alih introspeksi diri dan mencari solusi, orang Korea Selatan percaya bahwa debu halus yang mereka jumpai berasal dari Cina. Setiap pagi, orang Korea selalu memeriksa kadar polusi udara melalui aplikasi Naver. Keberadaan polusi udara juga membuat sejumlah keluarga di Korea memiliki alat pembersih udara dengan harga yang cukup mahal. Siapapun dengan alergi parah atau asma perlu mempertimbangkan hal ini sebelum menginjakkan kaki di Korea.

2. Sangat Ramai dan Padat

Korea
Korea begitu padat (Sumber: Hiexpat Korea)

Setiap sudut Korea Selatan begitu padat. Mulai dari jalan raya, kereta bahkan restoran! Jika kamu ingin berkunjung ke sebuah restoran populer, kamu harus menunggunya dalam waktu yang sangat lama. Ingin menonton film? Naik kereta bawah tanah atau bus? Kamu harus mengantri.

3. Cinta Tulus Tidak Benar-Benar Ada

Romantis
Romantisme hanya ada di drama (Sumber: KBS2)

Drama Korea menetapkan harapan dan standar tinggi akan konsep kencan. Hal ini membuat pecinta drama Korea dari berbagai negara bermimpi untuk mendapatkan suami dari Korea. Sayangnya, negeri ginseng tidak lepas dari pria-pria playboy yang mungkin hanya memanfaatkanmu. "Ketika mereka tertarik padamu, bisa jadi mereka hanya tertarik karena kamu terlihat berbeda atau kamu menawarkan sesuatu yang bermanfaat untuk mereka misalnya mengajari Bahasa Inggris," tutur Jina. Mereka hanya melihat dari keuntungan yang bisa didapat bukannya siapa dirimu yang sebenarnya. Meskipun demikian, Jina meyakinkan bahwa orang Korea memiliki hati baik. "Kami mungkin terlihat dingin di luar tetapi memiliki hati yang hangat," ujarnya.

4. Etos Kerja yang Gila

Bossy Korea
Bos tidak memperlakukan karyawan dengan baik (Sumber: MBC)

Di Indonesia, jika kamu tidak lihai dalam pekerjaan, bosmu mungkin akan menegur atau memutus kontrak kerjamu. Teman-temanmu mungkin hanya akan nyinyir di belakang. Tidak demikian dengan Korea. Para atasan akan membuat pekerjanya gila karena mulut pedas mereka, terutama jika karyawannya tersebut seorang perempuan. Bosmu mungkin akan membuat komentar negatif tentang penampilanmu seperti bertambahnya berat badanmu atau mengomentasi berapa banyak makanan yang kamu konsumsi. Meskipun terdengar sepele, bayangkan jika bosmu mengatakan itu setiap hari!

5. Komentar Jahat Warganet Jadi Hal Lumrah

Netizen Korea nyinyir
Sulli pernah menangis saat livestreaming karena tak tahan dengan komentar buruk (Sumber: Instagram/@jelly_jilli)

Choi Sulli mengakhiri hidupnya karena tak tahan dengan komentar jahat yang didapatnya di sosial media. Sulli bukanlah satu-satunya selebriti Korea yang pernah mendapatkan komentar jahat di sosial media. Sebaik apapun kamu menyajikan dirimu di publik, warganet akan selalu punya kesempatan untuk berbicara hal buruk tentangmu. "Jika kamu tidak rutin mengupdate sosial mediamu, hidupmu akan damai," ungkap Jina.

6. Orang Korea Dingin dan Kasar

Kai dan Krystal
Orang Korea terlihat dingin (Sumber: W Korea)

Kita semua tentu pernah mendengar stereotipe bahwa orang Korea itu dingin dan kasar. Namun yang terjadi adalah perbedaan budaya. Jina mengungkapkan bahwa nenek-nenek di Korea sering melontarkan sumpah serapah di restoran. Hal itu mungkin terlihat tidak menyenangkan bagi orang asing tetapi mereka melihatnya wajar.(avia)

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH