Banyak Penolakan, Pemerintah Diminta Jujur Soal UU Cipta Kerja Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.com - Jalan keluar atas persoalan pro dan kontra omnibus law UU Cipta Kerja adalah dengan mengedepankan transparansi. Hal itu perlu dilakukan supaya penolakan terhadap undang-undang tersebut tidak semakin membesar.

“Prinsip open management and management transparancy perlu dijalankan,” kata peneliti dari Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie, kepada wartawan, Jumat (9/10).

Saran ini disampaikan mengingat banyaknya reaksi penolakan dari berbagai pihak termasuk para kalangan akademisi di berbagai kampus di Indonesia, terhadap RUU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR sebagai undang-undang, Senin (5/10) kemarin.

Baca Juga:

PUKAT Sebut UU Omnibus Law Cipta Kerja Buka Celah Korupsi

“Tengok saja, ratusan akademisi dari 67 perguruan tinggi di Indonesia ikut keberatan akan adanya UU ini. Inilah komunikasi publik terburuk dalam sejarah,” ujarnya.

Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)
Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja di Jakarta. (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Di sisi lain, Jerry juga menilai bahwa dalam sistem perundang-undangan di Indonesia tidak mengenal metode omnibus law karena menganut sistem civil law.

“Indonesia sebetulnya tak pas untuk omnibus law. Ini cocok untuk negara-negara common law seperti AS, Inggris dan lainnya. Sedangkan kita, menganut sistem civil law,” terangnya.

Baca Juga:

Puluhan Peserta Demo UU Cipta Kerja Positif COVID-19

Kemudian jika tetap memaksakan menggunakan omnibus law, setidaknya dalam pembentukan perundang-undangannya, pemegang kebijakan harus benar-benar melakukan kajian yang mendalam terhadap pasal demi pasal dengan para pakar.

“Pasal-pasal ini perlu dikaji dulu mana yang merugikan dan tidak. Libatkan pakar pada bidangnya,” tuturnya. (Knu)

Baca Juga:

Wartawan Merahputih.com Hilang saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 77 Ribu Orang
Indonesia
Pasien Sembuh dari COVID-19 di RSD Wisma Atlet Nyaris 77 Ribu Orang

Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet tower 4, 5, 6 dan 7 total 1.318 orang, 628 pria, dan 690 perempuan

Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka
Indonesia
Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka

Pakar hukum pidana Suparji Ahmad menyoroti penyelidikan dan penyidikan yang menetapkan enam pengawal Rizieq Shihab sebagai tersangka.

LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi
Indonesia
LBH Jakarta: Omnibus Law Bentuk Kejahatan Konstitusi

LBH menyesalkan langkah pemerintah dan DPR yang secara kilat melakukan pembahasan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law tentang Cipta Kerja.

Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok
Indonesia
Cuaca DKI Jakarta Diprakirakan Cerah Hingga Besok

Dua wilayah administratif Jakarta, yakni Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu cerah berawan pada pagi hari

KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur
Indonesia
KPK Periksa Eks Stafsus Edhy Prabowo Terkait Kasus Suap Benur

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Gellwyn DH Yusuf, mantan staf khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo.

Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri
Indonesia
Kasus Djoko Tjandra dan Perang Para Jenderal Rebut Posisi Calon Kapolri

"Apalagi penghapusan Red Notice lebih dulu terjadi, kemudian keluar surat jalan bagi salah satu buronan nomor wahid Pemerintah RI ini," jelas Nico

Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar
Indonesia
Satu Unit CCTV Penunjang e-TLE Tembus Rp3 Miliar

"Satu unit CCTV menyentuh angka Rp3 miliar. Pengadaanya dari Korlantas, kita hanya menjadi lokasi penempatannya saja," kata Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Adhytiawarman Gautama Putra, Selasa (23/3).

Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur
Indonesia
Program Rel Layang Gibran, 446 Bangunan Warga Bakal Digusur

Sebanyak 446 hunian warga bakal digusur akibat terkena dampak pembangunan proyek rel layang atau elevated rail di Kota Solo, Jawa Tengah.

Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali
Indonesia
Mobil Pengusaha Tekstil Jadi Sasaran Penembakan 8 Kali

Mobil Toyota Alphard hitam milik pengusaha tekstil asal Karanganyar menjadi korban penembakan sebanyak 8 kali.

Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal
Indonesia
Jaksa Yang Tuntut Ringan Penyiram Novel Baswedan Meninggal

Fedrik juga menangani sejumlah kasus yang menarik perhatian publik. Salah satunya adalah perkara penistaan agama yang menyeret mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.