Banyak Warga di Stasiun Rawa Buaya Pulang akibat Pengetatan Aturan Calon penumpang tampak antre saat pemeriksaan STRP di Stasiun Rawa Buaya. (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Banyak masyarakat yang terpaksa tak diizinkan masuk ke Stasiun Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, lantaran tidak menunjukkan surat aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di stasiun Stasiun Rawa Belong, terlihat sepi melompong. Banyak penumpang yang pulang akibat tidak adanya surat PPKM. Biasanya penumpang Kereta Rel Listrik hilir mudik untuk yang naik dan turun. Tapi hari ini, Senin (12/7) tak nampak.

Sejumlah petugas KRL di Stasiun Rawa Buaya sudah berjaga untuk menanyakan calon penumpang yang ingin naik KRL. Bila tidak menunjukkan salah satu surat, maka tak diizinkan masuk.

Baca Juga:

Pemeriksaan STRP di Setiap Stasiun, Jumlah Penumpang KRL Alami Penurunan

Pertama Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP), surat keterangan dari pemerintah daerah setempat dan surat dari pimpinan instansi (minimal eselon 2 untuk pemerintahan. Pimpinan perusahaan/kantar yang termasuk sektor esensial, dan kritikal.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomor 50 Tahun 2021 yang mengatur sektor perkeretaapian.

"Apakah ada surat keterangan tugas? Mulai 12 harus ada surat tugas," kata Yoga, petugas di Stasiun Rawa Buaya yang menanyakan persyaratan kepada calon penumpang.

Kata Yoga, dokumen STRP dikhususkan bagi warga yang sektor kritikal, seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, energi, logistik, transportasi, dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok masyarakat, makanan dan minuman dan penunjangnya, termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik, air, pengelolaan sampah).

  Calon penumpang saat pemeriksaan STRP di Stasiun Rawa Buaya. (Foto: MP/Asropih)
Calon penumpang saat pemeriksaan STRP di Stasiun Rawa Buaya. (Foto: MP/Asropih)

Sedangkan untuk pegawai sektor esensial miliki surat tugas yang ditandatangani pimpinan perusahaan. Bagi pejabat minimal eselon II bagi pegawai pemerintahan hrus berstempel atau cap basah atau tanda tangan elektronik.

Sedangkan bagi karyawan yang bekerja di non-kritikal dan non-esensial hanya meminta tanda tangan dan cap basah dari ketua RT dan Ketua RT. Kalau mau ajukan surat tersebut sangat lah mudah RT/RW sudah ada format dokumennya.

"Tanda tangan RT cap RT, tanda tangan RW cap RW. Tujuanannya jelas ke sini mau ke sini, yang jelas," sambung Yoga.

Yoga juga menanyakan id car atau tanda pengenal pegawai bagi karyawan yang bertugas di sektor non-kritikal dan non-esensial.

Wati (48), salah seorang calon penumpang mengeluhkan aturan pengetatan dari pemerintah ini, sehingga dirinya tidak dapat melanjutkan perjalanan untuk kerja dan terpaksa pulang.

Wati merupakan karyawan yang bekerja di bidang jual beli peralatan motor di Jakarta Pusat. Menurutnya, aturan baru ini merugikan masyarakat sehingga banyak yang tidak bisa bekerja guna mencari uang.

Baca Juga:

Mulai Hari ini, Naik TransJakarta Wajib Tunjukan STRP

Ia sudah mengetahui aturan baru ini dan terpaksa berangkat ke Stasiun Rawa Buaya. Ia tetap masuk kerja dengan harapan petugas dapat mengizinkan dan jika diputar balik, ia bisa menanyakan persyaratan apa saja.

Wati pun mengakui beberapa waktu lalu sempat ke kantor kelurahan dna kecamatan. Namun kedatangannya tak membuahkan hasil. Pihak kantor pemerintahan itu tak mengeluarkan surat izin naik kereta.

"Saya ke kantor kelurahan ke kantor kecamatan pada gak tahu. Ini mah makin susah saja masyarakat cari duit," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Wajibkan Ojol Punya STRP Selama PPKM Darurat

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Observatorium Sesar Lembang Bakal Dibangun Buat Petakan Potensi Bencana Gempa
Indonesia
Observatorium Sesar Lembang Bakal Dibangun Buat Petakan Potensi Bencana Gempa

Sejak 2019 Kelompok Keahlian Geofisika Global (KK GG) sudah berkontribusi terhadap lima stasiun kontinu GNSS (Global Navigation Satellite System).

[HOAKS atau FAKTA]: Kemensetneg Tetapkan Pejabat Gubernur Papua Barat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Kemensetneg Tetapkan Pejabat Gubernur Papua Barat

Beredar sebuah surat yang mengatasnamakan Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) kepada Menteri Dalam Negeri, tertanggal 26 April 2022.

Gibran Pastikan Graha Saba Buana Siap Jadi Lokasi Akad Nikah Tantenya dan Ketua MK
Indonesia
Gibran Pastikan Graha Saba Buana Siap Jadi Lokasi Akad Nikah Tantenya dan Ketua MK

Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarsari Solo, Jawa Tengah menerima berkas pendaftaran akad nikah adiknya Jokowi dengan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman.

Sekjen PDIP Buka Suara Soal Presidential Threshold
Indonesia
Sekjen PDIP Buka Suara Soal Presidential Threshold

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyatakan pihaknya justru mendukung dipertahankannya klausul itu dalam Undang-Undang Pemilu.

Pasien COVID-19 Wisma Atlet Masih Bertambah, Cilincing Berkurang
Indonesia
Pasien COVID-19 Wisma Atlet Masih Bertambah, Cilincing Berkurang

Terhitung mulai tanggal 23 Maret 2020 sampai 22 Februari 2022, jumlah pasien terdaftar total 155.414 orang atau bertambah 459 orang.

Yana Mulyana Segera Dilantik Jadi Wali Kota Bandung Definitif
Indonesia
Yana Mulyana Segera Dilantik Jadi Wali Kota Bandung Definitif

Pengangkatan wakil wali kota itu batasnya 23 Maret.

Jan Ethes Kembali Ukir Prestasi, Selvi Ananda Sampai Dibuat Deg-degan
Indonesia
Jan Ethes Kembali Ukir Prestasi, Selvi Ananda Sampai Dibuat Deg-degan

Ethes keluar sebagai juara satu di kelas super pra kadet putra pemula

Lebih dari 3 Ribu Wisudawan ITS Ikuti Wisuda Drive Thru
Indonesia
Lebih dari 3 Ribu Wisudawan ITS Ikuti Wisuda Drive Thru

“Prosesi wisuda saat ini spesial, sebab penyerahan ijazah secara daring dan kali pertama secara drive thru bagi wisudawan yang memenuhi syarat,” tutur Rektor ITS Mochamad Ashari

Label Halal Indonesia Diklaim Bukan Bentuk Jawa Sentris
Indonesia
Label Halal Indonesia Diklaim Bukan Bentuk Jawa Sentris

Label baru ini Jawa sentris karena berbentuk gunungan wayang dan motif batik lurik atau surjan.

[HOAKS atau FAKTA]: Makan Buah saat Perut Kosong Menyembuhkan Kanker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Makan Buah saat Perut Kosong Menyembuhkan Kanker

Penyakit kanker tidak akan muncul dan dapat sembuh jika setiap orang memulai kebiasaan memakan buah saat perut kosong.