Banyak Negara 'Lockdown', Jokowi Minta Gubernur Gencarkan Penerapan Prokes Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat terbatas dengan topik "Persiapan Penyaluran Bantuan Sosial Tahun 2021" di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/12). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden.

Merahputih.com - Presiden Joko Widodo meminta para gubernur agar menggencarkan kembali penerapan protokol kesehatan dan mengajak masyarakat untuk disiplin melaksanakannya, merespons banyak negara yang kembali "lockdown" karena penyebaran COVID-19 yang semakin tinggi.

"Kita tahu dua, tiga hari yang lalu Bangkok 'lockdwon', Tokyo dinyatakan dalam keadaan darurat, London juga 'lockdown', kemudian di seluruh Inggris juga di 'lockdown' karena penyebaran COVID-19 yang sangat eksponensial,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca Juga

Kapolri Ajak Masyarakat Bersatu Wujudkan Indonesia Maju

Hal itu diungkapkan Jokowi dalam Rapat Terbatas Melalui Video Conference dengan Topik Penanganan Pandemik COVID-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi di Istana Negara Jakarta, Rabu (6/12).

Jokowi mengajak semua pihak untuk bekerja keras, bekerja mati-matian agar '3T-3M' betul-betul bisa dilakukan di lapangan. Jokowi mendapati survei yang dilakukan saat ini menunjukkan bahwa motivasi untuk disiplin terhadap protokol kesehatan di kalangan masyarakat mulai berkurang.

Presiden Jokowi. Foto: ANTARA
Presiden Jokowi. Foto: ANTARA

"Oleh sebab itu saya minta kepada para gubernur agar menggencarkan kembali masalah kedisiplinan protokol kesehatan karena surveinya tadi memang disiplin terhadap protokol kesehatan menurun," ujarnya.

Presiden Jokowi mengatakan strategi Indonesia dalam menangani pandemik ini tetap sama yaitu yang pertama urusan penanganan kesehatan.

Baca Juga

PB SEMMI Minta Pemerintah tidak Hanya Bubarkan FPI

Kemudian, seperti dikutip Antara, yang kedua masalah perlindungan sosial yang menjadi fokus perhatian. Selanjutnya ketiga masalah yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi.

"Kunci bagi pemulihan ekonomi, kuncinya adalah bagaimana kita bisa bekerja keras dalam rangka bisa menghentikan dan mengendalikan COVID-19," jelasnya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Khofifah: yang Pakai Masker Kita Beri Reward
Indonesia
Khofifah: yang Pakai Masker Kita Beri Reward

Dimulai 14 September 2020, tercatat operasi yustisi ada di 74.694 titik di seluruh wilayah Jatim hingga Minggu (4/10)

UGM Salurkan Bantuan ke Mahasiswa yang Bertahan di Indekos
Indonesia
UGM Salurkan Bantuan ke Mahasiswa yang Bertahan di Indekos

Banyak mahasiswa tidak pulang ke rumah dan harus tetap tinggal di kos.

Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona
Indonesia
Kisah Polwan yang Rela Tinggalkan Waktu Keluarga untuk Berjibaku Tekan Penyebaran Corona

Perempuan yang lama bertugas di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ini mengaku, saban pagi mesti berangkat dari rumah tanpa perlu berlama-lama bersama ketiga buah hatinya.

Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut
Indonesia
Dua Oknum Polisi Penyerang Novel Dituntut Setahun, Penegakan Hukum Dinilai Karut-marut

Tuntutan setahun penjara untuk dua penyerang Novel Baswedan menuai kecaman.

Zona Hijau COVID-19 Nyaris Sentuh 100 Daerah
Indonesia
Zona Hijau COVID-19 Nyaris Sentuh 100 Daerah

Kalimantan Barat saat ini merupakan provinsi dengan daerah-daerah berstatus zona kuning dan oranye

Komisi VI DPR Dukung PT Bio Farma Produksi Vaksin COVID-19
Indonesia
Komisi VI DPR Dukung PT Bio Farma Produksi Vaksin COVID-19

Untuk bisa merealisasikan target tersebut pemerintah menunjuk Bio Farma mempercepat produksi vaksin COVID-19.

Penyiram Novel Diprediksi Divonis Ringan, Hirup Udara Bebas Akhir Tahun Ini
Indonesia
Dirut Jiwasraya Bantah Rekayasa Hasil Laporan Keuangan 2018
Indonesia
Pengamat: Program Paslon Masih Normatif, IMAN Beri Kejutan
Indonesia
Pengamat: Program Paslon Masih Normatif, IMAN Beri Kejutan

Sejak sesi pertama sampai sesi terakhir pasangan ini tampil progresif dan percaya diri

Tak Dibiayai Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Ingin Pembangunan Jalur Puncak II Berlanjut
Indonesia
Tak Dibiayai Pemprov Jabar, Pemkab Bogor Ingin Pembangunan Jalur Puncak II Berlanjut

Jalur yang juga disebut sebagai Poros Tengah Timur (PTT) itu dapat berimplikasi positif pada aspek ekonomi, yakni mengangkat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Timur Kabupaten Bogor.