Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 05 Desember 2025
Banyak Bupati 'Kabur' saat Aceh Hadapi Bencana Alam, Gubernur Mualem: Kalau Tak Mampu, Serahkan Jabatan!

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem. (Foto: Instagram/Sudut Aceh)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengingatkan seluruh pejabat daerah agar berani menghadapi krisis yang saat ini melanda masyarakat. Dalam pernyataan bernada tinggi, ia menegaskan bahwa ini bukan waktu bagi pejabat untuk bersikap 'cengeng'.

“Itu saja sudah mengundurkan diri, cengeng. Siapa suruh naik (maju pemilu)? Baru sedikit sudah mengundurkan diri. Harus proaktif bersama masyarakat, jangan lari, jangan ambil alasan tidak tahu,” ujar Mualem dalam video yang beredar, dikutip Jumat (5/12).

Mualem meminta bupati, wali kota, camat, hingga kepala desa untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat, membantu penanganan di lapangan, dan tidak hanya menunggu laporan dari jauh.

Jika ada pejabat yang merasa tidak mampu menghadapi situasi darurat, ia menyarankan agar jabatan tersebut diserahkan kepada orang yang lebih siap.

“Saya harapkan begitu, dan semua instansi pemerintah termasuk camat dan kepala desa supaya proaktif,” tegas mantan Panglima GAM itu.

Baca juga:

Bupati Aceh Utara ‘Angkat Tangan’ Hadapi Bencana Alam, Kecewa Pemerintah belum Turun untuk Hadir di Tengah Rakyat yang Jadi Korban

Ia menjelaskan bahwa sejumlah wilayah di Aceh mengalami kerusakan parah akibat banjir yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Kabupaten yang disebut paling terdampak meliputi Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

“Kita terus mengirim sembako untuk keperluan mendesak dan kebutuhan inti lainnya. Pemerintah provinsi sudah bekerja maksimal saat ini,” kata Mualem.

Gubernur Aceh itu juga menyoroti kebutuhan anggaran besar untuk rehabilitasi pascabanjir, mengingat skala kerusakan yang masif.

“Lebih dari 20 ribu rumah warga mengalami kerusakan berat hingga hilang tersapu banjir bandang,” ujarnya.

Baca juga:

Viral Bupati Aceh Tenggara Sebut ‘Prabowo Presiden Seumur Hidup’, Golkar: Bentuk Ekspresi Kegembiraan

Sebelumnya, sejumlah kepala daerah telah menyatakan ketidaksanggupan menangani bencana akibat dampak yang luas dan medan yang berat.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil (Ayahwa) bahkan menyampaikan permohonan maaf sambil menangis karena pemerintah kabupaten sudah tidak sanggup menangani banjir tanpa dukungan pemerintah pusat.

Selain Aceh Utara, ketidaksanggupan serupa juga disampaikan oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, Bupati Aceh Selatan Mirwan MS, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga, dan Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi akibat luasnya kerusakan banjir dan longsor yang terjadi pekan lalu. (Knu)

#Bencana Alam #Gubernur Aceh #Muzakir Manaf #Aceh #Banjir #Tanah Longsor
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Bibit siklon tersebut berpotensi menimbulkan hujan deras, petir, hingga angin kencang. Hal tersebut dapat terjadi di siang ataupun malam hari.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Waspada, Aceh dan Sumut Terancam ‘Kiriman’ Bibit Siklon dari India
Indonesia
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
pemerintah telah meningkatkan respons darurat gempa nasional dari Level IV menjadi Level III pada Jumat (23/10).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 23 Oktober 2026
16 Orang Tewas dan 54 Terluka Akibat Gempa di Tibet China
Indonesia
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Kementerian PU merampungkan tanggul darurat 200 meter di Padang setelah banjir bandang merendam 120 rumah. Simak rencana normalisasi sungai dan pembangunan check dam.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 13 Oktober 2026
Banjir Bandang Padang: 120 Rumah Terdampak, Kementerian PU Percepat Pemulihan
Dunia
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Air bah yang dahsyat menerjang lembah dan menyapu seluruh kompleks bangunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Lagi, Banjir Bandang Terjang Nepal, Rumah-Rumah dan Jembatan Tersapu
Indonesia
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Saat ini, petugas gabungan dari BPBD, Dinas Damkarmat serta Satgas SAR masih berada di lapangan untuk melakukan observasi, pendataan kerugian materiil, serta membantu proses evakuasi warga terdampak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 12 Oktober 2026
Banjir Rendam 9 Kecamatan di Aceh Tamiang
Indonesia
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Penyediaan hunian menjadi salah satu prioritas agar masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan setelah bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 11 Oktober 2026
20.770 Unit Hunian Sementara Bagi Korban Bencana Sumatera Telah Selesai Dibangun
Indonesia
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Rumah sakit hingga sekolah terdampak bencana Sumatra kini sudah kembali beroperasi. Hal itu diungkapkan Ketua PRR Pascabencana Sumatra, Tito Karnavian.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
87 Rumah Sakit dan 4.922 Sekolah Terdampak Bencana Sumatra Kembali Beroperasi
Dunia
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Sejauh ini, tim penyelamat telah menemukan setidaknya 1.455 jenazah, tetapi 5.285 orang lainnya masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan warga negara asing.
Dwi Astarini - Kamis, 08 Oktober 2026
Nepal Hentikan Pencarian Ribuan Korban Banjir, Fokus pada Rehabiitasi
Indonesia
2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Tim petugas gabungan termasuk dari BPBD Pekalongan saat ini sedang melakukan kaji cepat terhadap dampak dari longsor ini.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 07 Oktober 2026
 2 Orang Meninggal Tertimbun Longsor di Pekalongan Jawa Tengah
Dunia
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Ratusan pendaki di Jalur Annapurna, yang sangat krusial bagi perekonomian Nepal, harus menghentikan pendakian lebih awal untuk menyelamatkan diri.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Longsor masih Mengintai Nepal, para Pendaki Dievakuasi dengan Helikopter
Bagikan